Timnas Prancis akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara UEFA National League 2021 usai kalahkan timnas Spanyol di partai final. Bermain di Stadion San Siro, Ibukota Milan, Italia, Senin (11/10/21) dini hari WIB, Prancis yang lolos usai singkirkan Belgia di semifinal, berhasil menang atas Spanyol dengan skor tipis 2-1.
Sempat tertinggal terlebih dahulu oleh gol Mikel Oyarzabal di menit ke-64, skuad asuhan Didier Deschamps mampu mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan dengan dua gol yang diciptakan oleh Karim Benzema (66’) dan Kylian Mbappe (80’).
Dengan kemenangan ini, skuad Ayam Jantan memastikan diri sebagai kampiun dan meraih gelar UEFA National League 2021 dan ini juga adalah gelar kedua yang dipersembahkan oleh pelatih mereka Didier Deschamps setelah sebelumnya meraih trophy Piala Dunia (2018).
Sementara bagi Spanyol sendiri, hasil ini tentulah sangat mengecewakan karena ambisi untuk menjuarai UEFA National League harus kandas. Skuad asuhan Luis Enrique harus puas menjadi runner-up padahal skuadnya musim ini banyak mengalami perombakan dan diisi para pemain muda.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit awal, kedua tim yang turun dengan skuad terbaiknya langsung menampilkan permainan terbuka.
Baru lima menit berjalan, Prancis hampir saja membuka kran gol lewat aksi Karim Benzema. Mendapat sodoran bola dari Paul Pogba, penyerang Real Madrid itu mencoba melepaskan umpan kepada Kylian Mbappe yang berdiri bebas setelah berhasil melewati kiper Spanyol, Unai Simon. Namun, usaha itu mampu digagalkan Cesar Azpilicueta yang membuang jauh bola tersebut.
Selepas peluang tersebut, anak-anak La Furia Roja (julukan Spanyol) perlahan mengendalikan permainan dengan mendominasi penguasaan bola. Sergio Busquets dkk mencoba bermain sabar dengan membangun serangan dari belakang.
Pada menit ke-12, Spanyol mengancam area pertahanan Prancis lewat sepakan Pablo Sarabia setelah mendapat umpan terukur dari Ferran Torres. Namun, sepakan Sarabia masih bisa diamankan penjaga gawang Prancis, Hugo Lloris.
Pasukan Negeri Matador ini terus mendominasi laga hingga pertengahan babak pertama dan pada menit ke-32, Spanyol berpeluang mendapatkan peluang setelah bek Prancis Jules Kounde dianggap handball. Namun, wasit menyatakan itu bukan pelanggaran setelah melihat VAR.
Spanyol kembali mendapatkan peluang terbaiknya di menit ke-36 lewat sepakan bebas Marcos Alonso. Namun, sepakan bek kiri Chelsea itu masih melebar dari sisi gawang Hugo Lloris.
Kedua tim mampu meredam serangan masing-masing sehingga babak pertama ditutup dengan skor kacamata.
Selepas jeda, Prancis mulai berani bermain terbuka meladeni permainan yang diperagakan oleh pasukan Luis Enrique. Pada menit ke-63, Theo Hernandez ikut mengancam gawang Spanyol setelah mendapat umpan tarik Benzema. Akan tetapi, sepakan Theo hanya menerpa mistar gawang.
Selepas peluang tersebut, Spanyol pun mulai lepas dari tekanan lawan dan kemudian memegang kendali laga. Tepat di menit ke-64 lewat skema serangan yang dibangun dari belakang, Mikel Oyarzabal yang mendapat umpan jauh dari Sergio Busquet berhasil membobol gawang Hugo Lloris dengan sepakan mendatarnya sekaligus membawa Spanyol unggul 1-0.
Tak butuh waktu lama bagi Prancis untuk merespon gol tersebut. Pada menit ke-66 lewat sebuah skema serangan balik, Karim Benzema yang memegang kendali bola dengan cerdik melepaskan tendangan melengkung indah dari sisi kiri kotak penalti yang tak mampu dihalau Unai Simon. Bola pun masuk tepat di pojok kiri gawang Unai dan membuat skor menjadi 1-1.
Saat skor menjadi 1-1, laga kedua tim pun menjadi sengit. Pada menit ke-71, Kylian Mbappe yang mempunyai ruang mencetak gol di dalam kotak penalti mencoba melepaskan tendakan. Namun, sepakan winger berusia 22 tahun itu masih lemah dan mudah ditangkap penjaga gawang Spanyol.
Jelang sepuluh menit berakhirnya laga, gawang Spanyol kembali kebobolan untuk kedua kalinya. Tepat di menit ke-80, Kylian Mbappe yang lepas dari jebakan offside turut mencatatkan namanya di papan skor usai sukses mengkonversi umpan Theo Hernandez menjadi gol dengan menaklukkan Unai Simon lewat sepakan keras mendatar yang melewat celah tangan Simon.
Tertinggal 1-2, Spanyol kian berpacu dengan waktu untuk mencetak gol penyama. Pada menit ke-86, Mikel Oyarzabal hampir saja mencetak gol penyama lewat sepakan voli kerasnya, namun masih mudah digagalkan oleh Lloris.
Jelang berakhirnya laga, Hugo Lloris melakukan penyelematan gemilang dengan membendung sepakan keras winger lincah Spanyol, Yeremi Pino, dari kamelut akibat sepak pojok.
Prancis akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-1 sekaligus menyabet gelar internasional di musim ini.
(LN)
Leave a Reply