Pindah ke Qatar, James Rodriguez Dicemooh Benitez

Setelah sempat bersinar di Eropa, James David Rodríguez Rubio akhirnya memutuskan pindah ke klub Qatar.

Rodríguez pernah berada dalam daftar teratas pemain muda terbaik, baik di timnas Kolombia maupun ketika berkostum Real Madrid. Visi, dribbling, akurasi tembakan dan sentuhan akhir-nya membuat James mendapat pengakuan dari pengamat bola dunia. Bahkan, dia adalah pengumpan yang ulung bagi Christiano Ronaldo di Madrid. Tetapi cedera lutut menghambat potensi terbaiknya.

Talenta James Rodríguez sebagai seorang Playmaker  sudah terlihat sejak dia berkiprah di F.C. Porto pada musim 2010-2011. Pada 2013, AS Monaco yang tengah menyusun kekuatannya memboyong Rodríguez ke Stade Louis II. Ledakannya bersama Timnas Kolombia di PD 2014 membuat banyak klub Eropa mengincar pemain kidal ini, meski satu persatu akhirnya mundur teratur setelah Madrid berhasil meminangnya dengan kontrak 6 tahun. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, James tampil moncer di lebih dari 2 musim.

Talenta Besar yang Flop

Peralihan kepelatihan dari Ancelotti ke Zinedine Zidane mempengaruhi jam bermain James di Bernabeu meskipun cedera menjadi alasan utama penurunan performanya. Puncak merosotnya permainan James adalah ketika dia mengajukan permohonan pindah-pinjam kepada Real. Sejak itulah nama James Rodriguez memudar.

Setelah dipinjamkan ke Bayern Muenchen, James tampil cukup bagus bagi raja Bundesliga itu. Tetapi Muenchen tidak mengambil opsi permanen terkait James sehingga dia kembali ke Madrid usai musim pinjamannya selesai. Selanjutnya, Real memutuskan menjual James secara permanen ke Klub Inggris, Everton pada musim panas 2020.

Di Inggris, pada awalnya James terlihat mulai menemukan kembali potensinya. Ancelotti menjadi faktor penting untuk mendobrak level James. Dia bermain dalam beberapa pertandingan awal dan memenangkan Everton melalui teknik permainan sebagaimana dia dikenal. Sayangnya, cedera kembali memaksa bintang Kolombia ini menepi.

Hingga musim pertamanya di Everton berakhir, nama James kembali tenggelam. Bahkan, namanya tidak muncul di atas lapangan saat musim 2021 bergulir. Rafael Benitez menggantikan posisi Carlo Ancelotti yang pulang ke Madrid. Nasib James kian kacau.

“Dia tidak bekerja keras, tapi mengharapkan tempat di skuad utama.” Kata Benitez soal James yang urung turun sebagai pemain utama. Benitez menyoroti kinerja James di sesi latihan yang menurutnya terlalu malas untuk membantu tim.

Ketidakcocokan antara keduanya memaksa James Rodriguez pergi dari Goodison Park.

James Rodriguez pindah ke klub Qatar, Al Rayyan

Ada 2 alasan yang diprediksi menjadi alasan mengapa James memutuskan hengkang dari Everton. Pertama, faktor pelatih. Kedua, masalah gaji.

Ketika Benitez menyorot cara James Rodriguez menjalani latihan bersama rekan-rekannya, di saat yang sama beban klub sedang tinggi. Everton terancam financial fair play sehingga mau tidak mau harus memangkas gaji pemainnya. Transfer Rodriguez dari Real Madrid memastikan playmaker  flamboyan itu menerima gaji tertinggi di klub. Pemangkasan gaji yang dilakukan klub membuat James tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan.

Masalah gaji juga membuat Rafael Benitez mencemooh James sebagai mata duitan. Bagi Benitez, eks pemain Porto itu lebih mencintai uang dan hidup enak ketimbang berusaha keras dalam kompetisi.

“Dia lebih memilih uang dan hidup enak dibanding berkompetisi.” Sindir Benitez sekaligus menyoroti hilangnya kerja keras James. Menurut Benitez, Rodriguez tidak mau bersaing selama latihan tetapi menuntut dimasukan ke skuad utama.

Kini, James Rodríguez telah resmi bermain bagi Al Rayyan di Qatar yang dilatih oleh Laurent Blanc. Di samping bayarannya besar, James secara tidak langsung telah menutup bukunya di Eropa.

(WW)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*