Setelah sempat vakum, Skrillex kembali menghebohkan jagat musik elektronik lewat rilisan album terbarunya yang berjudul aneh: ‘F*CK U SKRILLEX YOU THINK UR ANDY WARHOL BUT UR NOT!! <3’. Dirilis secara resmi pada 1 April melalui Atlantic Records dan label miliknya, OWSLA, album ini sebelumnya dibagikan secara diam-diam dalam format mix eksklusif kepada penggemar lewat mailing list resminya.
Dalam email bertajuk “FUS FULL ALBUM”, sang produser yang bernama asli Sonny Moore menyelipkan catatan tulisan tangan yang menyentuh:
“Semoga kalian bisa meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk mendengarkan album ini dari awal sampai akhir.”
Album ini berisi 34 lagu dan memuat berbagai kolaborasi lintas genre. Di antaranya ada nama-nama eksperimental dan ikonik seperti Varg2™, Wuki, 100 Gecs’ Dylan Brady, Jónsi, Starrah, Boys Noize, G Jones, Naisha, LOAM, hingga swedm®. Lagu pembuka berjudul ‘SKRILLEX IS DEAD’ langsung menyajikan pernyataan artistik yang bold, menyinggung eksistensinya sebagai figur besar dalam budaya pop dan musik elektronik.
Tak hanya sebagai rilisan, FUS juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Skrillex. Ia menyebut album ini sebagai proyek penutup bersama Atlantic Records, sebelum melangkah ke fase “independen” yang lebih fleksibel dan eksperimental.
“Aku sangat bersemangat bisa merilis ini dan melanjutkan dengan lebih banyak karya di 2025 sebagai artis ‘independen’,” ungkapnya dalam sebuah unggahan di media sosial pada akhir 2024.
Album ini menjadi kejutan ketiga yang ia bagikan melalui mailing list OWSLA, setelah sebelumnya merilis teaser eksklusif untuk lagu ‘Bibi’s Tower’ dan ‘Scut’ pada Februari lalu.
Di luar studio, Skrillex juga mencuri perhatian lewat penampilan perdananya di panggung utama Ultra Music Festival Miami, penampilan yang menandai kembalinya ia ke panggung itu setelah 10 tahun. Sebuah comeback live performance yang banyak dinantikan dan dipuji.
Prestasi & Warisan Skrillex
Sejak awal karier solonya, Skrillex dikenal sebagai pionir brostep dan suara glitchy yang khas. Lewat EP ikonik ‘Scary Monsters and Nice Sprites’ (2010), ia meraih tiga Grammy Awards dan membuka jalan bagi dubstep ke arus utama.
Ia juga dikenal melalui kolaborasi lintas genre, termasuk:
- ‘Bangarang’ (feat. Sirah)
- ‘Where Are Ü Now’ (bersama Diplo sebagai Jack Ü, feat. Justin Bieber) — pemenang Grammy
- ‘Make It Bun Dem’ (feat. Damian Marley)
- ‘Midnight Hour’ (dengan Boys Noize & Ty Dolla $ign)
- ‘Butterflies’ (dengan Starrah & Four Tet)
- ‘Rumble’ (bersama Fred again.. & Flowdan)
Selama berkarya, Skrillex telah memenangkan 9 Grammy Awards dari 18 Nominasi, termasuk Best Dance/Electronic Album dan Best Dance Recording. Menjadikannya salah satu DJ/produser paling berprestasi di generasinya.
Leave a Reply