Roy Keane Tidak Puas dengan Manchester United

Sumber: Sky Sports Football

Mantan kapten Manchester United era 2000-an asal Irlandia, Roy Keane menyatakan ketidakpuasannya dengan penampilan Setan Merah di awal musim ini.

United memang tidak tampil bagus di dua pertandingan pertama liga Inggris musim 2020/2021 ini. Pada pertandingan perdana melawan Crystal Palace, United dipecundangi 1-3 di kandang sendiri. Pada pertandingan kedua melawan Brighton & Hove Albion, United berhasil menang 3-2 dengan susah payah melalui gol penalti Bruno Fernandes pada menit ke-100.

Banyak yang mengatakan kemenangan itu merupakan perampokan terbesar dalam sepak bola, karena sebelum keputusan penalti dijatuhkan, wasit telah meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Kemenangan yang sama sekali tidak mengesankan karena United selalu ketinggalan dan harus berterima kasih pada tiang gawang yang tampil gemilang dengan mementahkan lima kali peluang emas Brighton.

Keane yang tampil sebagai komentator di Sky Sports, mengkritik kinerja pertahanan United dan sulitnya United mengubah peluang menjadi gol. Apalagi mengingat tim yang mereka hadapi bukanlah tim-tim kelas atas. Keane mengatakan, “Jelas mereka pasti senang dengan hasil melawan Brighton. Aku tahu ini masih awal, tapi mereka membuang banyak gol dan menyia-nyiakan banyak peluang saat melawan Palace dan Brighton. Ini bukan tanda-tanda bagus (melihat) jumlah peluang yang mereka sia-siakan dalam dua pertandingan perdana. Kalau melawan City atau Liverpool, itu lain cerita, tapi kita tentu berharap mereka tampil lebih baik saat melawan Palace dan Brighton. Baik, banyak yang bilang kalau pertahanan mereka (United) sangat jelek, tapi secara keseluruhan memang tidak pernah bagus.”

Roy Keane: Masa Bulan Madu Telah Berakhir

Selain keprihatinan tersebut, legenda Setan Merah itu juga menyatakan kekhawatirannya mengenai posisi Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih. Menurutnya, tahun ini memiliki tantangan yang berbeda dari tahun kemarin. Tahun kemarin, prestasi United memang tidak buruk-buruk amat karena berhasil finis di peringkat ketiga dan melangkah hingga semifinal di tiga kompetisi berbeda. Tahun ini, menurut Keane akan berbeda. Poin yang diperoleh harus lebih banyak, jarak dengan Manchester City dan Liverpool juga harus dipangkas, dan Ole harus mampu memberikan gelar pada United. “Masa bulan madu Ole telah berakhir, dan tekanannya kini makin meningkat, apalagi dengan penampilan seperti dua pekan kemarin.”

Manajer United, Ole Gunnar Solskjaer memang tengah dilanda kritik tentang penampilan Setan Merah yang buruk di awal musim. Permainan United dinilai kurang kreatif, tidak menghibur, dan jauh dari gaung sejarah mereka sebagai tim besar. Keane menilai, jika Ole tidak berhasil membawa United untuk finis lagi di empat besar, maka karier Ole di United akan berakhir. Jalan keluarnya adalah dengan berinvestasi di bursa transfer yang pekan depan akan memasuki pekan terakhir. “Ole sebagai manajer United harus berinvestasi di pekan depan. Mungkin dengan membeli satu atau dua pemain. Jika tidak berinvestasi di pekan depan, maka akan sulit bagi United.”

(DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*