Raksasa Serie A Italia, Juventus, secara mengejutkan harus angkat koper dari pentas Eropa usai dibenamkan oleh Villareal pada lanjutan leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2021/2022. Bermain di rumahnya sendiri, Allianz Stadium, Kamis (17/3) dinihari WIB, skuad asuhan Massimiliano Allegri dipaksa bertekuk lutut usai kalah 0-3 dari juara Liga Europa musim lalu itu.
Dua gol Yellow Submarine (julukan Villareal) tercipta melalui titik putih masing-masing melalui Gerard Moreno (78’) dan Arnaut Danjuma (90+2’), sementara satu gol lainya lahir dari kaki Pau Torres pada menit ke-85’ memanfaatkan sepak pojok.
Atas raihan ini, Le Zebre (julukan Juventus) harus memupus dalam-dalam ambisinya untuk merengkuh Si Kuping Besar musim ini. Paulo Dybala harus tersingkir karena kalah agregat 1-4 atas tamunya itu. Dengan tersingkirnya Juventus, memastikan bahwa tidak ada perwakilan Italia di babak perempatfinal Liga Champions musim ini.
Sementara bagi Villareal sendiri, kelolosan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu menyingkirkan pemegang dua gelar Liga Champions tersebut. Villareal menjadi tim terakhir lolos ke babak perempatfinal sekaligus perwakilan Spanyol selain Real Madrid dan Atletico Madrid yang telah memastikan lolos terlebih dahulu.
Jalannya Pertandingan
Kedua tim yang bermain 1-1 pada leg pertama di markas Villareal, kembali turun dengan skuad terbaiknya demi ambisi memperebutkan satu tempat di perempatfinal.
Juventus yang bertindak sebagai tuan rumah turun dengan formasi 3-5-2 dengan menempatkan Dusan Vlahovic dan Alvaro Morata sebagai juru gedor. Sementara sang tamu, turun dengan formasi 4-4-1-1 guna meredam agresivitas lini tengah Juventus dan Arnaut Danjuma diplot sebagai ujung tombak bersama Lo Celso.
Baru sebelas menit berjalan, Juventus sudah langsung mengancam gawang Villareal melalui sundulan Alvaro Morata memanfaatkan umpan Juan Cuadrado, tapi masih bisa dihalau kiper tamu, Gerónimo Rulli. Pada menit ke-20, Juventus nyaris mencetak gol andai sepakan keras Dusan Vlahovic memanfaatkan umpan silang Mattia De Sciglio tidak membentur mistar gawang Villareal.
Villareal tidak diam begitu saja. Selepas peluang Vlahovic, skuad asuhan Unai Emery langsung mengancam gawang tuan rumah melalui sepakan Lo Celso dari luar kotak penalti. Namun sayang, sepakan pemain pinjaman Tottenham tersebut masih melebar di sisi kanan gawang Wojciech Szczesny.
Juventus terlihat mendominasi dalam melancarkan serangan ke pertahanan tim tamu. Tepat di menit ke-34’, Nyonya Tua kembali menghadirkan ancama lewat tandukan keras Vlahovic dari situasi sepak pojok. Akan tetapi, penampilan ciamik Rulli membuat beberapa peluang Juventus mudah dipatahkan.
Kedua tim masih berusaha untuk mencari gol terlebih dahulu, akan tetapi skor kacamata menyudahi babak pertama.
Selepas turun minum, kedua tim tetap memainkan tempo permainan terbuka seperti yang terjadi pada babak pertama. Juventus mencoba mengendalikan permainan dengan memanfaatkan penguasaan bola selama mungkin, sementara lebih bermain menunggu dan mengandalkan serangan balik.
Pada menit ke-58, Juventus mencoba peruntungan lewat sepakan Adrien Rabiot dari dalam kotak penalti, tapi sepakan eks pemain PSG itu masih mengenai kaki kiri Raul Albiol sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.
Semenit kemudian, giliran Juan Cuadrado yang mengancam gawang Villareal. Sayang, sepakan kerasnya masih berada tipis di sisi kanan gawang Gerónimo Rulli. Juventus perlahan meningkatkan tempo permainan dan mulai mendesak Daniel Parejo dkk. Tuan rumah mulai berani melepaskan percobaan dari luar kotak penalti karena beberapa kali gagal membongkar rapatnya pertahanan sang tamu.
Pada menit ke-66’, Manuel Locatelli ikut melakukan percobaan dengan melepaskan tembakan voli. Namun sepakan gelandang timnas Italia itu masih terlalu lemah dan hanya menghasilkan off target. Nampak terlihat para pemain Juventus mulai frutasi karena segala percobaan tidak membuahkan hasil.
Di tengah mendapat gempuran dari tuan rumah, Villareal mendapat angin segar usai wasit memberikan hadiah penalti akibat insiden yang terjadi pada menit ke-78’ setelah meninjau kembali VAR. Bek Juventus Daniele Rugani dianggap melanggar Francis Coquelin. Gerard Moreno yang maju sebagai eksekutor sukses mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang. Wojciech Szczesny sudah menebak arahnya dengan benar, tapi tak bisa menghentikan laju bola.
Akan tetapi, 15 menit tersisa babak kedua menjadi petaka bagi Juventus dan menjadi keuntungan untuk tim tamu Villareal.
Petaka kembali menghampiri Juventus di sisa lima menit akhir babak kedua. Alih-alih berusaha mengejar ketertinggalan, justru gawangnya kembali kebobolan. Tepat menit ke-85’, Pau Torres menggandakan keunggulan timnya menjadi 2-0 memanfaatkan situasi sepak pojok, sekaligus membuat agregat menjadi 3-1.
Bak jatuh tertimpa tangga, tepat menit ke-90+2’, wasit Syzmon Marciniak kembali menghukum Juventus dengan memberikan penalti kepada Villareal akibat handball yang dilakukan Matthijs de Ligt ketika hendak memblok sepakan pemain Villareal. Arnaut Danjuma yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukan Szczesny dan menambah derita bagi tuan rumah Juventus dan seisi stadion.
Keunggulan 3-0 milik Villareal bertahan hingga wasit meniup pluit panjang akhir pertandingan.
(LN)
Leave a Reply