[Review UCL] Inter Milan 0–1 Real Madrid: Courtois Gemilang, Los Blancos Menang

sumber: @championsleague

Pekan perdana di hari kedua babak penyisihan Grup D Liga Champions 2021/2022 yang mempertemukan juara bertahan Serie A Italia musim lalu Inter Milan dengan Real Madrid, berakhir dengan kemenangan tim tamu.

Bermain di Giuseppe Meazza Stadium, Italia, markas Inter Milan, Kamis (16/09/2021) dinihari, Real Madrid yang datang sebagai tamu berhasil menekuk tuan rumah dengan skor tipis 1-0 lewat gol telat yang dicetak oleh pemain muda, Rodrygo Goes di menit ke-89.

Dengan hasil ini, Los Blancos berhasil membawa pulang tiga angka sekaligus berhasil menempati posisi kedua Grup D di bawah Sheriff Tiraspol yang memuncaki klasemen usai taklukkan wakil Ukarina, Shaktar Donetsk, dengan skor 2-0.

Selain berhasil mencuri tiga poin, Rodrygo juga memperpanjang rekor kemenangan Real Madrid atas Nerazzurri. Dalam lima pertemuan terakhir di Liga Champions termasuk hasil baru saja, Real Madrid berhasil mengamankan 4 kemenangan.

Sementara bagi Inter Milan sendiri, kekalahan ini membuat mereka harus kecewa dengan duduk di tangga ketiga klasemen di bawah Madrid dengan mengoleksi poin nol.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim turun dengan susunan pemain terbaiknya dan sejak menit babak pertama tuan rumah Inter Milan langsung mengambil inisiatif menekan ke area pertahanan Madrid yang digalang duet Eder Militao dan David Alaba.

Pada menit ke-5, Lautaro Martinez mendapatkan peluang pertamanya untuk mengancam gawang Madrid yang dikawal Thibaut Courtois. Mendapatkan sodoran bola di dalam kotak penalti lawan, Martinez langsung melepaskan tembakan ke arah gawang Madrid, namun masih bisa diantisipasi oleh Courtois.

Anak asuh Simone Inzaghi tak berhenti mengurung area pertahanan Madrid dengan serangan yang dilancarkan lewat kombinasi permainan Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu di lini tengah.

Kini giliran bek Inter, Milan Skriniar yang ikut membantu melancarkan serangan. Mendapatkan bola rebound di luar kotak penalti, pemain timnas Slovakia itu mencoba melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, sepakannya masih bisa diblok oleh para pemain Madrid.

Madrid pun tidak tinggal diam akan tekanan yang diberikan oleh tuan rumah. Tepat di menit ke-14, Casemiro nyaris membawa Madrid unggul terlebih dahulu lewat sepakan keras dari luar area enam belas. Tapi sayang, sepakannya masih berada tipis di sisi kiri gawang Samir Handanovic.

Selepas peluang Casemiro, tuan rumah kembali mengancam area pertahanan Madrid lewat sundulan dari Ivan Perisic. Lagi-lagi, bola sundulan Perisic belum menemui sasaran yang dituju.

Hingga memasuki menit ke-25, anak asuh Carlo Ancelotti kelihatan sulit mengembangkan permainan akibat pressing ketat yang dilakukan Edin Dzeko dkk.

Jual beli serangan terus dilancarkan kedua kesebelasan, akan tetapi rapatnya pertahanan dan penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata.

Selepas jeda, kubu Nerazzurri sedikit menaikkan tempo permainan guna meredam sekaligus mematikan pergerakan para pemain Madrid.

Baru beberapa menit babak kedua berjalan, Inter memiliki peluang emas yang diperoleh Edin Dzeko. Namun, Courtois tampil sangat bagus dan kembali mengamankan ancaman tersebut.

Real Madrid tampil lebih baik di babak kedua. Mereka secara perlahan mulai melepaskan lebih banyak tendangan ke arah pertahanan Inter Milan. Alhasil, pertandingan pun berjalan lebih menarik, sebab kedua tim tampil saling menyerang meskipun belum ada yang mampu menciptakan gol di 60 menit babak kedua berjalan.

Inter Milan banyak melakukan pergantian pemain demi menambah agresivitas serangan dalam upaya mencari gol terlebih dahulu. Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Arturo Vidal dkk, namun penampilan gemilang Courtois yang selalu menggagalkan peluang Inter membuat gawang Madrid selamat dari kebobolan.

Ancelotti seolah paham betul dan tidak ingin mengambil resiko dalam laga ini. Sejumlah pilar-pilar penting perlahan ditarik keluar digantikan oleh pemain-pemain muda yang agresif seperti masuknya Rodrygo menggantikan Lucas Vasquez yang sudah mulai kelelahan.

Pada menit ke-80, Don Carlo seolah tidak ingin memaksakan para pemainnya dengan menarik keluar Luka Modric lalu memasukkan rekrutan anyar musim ini, Eduardo Camavinga. Masuknya Camavinga yang lebih segar membuat lini tengah Madrid kian cair dan lebih bermain rileks.

Ternyata keputusan Ancelotti memasukkan Camavinga berbuah manis jelang berakhirnya laga.

Lewat skema serangan balik dan pressing langsung ke pertahanan Inter di menit ke-89, Camavinga yang mendapat sodoran bola dari Valverde dengan cerdik memberikan umpan setengah lob kepada Rodrygo yang berlari menyambut datangnya bola.

Tanpa ampun, pemain asal Brasil itu menyambut datangnya bola lalu melepaskan tendangan voli memantul ke tanah tanpa bisa dijangkau Handanovic. Skor 1-0 untuk keunggulan Madrid inipun bertahan hingga laga usai.

(LN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*