Pergelaran kompetisi sepakbola antar tim terbesar di benua biru telah rampung memainkan delapan tim.
Ada sejumlah fakta menaraik serta kejutan yang terjadi dari hasil pertandingan di hari kedua tersebut.
Salah satu laga di antaranya yaitu bertemunya sang kampiun UCL musim 2004, FC Porto dengan salah satu raksasa dan juga juara Serie A Italia musim lalu, Juventus.

Bermain di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, Kamis (18/02/21), FC Porto sukses menjinakkan jawara Serie A itu dengan skor tipis 2-1.
Adalah gol Mehdi Taremi (2’) dan Moussa Marega (46’) yang menjadi pahlawan kemenangan The Dragon (julukan FC Porto) atas tim tamu Juventus. Sementara Juventus hanya mampu membalas satu gol lewat kaki Federico Chiesa (82’).
Kedua tim yang berhasrat ingin meraup kemenangan turun dengan skuad terbaiknya dimana laga ini merupakan reunian antara dua sahabat yang juga punggawa timnas Portugal yaitu Pepe Keipler (FC Porto) dan juga Cristiano Ronaldo (Juventus).
Kedua pemain tersebut juga merupakan eks pemain Real Madrid, klub di mana keduanya bahu membahu mengantarkan Madrid menjuarai Si Kuping Besar (2014, 2016, dan 2017).
Sejak pluit babak pertama dimulai, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka lewat passing bola-bola pendek dan terstruktur.
Baru dua menit babak pertama berjalan, naas menghampiri Juventus ketika Bentancur melakukan backpass salah kepada Szczesny yang pergerakannya sudah ditutup oleh para pemain Porto.
Melihat arah datangnya bola, penyerang Porto Mehdi Taremi mencoba merebut akan tetap Szczesny yang lebih dekat dengan arah datangnya bola mencoba menghalaunya. Bola yang dihalau mengenai tubuh Taremi dan bola pun masuk ke gawang Szczesny.
Tertinggal 1-0 dari tuan rumah, skuad asuhan Andrea Pirlo mencoba mulai membangun serangan lewat penguasaan bola dan sesekali melancarkan serangan dengan mengandalkan ketajaman sang pemain terbaik mereka, Cristiano Ronaldo.
Akan tetapi, serangan demi serangan dari I Bianconeri mudah dipatahkan oleh barisan pertahanan yang dikomandoi oleh bek veteran tuan rumah, Keipler Pepe, sehingga membuat skor 1-0 bertahan hingga paruh babak bertama berakhir.
Memasuki babak kedua, kedua tim tetap menurunkan tempo permainan seperti pada babak pertama. Entah apa yang terjadi pada lini pertahanan Juventus, sejak babak kedua baru berjalan satu menit, gawang Szczesny kembali bobol. Kali ini Moussa Marega yang membawa Porto memperbesar keunggulan atas Juventus setelah memanfaatkan umpan dari Wilson Manafa.
Tertinggal 2-0 membuat Ronaldo dkk seakan tersuntik untuk mengejar ketertinggalan dari tuan rumah, dimana anak-anak Turin mulai meningkatkan agresivitas serangan.
Jalannya pertandingan di babak kedua seakan memanas antara kedua tim dimana banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang tercipta.
Gol bagi Juventus pun akhirnya lahir di menit ke-82, setelah winger lincah mereka Federico Chiesa mampu menipiskan skor menjadi 2-1 setelah memanfaatkan umpan dari Adrien Rabiot.
Tertinggal satu gol lagi, tim tamu semakin gencar melancarkan serangan dalam upaya mencari gol penyama, akan tetapi gol Chiesa menjadi gol satu-satunya dari Juventus.
Skor 2-1 pun menutup laga kedua tim, dimana tuan rumah Porto berpesta sementara. Kemenangan itu menjadi modal berharga guna bertandang ke markas Juventus pada leg kedua nanti.
Sehabis laga, pelatih FC Porto Sérgio Conceição tak kuasa meluapkan kegembiraan yang diraih timnya.
“Kami puas dengan kemenangan ini, karena tidak mudah mendapatkan dua gol dari tim sebesar Juventus. Kami seharusnya bisa mempertahankan keunggulan 2-0 sampai akhir laga, tapi kami sedikit lengah setelah mereka mampu mencuri satu gol jelang akhir laga. Kini, kami harus kembali dan beristirahat sejenak,”ujar Sérgio Conceição.
Sementara bagi Juventus, kekalahan ini tentu terasa tidak mengenakan apalagi diatas kertas mereka sangat diunggulkan untuk memenangkan pertandingan.
Sang juru taktiknya, Andrea Pirlo mengaku tidak puas tidak dengan hasil yang didapat, akan tetapi dirinya juga memuji permainan dari tuan rumah.
“Kesalahan kami adalah tertinggal 2 gol lebih awal dan seharusnya itu tidak terjadi. Kini kami harus pulang dan mempertanggungjawabkan itu. Kami sebenarnya bisa memenangkan pertandingan andai kami lebih tenang lagi dalam memanfaatkan peluang. Akan tetapi, lawan sangat bermain rapih dan bagus dan kami harus akui itu,” ungkap Andrea Pirlo. (LN)
Leave a Reply