Laga EL Clasico Jilid I, era baru yang mempertemukan dua musuh bebuyutan di tanah Spanyol, berhasil menjadi milik Real Madrid. Bermain di Camp Nou, markas kebesaran Barcelona, dalam lanjutan pekan ke-10 Liga Spanyol, Minggu (24/10), Los Blancos berhasil menaklukkan rivalnya tersebut dengan skor tipis 2-1.
Dua gol kemenangan El Real masing-masing dilesakkan oleh David Alaba (32’) dan Lucas Vasquez (90+3’), sementara tuan rumah hanya mampu membalas satu gol saja melalui lesakkan kaki Sergio Aguero di menit ke-90+7’ jelang berakhirnya laga.
Statistik mencatatkan kalau kedua tim terlihat sangat imbang dalam hal melancarkan serangan. Blaugrana (julukan Barcelona) mecatatkan 12 tembakan ke arah gawang berbanding 10 milik Real Madrid. Tuan rumah juga unggul dalam hal penguasaan bola dengan rincian 52% persen berbanding 48%.
Berkat kemenangan ini, Real Madrid untuk sementara duduk di posisi kedua dengan mengoleksi poin 20 dari total 9 kali berlaga. Skuad asuhan Carlo Ancelotti ini memiliki poin yang sama dengan Sevilla di posisi ketiga dan masih meyimpan satu laga tabungan.
Sementara bagi Barcelona sendiri, hasil ini membuat mereka gagal mendekati posisi lima besar. Pasukan Ronald Koeman harus tertahan di peringkat kesembilan dan mengumpulkan poin 15 dari total 9 kali berlaga. Meski masih menyimpan satu laga tabungan, posisi Barcelona tidaklah aman dan terancam dari kejaran para kontestan lainnya yang menguntit dari bawah dengan selisih poin tidak terlalu jauh.
Jalannya Pertandingan
Kedua tim yang turun dengan skuad terbaiknya memulai pertandingan sejak menit awal dengan sangat hati-hati sehingga tempo permainan cukup lambat. Meski begitu, kedua tim cukup berimbang dalam hal penguasaan bola.
Tuan rumah yang mengandalkan kecepatan Memphis Depay dan Ansu Fati di lini penyerangan mencoba melakukan serangan mematikan dari sisi sayap. Akan tetapi. Kesigapan lini pertahanan tim tamu Madrid dalam mengantisipasi serangan Barcelona membuat gawang Madrid yang dikawal Thibaut Courtois setidaknya aman.
Tim tamu yang seolah tidak ingin berdiam diri begitu saja, mencoba membalas dengan melancarkan serangan melalui sisi sayap yang mengandalkan kecepatan yang dimiliki Vinicius Junior dan Rodrygo Goes serta kemampuan pada diri Karim Benzema yang liahi membuka ruang pergerakan bagi rekan-rekannya.
Tepat di menit ke-21 peluang untuk Madrid datang setelah aksi individu yang ditunjukkan Vinicius melewati beberapa pemain Barcelona sebelum terhenti di Oscar Mingueza. Para pemain Madrid melakukan protes kepada wasit dan meminta diberikan penalti karena menganggap Mingueza dengan sengaja melanggar Vincius di dalam kotak penalti, namun wasit tidak menggubrisnya karena Vincius dianggap sengaja menjatuhkan dirinya sendiri.
Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama dan pertandingan pun kembali dilanjutkan dengan kondusif. Kali ini giliran Barcelona yang mampu menciptakan peluang emas untuk unggul lebih dulu. Lewat skema serangan balik cepat yang dilakukan oleh Memphis Depay, bola disodorkan ke Sergino Dest yang berdiri bebas tanpa kawalan dalam kotak penalti Madrid. Entah apa yang terjadi pada kaki Dest, bola sepakannya melambung tinggi dari arah gawang Courtois.
Hingga memasuk setengah jam pertandingan berlangsung, kedua tim masih berupaya mencari titik kelemahan masing-masing untuk dapat menciptakan gol terlebih dahulu.
Barcelona sedikit greget dalam menekan lini pertahanan Madrid. Namun petaka bagi tuan rumah Barcelona ketika tim tamu melncarkan serangan balik yang diawali lemparan Courtois ke depan kepada Vinicius. Tepat menit ke-32, David Alaba yang ikut naik menyerang dan mendapat umpan dari Rodrygo melepaskan tendangan keras dengan kaki kiri yang tak mampu dihalau Marc Andre ter Stegen sekaligus membawa Madrid unggul 1-0.
Tertinggal satu gol dari tim lawan, Barcelona berusaha mengejar ketertinggalan dengan mencoba membangun serangan dari belakang. Akan tetapi, rapatnya area pertahanan Madrid yang digalang oleh duet Militao dan Alaba membuat para pemain Barcelona sedikit frustasi.
Skor untuk keunggulan Madrid pun bertahan hingga menutup paruh pertama.
Selepas turun minum, kedua tim memulai pertandingan dengan tempo yang sedikit lebih cepat. Bahkan, keduanya terlihat seimbang dalam melancarkan serangan.
Winger muda Barcelona, Ansu Fati, terlihat mencoba melakukan fenetrasi guna usahanya menyamakan kedudukan. Begitu juga yang dilakukan rekan duet lini serang Fati, Memphis Depay. Percobaan terus dilakukan dengan melakukan umpan-umpan yang langsung menusuk ke area gawang Madrid, akan tetapi mudah dipatahkan oleh Courtois yang memiliki keunggulan dalam postur tubuhnya sehingga kerap memenangi duel bola-bola atas.
Juru taktik Barcelona, Ronald Koeman terlihat berupaya menambah daya gedor skuadnya dengan melakukan beberapa pergantian. Akan tetapi, solid dan disiplinnya lini pertahanan Madrid membuat Sergio Busquets dkk kerapkali gagal dalam mencetak gol penyama.
Hal tersebut juga dilakukan tim tamu Madrid demi menjaga keunggulannya. Carlo Ancelotti yang tak ingin kehilangan poin begitu saja mencoba memasukkan pemain dengan naluri bertahan dan menyerang sama baik seperti Marco Asensio dan Fede Valverde menggantikan peran Rodrygo dan Luca Modric.
Menjelang berakhirnya pertandingan, lewat skema serangan balik cepat, tim tamu kembali menambah keunggulan atas tuan rumah lewat gol Lucas Vasquez di menit ke-90+4’ yang memenangi duel perebutan bola dengan Eric Garcia memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Marco Asensio.
Seolah tak ingin patah semangat begitu saja, tuan rumah akhirnya mendapat gol hiburan di menit ke-90+7’ lewat lesakkan penyerang mereka, Sergio Aguero, memanfaatkan umpan dari Sergino Dest. Meski begitu, gol Aguero tak berarti sama sekali karena tak bisa menghindarkan timnya dari kekalahan.
Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol yang kembali tercipta. Madrid pun menang 2-1 atas Barcelona di Camp Nou.
(LN)
Leave a Reply