Manchester United harus merelakan pucuk pimpinan liga Inggris, setelah secara mengejutkan tumbang di kandang sendiri oleh tim underdog, Sheffield United, dalam lanjutan pekan ke-20 liga primer Inggris.
Rasa percaya diri tengah tinggi-tingginya ketika pasukan Ole Gunnar Solskjaer menjejakkan kaki di Old Trafford dini hari (28/1/2021) WIB. Meski tidak mengakui bahwa mereka mengincar gelar liga musim ini, namun kemenangan akan membuat mereka kembali bertengger di pucuk klasemen, menggeser Manchester City yang sehari sebelumnya menggasak West Bromwich Albion, lima gol tanpa balas.
Pun tidak berlebihan jika United diprediksi menang di laga kali ini. Mereka punya semua yang dibutuhkan untuk menang, baik dari segi teknis hingga sejarah. Pemain-pemain United bisa dibilang memiliki kualitas dan jam terbang lebih, serta telah ditempa dalam laga-laga besar; usia pemain United juga relatif jauh lebih muda jika dibandingkan dengan pemain Sheffield seperti Phil Jagielka (38 tahun), atau Billy Sharp (34); United bermain di kandang sendiri, serta hampir tidak ada sejarahnya tim Yorkshire seperti Sheffield United, menang saat bertandang ke jalan M16. Kemenangan terakhir mereka di Old Trafford, terjadi pada tahun 1973.
Berbeda dari musim lalu, ketika Sheffield United tampil sebagai tim kuda hitam di papan tengah, musim ini tim berjuluk The Blades itu, harus merasakan sakitnya terpuruk di akhir klasemen. Tidak banyak kemenangan yang bisa dirayakan oleh tim berkostum merah putih tersebut. Memasuki pekan ke-20, satu kaki mereka bahkan sudah berada di arena kasta kedua Inggris. Menang 2 kali, imbang 2 kali, kalah 16 kali, dan butuh 10 poin untuk keluar dari zona degradasi, membuat anak-anak asuhan Chris Wilder tersebut bak hidup enggan mati tak mau, alias zombi di liga primer Inggris.
Kemalangan Sheffield musim ini rasanya akan bertambah dini hari tadi, ketika tuan rumah berhasil membalas gol Kean Bryan di babak pertama, melalui sundulan anak didikan Sheffield sendiri, Harry Maguire di menit ke-64. Gol Bryan sendiri bukannya tanpa kontroversi, karena dilihat dari tayangan ulang, Billy Sharp tampak sengaja menabrakkan diri pada penjaga gawang David de Gea untuk membuatnya tidak mampu melompat cukup tinggi dan menghalau bola hasil tendangan sudut. Kemalangan Sheffield musim ini akhirnya gagal berlanjut ketika sepuluh menit berselang, pemain pengganti, Oliver Burke, menyarangkan gol kedua untuk The Blades, dengan sedikit bantuan dari paha bek United, Axel Tuanzebe.
Unggul 2-1 lantas membuat Sheffield bertahan total, mengingat keahlian United dalam membalikkan keadaan setelah unggul. Beberapa peluang sempat tercipta, namun tidak satu pun yang menghasilkan gol tambahan. Sheffield berhasil mengurung diri di kotak penalti hingga peluit panjang berbunyi, dan mengakhiri salah satu rekor tak pernah menang terpanjang di Eropa.
United pun gagal untuk kembali bertengger di pucuk klasemen. Kekalahan ini membuat mereka tertinggal satu poin dari Manchester City, yang juga masih punya tabungan satu pertandingan. Memang jalan masih panjang, tetapi kekalahan ini bisa berakibat fatal bagi perjalanan United ke depan. Meski begitu, mental mereka sebagai juara akan sungguh diuji dalam kunjungan Sabtu nanti ke Emirates Stadium, menghadapi Arsenal.
Ole Kecewa
Selesai laga, pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, mengaku kecewa atas rapuhnya pertahanan anak-anak asuhannya, serta kurangnya kreativitas dalam membalikkan keadaan.
“Mengecewakan… Kami memulai dengan baik, tetapi malah kecolongan lebih dahulu lewat tendangan pojok. Kami sepenuhnya menguasai bola, tetapi kalau sudah kecolongan dua gol yang buruk, pasti akan sulit. Kami tidak banyak berkreasi. Kami menekan mereka, tetapi tidak bisa tembus hingga ke balik pertahanan mereka dan menciptakan cukup peluang yang berbuah gol.”
Ole Gunnar Solskjaer
Solskjaer juga mengeluhkan dua keputusan wasit yang dinilainya merugikan. Pertama adalah pelanggaran atas kiper David de Gea yang berbuntut pada lahirnya gol pertama Sheffield. Menurut Ole, Billy Sharp menekan De Gea hingga kesulitan untuk melompat dan memukul bola. Berikutnya adalah keputusan wasit yang menganulir gol Anthony Martial, yang dinilai melakukan pelanggaran atas kiper Sheffield sebelum mencetak gol.
“Itu benar-benar pelanggaran atas David, kalau mau dicermati lebih jauh. Saya tidak melihatnya secara langsung, tetapi dari tayangan di TV, Billy Sharp berdiri di dekat sana dan sengaja berbalik badan untuk mendorong David agar tidak bisa melompat. Sayangnya, sepak bola memang seperti itu. Tapi kemudian dia menganulir gol kami, dan itu satu lagi keputusan yang buruk… Musim ini akan sulit diprediksi, tetapi tadi itu adalah dua kesalahan oleh wasit.”
Ole Gunnar Solskjaer
Chris Wilder Berbunga-bunga
Sementara itu, kubu Sheffield sendiri tampak sangat bangga dengan kemenangan mengejutkan ini. Bos Sheffield United, Chris Wilder, mengakui bahwa timnya amat membutuhkan kemenangan semacam ini, meskipun dia harus menyadarkan anak-anak asuhannya untuk tidak berbesar kepala.
“Para pemain berjingkrak-jingkrak di dalam, dan mereka berhak melakukannya, karena ini musim yang sangat berat. Mereka menikmati kemenangan ini, tetapi besok saya harus menyadarkan mereka kembali, agar siap tampil lagi pada Sabtu nanti. Ini hasil yang sangat hebat dan saya senang sekali terhadap para pemain, karena mereka telah melalui banyak kesulitan. Ini hasil yang istimewa dan butuh penampilan istimewa – dan saya rasa itulah yang terjadi.”
Chris Wilder
Kemenangan ini membuat Sheffield kini mengoleksi delapan poin hasil dari 20 kali bertanding. Jika ingin selamat dari zona degradasi dan bertahan di liga primer, mereka butuh sekurang-kurangnya sepuluh poin. Selamat, Blades!
(DS)
Leave a Reply