Chelsea takluk di kandang sendiri pada pekan kedua Premiere League (20/9/2020) dari juara bertahan. Setelah pada pekan pertama, berhasil memperoleh tiga poin dengan mengalahkan Brighton & Hove Albion, Chelsea masih belum cukup tangguh untuk membendung juara bertahan EPL.

Chelsea sesungguhnya mampu bertahan meladeni permainan Liverpool pada babak pertama. Namun, petaka mulai datang, setelah di menit ke-45, Andreas Christensen, pemain bertahan Chelsea harus diusir dari lapangan karena menjatuhkan Sadio Mane.
Awalnya, Paul Tierney, wasit yang memimpin pertandingan, hanya memberikan kartu kuning. Namun, setelah mendapat masukan dari VAR, ia mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah. Chelsea menjadi timpang dan Liverpool berada di atas angin.
Gol indah Mane yang pertama (50’) tercipta dari hasil kerja sama apiknya dengan Roberto Firminho. Gol keduanya (54’) adalah hasil “pemberian cuma-cuma” dari kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.
Pelatih Chelsea sepertinya harus segera menemukan cara untuk memecahkan masalah Chelsea. Kepa jelas sedang tidak bisa diandalkan. Christensen pun kerap melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
Lampard memang dianggap sebagai pelatih yang mampu mengangkat dan membibit pemain-pemain muda. Namun, melihat bagaimana Christensen dan Kepa melakukan blunder, Lampard dituntut untuk segera mematangkan para pemain mudanya. Selagi, EPL masih di pekan-pekan awal.
Chelsea sesungguhnya telah mendatangkan kiper baru, Edouard Mendy dari tim Perancis Rennes dengan mahar 22 juta poundsterling. Dengan begitu, masalah di bawah mistar gawang Chelsea harusnya telah terpecahkan.
Christensen dapat menimba pengalaman dari Thiago Silva, bek veteran yang baru saja dibeli dari Paris Saint-Germain. Silva belum dimainkan dalam laga melawan Liverpool.
(MAA)
Leave a Reply