[Review EPL] Man. City 2–3 Tottenham: Amukan Badai Harry Kane di Etihad Stadium

Big Match antara jawara Liga Inggris musim lalu Manchester City versus Tottenham Hotspurs berakhir dengan drama lima gol. Duel tim besar ini sangatlah menyita perhatian dan penuh kejutan sehingga membuat peta persaingan perebutan juara kian sengit.

Bermain di Etihad Stadium, Minggu (20/02) dinihari WIB, The Cityzen yang begitu tampil dominan sepanjang laga, harus takluk dari tamu The Lilywhites dengan skor 2-3.

Tiga gol kemenangan The Lilyhites masing diciptakan oleh Dejan Kulusevski pada menit ke-4’ serta brace dari Harry Kane di menit ke-59’ dan menit ke-90+5’, sementara dua gol balasan tuan rumah dilesakkan oleh İlkay Gündoğan (33’) dan penalti Riyad Mahrez pada menit ke-90+2’.

Berkat kemenangan ini, Tottenham berhasil menjaga kans untuk masuk kembali ke posisi empat besar. Tim asal London utara ini pun menjadi tim pertama memberi kekalahan pertama bagi Manchester City di periode 2022. Skuad asuhan Antonio Conte kini masih tertahan di posisi ketujuh dengan raihan 39 poin dari 23 kali bertanding. Meski begitu, Hugo Lloris dkk masih menyimpan 3 laga tabungan.

Sementara bagi City sendiri, kekalahan dari Spurs tentu sangatlah mengecewakan, apalagi ini kekalahan perdana yang mereka rasakan di musim ini. Kehilangan tiga poin di markas sendiri membuat skuad asuhan Pep Guardiola gagal melebarkan jarak dari pesaingan terdekatnya, Liverpool, yang menguntit ketat di posisi kedua.

Bernardo Silva dkk tetap berada di puncak klasemen dengan raihan poin 63 dari hasil 26 kali bertanding. Poin The Cityzen sendiri kini hanya berjarak enam angka dari Liverpool yang notabene masih menyimpan satu laga tabungan dan berpeluang memperkecil jarak menjadi tiga angka apabila mampu meraih poin penuh.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim yang dalam beberapa pertandingan terakhir meraih hasil berbeda, menurunkan skuad terbaiknya masing-masing pada laga kali ini.

Sejak menit awal, tuan rumah City mencoba mengontrol permainan dan memaksa Spurs mau tak mau harus bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Pada menit ke-4 seisi stadion tuan rumah dibuat diam oleh tim tamu. Lewat serangan yang dibangun dari belakang, bola diteruskan kepada Heung-min Son yang lepas dari jebakan offside dan dengan tenang Son meneruskan kepada Dejan Kulusevski. Tanpa grogi, Kulusevksi menceploskan bola yang melewati celah kaki pemain City. Spurs pun unggul 1-0 atas Manchester City.

Terkejut  akan gol Spurs, City pun mulai gencar melakukan agresi serangan ke jantung pertahanan lawan. Serangan demi serangan terus dilancarkan memanfaatkan kecepatan para sayapnya, yakni Raheem Sterling dan Phil Foden.

Pada menit ke-16 Joao Cancelo nyaris menyamakan kedudukan melalui sepakan plessingnya dari dalam kotak penalti Spurs. Akan tetapi, sepakan bek timnas Portugal itu masih melebar tipi di sisi kiri gawang Hugo Lloris.

Kevin de Bruyne dkk terus mengepung area pertahanan Spurs dan tidak membiarkan mereka mengembangkan permainan. Tepat menit ke-20, İlkay Gündoğan hampir saja membobol gawang Hugo Lloris, namun sayang bola sepakan Gündoğan hanya membentur tiang gawang.

Percobaan anak-anak City baru berbuah hasil pada menit ke-30, ketika Hugo Lloris gagal mengantisipasi umpan menusuk yang dilakukan Raheem Sterling. Bola tangkapan Lloris mental dan mengarah tepat di hadapan Gundogan. Tanpa membuang waktu lama, eks pemain Borussia Dortmund itu langsung menyambar bola dan membuat skor menjadi 1-1.

Tersisa 15 menit waktu babak pertama berakhir, tuan rumah begitu sporadis melancarkan serangan ke gawang Spurs. Akan tetapi, peluang demi peluang City mampu dipatahkan para pemain Spurs. Skor 1-1 ini pun bertahan hingga akhir.

Selepas turun minum, tempo permainan kedua tim semakin tinggi dan kian memanas. City tidak sama sekali mengendorkan permainan. Mereka tetap mencoba mengendalikan permainan.

Sementara Spurs tidak menyerah begitu saja dalam menahan agresi serangan dari tim tuan rumah. Rodrygo Bentancur dkk mencoba keluar dari tekanan dengan sesekali menekan balik lewat serangan balik cepat.

Tebukti pada menit ke-59 Spurs kembali unggul 2-1 melalui penyerang mereka, Harry Kane. Aktor tercipta gol kedua Spurs adalah Heung-min Son yang dengan cerdik memberikan umpan langsung ke dalam kotak penalti City. Kane yang lepas dari kawalan berlari menyambut bola tersebut langsung membelokan bola dengan kaki kanan sehingga mengelabui penjaga gawang City, Ederson Moraes.

Di babak kedua Spurs tampak mulau keluar dari tekanan dan mulai meladeni permainan tuan rumah City.

Petaka bagi City, ketika Harry Kane kembali membobol gawang Ederson di menit ke-73 memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Dejan Kulusevski. Beruntung bagi tuan rumah, wasit menganulir gol Harry Kane karena Dejan Kulusevski sudah terlebih dahulu terjebak offside.

Pertandingan pun kembali berlanjut, dan kali ini City kembali mengambil alih permainan. Mereka terus melancarkan serangan demi serangan, namun mudah dipatahkan oleh barisan pertahanan Spurs.

Pada menit ke-88 sedikit terjadi kontroversi akibat kamelut yang terjadi di dalam kotak penalti Spurs. Para pemain City melayangkan protes kepada wasit karena menganggap terjadi hand ball yang dilakukan pemain Spurs dalam menghalau sepakan Bernardo Silva.

Wasit yang memimpin pertandingan menghentikan pertandingan sementara dan berkonfirmasi dengan pihak VAR. Rejeki pun menghampir Man City karena wasit menghadiahi penalti pada menit ke-90+2’. Riyad Mahrez yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya sekaligus menyamakan skor menjadi 2-2.

Ketika pertandingan akan memasuki menit akhir, Harry Kane muncul sebagai pahlawan sekaligus menjadi prahara bagi Man City. Lewat skema serangan balik, bola diteruskan kepada Kulusevski di sisi sayap dan dengan cepat memberikan umpan ke dalam kotak penalti City.

Melihat datangnya bola, Kane berlari ke arah bola dan memenangi duel udara dengan Kyle Walker dengan menanduk bola tersebut. Skor 3-2 pun berakhir hingga wasit meniup pluit panjang akhir pertandingan.

(LN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*