[Review EFL Carabao CUP-Perempat Final] Arsenal 1-4 Manchester City: “Ini seperti cuaca di Manchester” Pep Guardiola

sumber: @mancity

Banyak pendukung Manchester City yang merasa yakin bahwa kemenangan atas Arsenal dini hari 23 Desember dalam ajang Carabao Cup, merupakan momentum untuk kembali ke performa terbaik mereka di Liga Primer Inggris. Seperti diketahui, City sepertinya tengah kesulitan dalam urusan mencetak lebih dari dua gol. Di tiga pertandingan terakhir liga Inggris, hanya total dua gol yang berhasil disarangkan City; yaitu saat imbang 1-1 dengan West Bromwich Albion, dan menang 1-0 atas Southampton.

              Pada laga dini hari tadi di Emirates Stadium, kandang Arsenal, City yang merupakan juara bertahan turnamen ini, berhasil menyarangkan empat gol ke gawang Arsenal. Gabriel Jesus (‘3), Riyad Mahrez (’54), Phil Foden (’59), dan Aymeric Laporte (’73) masing-masing mencetak satu gol. Arsenal sendiri hanya mampu membalas satu gol lewat Alexandre Lacazette (’31). Tidak heran kalau hasil ini memberikan angin positif bagi City yang dikenal selalu menang dengan skor besar sejak ditukangi Pep.

              Namun, Pep sendiri tampaknya belum yakin betul soal hal itu. Saat diwawancarai setelah pertandingan, Pep mengatakan bahwa gol kedua dan ketiga mereka bisa dikatakan beruntung. Kemenangan ini tidak bisa menjadi bukti bahwa rentetan kebuntuan City di depan gawang pada musim ini, akan berakhir. Dengan sedikit sinis Pep menyampaikan pendapatnya soal itu melalui analogi cuaca di kota Manchester.

“Ini seperti di Manchester. Tiap hari selalu hujan. Kalau satu hari mendadak cerah, bukan berarti cuacanya akan berubah. Ini cuma satu pertandingan, kita akan lihat ke depannya. Tapi kami senang bisa masuk semifinal lagi empat tahun berturut-turut. Kami mengawali dengan baik, kami kesulitan ketika mereka mengubah susunan pemain. Mereka mulai dengan lima pemain bertahan, dan ketika mereka ubah menjadi empat, kami sedikit kewalahan. Permainan kami di babak kedua jauh lebih baik, dan (mencetak) gol kedua dan ketiga di babak penyisihan seperti ini sangatlah penting.”

Mendung Masih Menyelimuti Arsenal

Sementara itu, mendung belum juga beranjak dari langit Arsenal. Tujuh laga tanpa kemenangan di liga Primer dengan hanya terpaut empat poin dari zona degradasi, ditambah tersingkir dari Piala Liga, membuat banyak orang meragukan kemampuan Mikel Arteta sebagai pawang The Gunners.

Setelah tertinggal cepat di awal laga, penampilan Arsenal tampak membaik dan harapan sempat terbit ketika mereka berhasil mencuri gol lewat Alexandre Lacazette. Namun, City tak bisa dibendung setelah berhasil menguasai pertandingan di babak kedua.

Gabriel Martinelli, pemain muda Arsenal yang baru sembuh dari cedera berbulan-bulan, dini hari tadi tampil cukup bagus dengan memberikan umpan-umpan matang. Sayang sekali, di awal babak kedua Martinelli terpaksa harus keluar lapangan karena cedera lagi.

Saat diwawancarai sesudah pertandingan, Arteta yang merupakan bekas asisten Pep di Manchester City, mengatakan bahwa meskipun ini hasil yang buruk, tetapi yang penting adalah fokus pada hal-hal yang bisa membantu tim ke depannya. Ini merupakan kekalahan ketiga Arteta sewaktu menjadi pelatih, saat bertemu tim mantan bosnya tersebut.

 “Ini momen yang amat menyakitkan. Kami mengawali laga dengan kebobolan sangat awal, dengan gol yang sangat mudah. Tetapi para pemain bereaksi dengan baik dan kami mulai membaik seiring laga berjalan.

Kami mencetak satu gol, gol yang sangat bagus, dan setelah itu saya pikir kami tim yang lebih baik di 25 menit berikutnya.

Ini hasil yang amat sulit diterima. Namun, kami pun harus melihat hal-hal yang bisa membantu kami ke depannya. Dan harus saya katakan, untuk pemain muda dengan skenario laga yang sangat berat, mereka tampil sangat bagus.”

Sejarah di Brentford Stadium

Sementara itu di laga Carabao Cup lainnya, Brentford berhasil menyingkirkan Newcastle United lewat gol tunggal Josh Dasilva (’66). Kemenangan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Brentford, yang untuk pertama kalinya melenggang ke semifinal Piala Liga.

“Menciptakan babak baru dalam sejarah Brentford adalah langkah besar,” kata manajer Brentford, Thomas Frank. “Begitu pun dengan cara kami mewujudkannya. Kemenangan ini benar-benar pantas kami dapatkan. Mestinya bisa lebih banyak (gol).”

Manajer Newcastle, Steve Bruce, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat diwawancarai setelah pertandingan.

“Saya sangat kecewa. Kami kehilangan kesempatan besar untuk mengantarkan tim ke semifinal. Kami cuma bermain dengan tidak bagus. Terlalu lama memegang bola, tidak banyak membuat mereka kerepotan, terutama dengan pemain-pemain depan yang kami miliki.”

Dua Tempat Tersisa

Selain Manchester City dan Brentford, dua tempat tersisa di semifinal akan diperebutkan oleh empat tim lainnya yakni Stoke City vs Tottenham Hotspur, dan Everton vs Manchester United.

The Lilly Whites yang selalu menang saat berhadapan dengan Stoke City sejak 2016, diprediksi akan dengan mudah melangkah ke semifinal.

Sementara itu, partai seru akan terjadi saat Manchester United dijamu Everton di Goodison Park.

Pertemuan terakhir kedua tim di liga primer 7 November 2020 silam di tempat yang sama, berakhir memuaskan bagi Setan Merah. Kala itu United membantai Everton 3-1.

Namun, kali ini mungkin ceritanya bisa berbeda. Setelah kalah 1-0 dari Leeds United pada 29 November, Everton belum pernah kalah di empat laga selanjutnya. Hasil sekali seri dan tiga kemenangan atas Chelsea, Leicester, dan Arsenal di Liga Primer, menunjukkan berbahayanya daya serang Everton.

Manchester United sendiri, setelah tersingkir menyakitkan dari Liga Champions, menunjukkan tren positif dengan tidak pernah menelan kekalahan. Selain itu, musim ini United tampil positif saat melakoni laga tandang, dengan mencatatkan 10 kemenangan beruntun.

Patut ditunggu kejutan-kejutan yang akan tercipta nanti! (DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*