Akhir pekan kemarin, Liga Spanyol kembali bergulir dan telah memasuki pekan kelima. Banyak sekali kejutan-kejutan yang terjadi dari setiap laga yang telah dipertandingkan.
Perebutan posisi puncak pun terjadi dengan rentetan hasil yang diraih dari tiap-tiap kontestan.
Jawara Liga Spanyol musim lalu, Real Madrid, berhasil mengambil alih posisi puncak berkat kemenangan 2-0 atas tamunya Levante, di mana Vinicius dan Benzema menjadi aktor kemenangan Si Putih atas lawannya tersebut.
Itu merupakan kemenangan ketiga Los Blancos secara beruntun dari total 4 laga di liga yang telah dimainkannya, dimana 1 laganya berakhir seri kala menjamu Real Sociedad di laga pembuka.
Itu artinya, skuad asuhan Zinedine Zidane telah mengumpulkan 10 poin dari total 4 kali bertanding dan unggul 1 poin atas Real Betis di posisi kedua dengan perolehan poin 9 dari total 5 kali bertanding.
Sementara itu, hasil berbeda diraih oleh rival Madrid yaitu Barcelona dan Atletico Madrid. Keduanya meraih hasil seri pada akhir kemarin, sehinggan hasil tersebut membuat Barcelona tertahan di posisi kelima dengan mengumpulkan poin 7 sedangkan Atletico harus turun jauh ke posisi 12 dengan mengumpulkan poin 5 dari total 3 kali bertanding.
Lini Depan Madrid Tumpul
Untuk Madrid sendiri, meskipun meraih hasil positif dan berhasil menguasai puncak klasemen Liga Spanyol, skuad asuhan Zidane tersebut kembali disorot.
Kali ini yang menjadi sorotan adalah tumpulnya lini depan Madrid dalam urusan membobol gawang lawan di mana Madrid dianggap minim dalam mencetak gol.
Pasca ditinggal Ronaldo ke Juventus, produktivitas gol Madrid sendiri mulai menurun. Bukan tanpa alasan, selama di Madrid dulu, Ronaldo sendiri merupakan juru gedor andalan Madrid selama 10 musim dan dia merupakan top skor sepanjang masa Real Madrid.
Bersama Benzema dan Bale, trio Madrid tersebut sangat ditakuti oleh lawan-lawannya karena kegarangan mereka dalam membobol gawang lawan.
Kini, trio tersebut telah menyisakan Benzema seorang karena baik Ronaldo maupun Bale telah hijrah ke klub barunya. Itu artinya, mau tak mau lini depan Madrid hanya mengandalkan Benzema dalam urusan membobol gawang lawan.
Madrid sendiri sejauh ini belum mendapatkan penyerang yang sepadan untuk menggantikan peran Ronaldo dan Bale, meski telah mendatangkan winger lincah yaitu Eden Hazard serta Luca Jovic yang dibeli mahal dari Frankfurt.
Keduanya sejauh ini sama-sama baru mencetak 1 gol buat Madrid padahal ini adalah musim kedua mereka di tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut.
Di liga sendiri, Benzema baru mencetak 1 gol bersama Ramos dan Valverde, sedangkan top skor Madrid sementara dipimpin Vinicius dengan 2 golnya.
Sang pelatih, Zidane, yang dianggap pelatih yang bertangan dingin ditambah lagi memiliki pendekatan yang erat terhadap para pemainnya dituntut untuk bisa memaksimalkan kedua pemain tersebut.
Pria berkepala plontos tersebut dituntut untuk bisa mengembalikan kegarangan tim ibukota tersebut seperti musim-musim sebelumnya dan menjadikan Madrid superior kembali.
Mampukah Hazard dan Jovic menjawab keraguan tersebut? dan mampukah Zidane membawa Madrid superior kembali?
(LN)
Leave a Reply