[Preview Serie A: Roma vs Juve] Ujian Pertama di Kandang Serigala

Sumber: @paulofonseca_oficial & @andreapirlo21

Lembar kisah Juventus yang baru telah dibuka dengan manis. Mereka berhasil menang tiga gol tanpa balas, penguasaan bola yang dominan selama laga, serta performa para debutan yang ciamik.

Di atas semua itu, yang paling menyita perhatian tentunya adalah sang pelatih, Andrea Pirlo. Sang Maestro menandai awal karir kepelatihan profesionalnya dengan laga yang sempurna. Usai laga, puja-puji dari publik banyak ditujukan kepada mantan pemain Juve tersebut. Keberhasilan Pirlo di laga kandang melawan Sampdoria seolah menepis banyak anggapan bernada sumbang akan kapasitasnya sebagai pelatih.

Namun sabar dulu, sebab start awal Juve pekan lalu belum bisa dijadikan kesimpulan. Sang juara bertahan “hanya” menang melawan Sampdoria. Sebenarnya, tanpa Pirlo pun, di atas kertas Juve sudah lebih diunggulkan untuk menang melawan Il Samp, tim yang musim kemarin terjerembab di papan bawah klasemen.

Ujian sesungguhnya bagi Pirlo langsung datang di giornata ke-2. Bersama Juve, mereka harus bertandang ke markas Serigala Roma, Senin (28/09/2020) dini hari nanti. AS Roma, yang meskipun masih belum solid secara tim akibat ketidakpastian transfer pemain, plus dinyatakan kalah di laga perdana akibat maladministrasi salah satu pemainnya, rasa-rasanya lebih layak untuk menguji Pirlo. Apalagi rekam jejak Giallorossi pun terbilang cukup bagus karena konsisten mengganggu Juve dalam perburuan scudetto di tahun-tahun ke belakang. Setiap musimnya, Roma masih tetap memiliki tekad yang sama, menjadi yang terbaik di Italia, khususnya memutus dominasi Juve yang telah bertahan sembilan tahun lamanya.

Tekad Menang di Kandang

Roma, bersama beberapa klub papan atas lainnya selalu diharapkan menjadi pesaing serius, bahkan menjuarai Liga Italia, gelar yang terakhir mereka rebut di musim 2000/2001 lalu. Untuk maksud ini, sudah terlihat beberapa upaya yang dilakukan, mulai dari mendatangkan pemain bertalenta, hingga pembenahan manajemen, hingga perubahan kepemilikan klub. Tujuannya jelas, membuat Roma kembali bertaji di Serie A.

Sayangnya, hal tersebut kurang terlihat ketika memasuki musim ini. Khusus di bursa transfer pemain, persiapan Roma terkesan biasa-biasa saja. Komposisi pemain musim ini tidak jauh berbeda dengan musim lalu. Selain masih berupaya mendatangkan Chris Smalling secara permanen dari Manchester United, Roma hanya mendatangkan Pedro Rodriguez dari Chelsea, meminjam Marash Kumbulla dari Hellas Verona, serta mempermanenkan Henrikh Mkhitaryan dari Arsenal.

Datangnya pemain baru, juga dibarengi dengan dilepasnya beberapa bintang. Alexandar Kolarov ditransfer permanen ke Inter Milan. Selain itu, ada pula Alessandro Florenzi berlabuh ke Paris Saint-Germain, Steven Nzonzi bergabung ke Rennes, dan terakhir Cengiz Under merapat ke Leicester City. Meski ketiga nama terakhir berstatus pinjaman, tetap saja hal tersebut sedikit mengurangi kekuatan tim. Florenzi sebelumnya sangat diandalkan di sektor pertahanan, bahkan pernah menjadi kapten AS Roma selepas kepergian Danielle De Rossi. Atau Under, penyerang lincah dari Turki yang sempat disebut-sebut sebagai “The New Paulo Dybala” karena dinilai punya kemiripan dalam gaya bermain.

Laga perdana Roma pekan lalu pun bisa dibilang mengecewakan. Il Lupi terpaksa bermain imbang dengan Hellas Verona, sebelum kemudian dinyatakan kalah oleh otoritas liga, akibat kesalahan maladministrasi. Amadou Diawara sebelumnya telah terdaftar sebagai pemain Roma U-22, yang sah-sah saja jika dimainkan di tim utama tanpa registrasi. Namun sejak Juli lalu, Diawara sudah berusia 23 tahun, dan manajemen lalai dengan tidak mendaftarkan kembali sang pemain. Akibatnya Roma dihukum kalah dari Verona 0 – 3 karena dinilai menurunkan pemain yang belum terdaftar secara resmi.

Kekalahan tersebut tentu bukan menjadi tanggung jawab pelatih atau pun pemain. Saat melawan Verona, Roma sebenarnya tampil cukup baik. Turun dengan formasi 3-4-2-1, mereka mendominasi penguasaan bola, 61 persen berbanding 39 milik Verona. Mereka juga menciptakan 21 tendangan, yang sayangnya hanya empat yang merarah ke gawang. Sepertinya, masalah lini depan Roma di laga tersebut sangat dipengaruhi ketiadaan sang kapten, Edin Dzeko.  Tarik-ulur transfernya membuat striker Bosnia itu harus ditepikan sementara oleh sang pelatih, Paulo Fonseca. Posisi ujung tombak saat tandang ke Verona justru diserahkan ke Mkhitaryan.

Untungnya, kabar terakhir dari ibu kota menyatakan bahwa Dzeko siap diturunkan di laga kontra Juve. Ketersediaan Dzeko ini sejalan dengan rumor kepindahannya ke Turin yang mulai mereda. Ketajamannya di lini depan dan kepemimpinannya dalam skuat sangat dibutuhkan, terutama di laga krusial kali ini. Fans Roma pastinya bahagia, sebab Dzeko tidak jadi pindah ke kubu rival, yang justru langsung dihadapi di pekan ke-2.

Dengan kehadiran Dzeko, AS Roma bisa lebih mantap ketika menjamu Juve. Apalagi, pertemuan terakhir keduanya di Serie A, Agustus silam, justru dimenangkan Roma dengan skor 3 – 1 di Allianz Stadium, markas Juve. Gol cepat Gonzalo Higuain dibalas lewat sepasang gol Diego Perotti dan satu sumbangan Nikola Kalinic. Faktor kembalinya Dzeko ke skuat dan kemenangan atas Juve di jumpa terakhir itu, membuat penggawa Roma yakin bisa mengalahkan Juve.

“Saat bertemu juara bertahan, tantangan yang kami terima pasti lebih besar. Tapi kami akan turun ke lapangan dengan motivasi memenangkan pertarungan. Bukan hanya untuk Juventus, tapi semua pertandingan. Roma harus punya mental juara,” ujar Pedro dalam situs resmi klub.

Tekad menang juga disampaikan Fonseca. Ia mengatakan sudah melihat permainan Juve di bawah polesan Pirlo. Meski mengakui bahwa Juve yang sekarang lebih dinamis dan memainkan pressing ketat, namun ia mengatakan pasukannya tidak gentar. Roma disebutkannya punya identitas permainan sendiri. Dan tentunya di laga melawan Juve nanti, Roma akan tampil dengan pemain terbaiknya.

Ujian Pertama Pirlo

Bertandang ke ibu kota adalah big match pertama sekaligus ujian bagi Andrea Pirlo. Euforia kemenangan di laga pertama sudah harus disingkirkan dahulu, sebab secara kualitas Roma tentu lebih baik dari Sampdoria. Namun, apresiasi memang tetap harus diberikan kepada Pirlo, yang meski minim pengalaman melatih, bisa meramu skuat Juve dengan baik. Tentunya Juventini ingin kembali melihat bagaimana tangan dingin Pirlo kembali menuai tripoin di laga tandang ke markas Serigala Ibu Kota. Maka, laga di Stadio Olimpico nanti adalah ujian pertama dan yang sesungguhnya bagi Pirlo.

Dari materi pemain, sepertinya akan ada perubahan pemain yang diturunkan Pirlo sejak menit pertama. Pirlo tentunya tidak boleh memandang enteng kubu ibu kota. Apalagi Roma sudah mulai solid kembali dan pastinya ingin menebus kekalahan di Verona dengan meraup tiga poin di kandang sendiri.

Melawan Sampdoria, Pirlo yang sebelumnya sudah mengatakan bahwa formasi yang diinginkannya di Juve adalah seperti di era Antonio Conte, yakni 3-5-2, menepati ucapannya dengan memakai formasi tersebut. Ketika menyerang, Juve menggunakan pola 3-5-2, dengan Juan Cuadrado dan Gianluca Frabotta di sayap kanan dan kirinya. Namun ketika bertahan, formasi Juve berubah menjadi 5-4-1, yang mengharuskan Cuadrado serta Frabotta berpindah posisi menjadi bek, menemani trio Leonardo Bonucci, Giorgio Chellini dan Danilo di belakang. Maka Kulusevski akan bergeser ke posisi Cuadrado sementara Aaron Ramsey berpindah ke pos yang ditinggalkan Frabotta, melengkapi Adrien Rabiot dan Weston McKennie di lini tengah. Khusus McKennie, penampilan apiknya kemarin bisa jadi membuatnya dipertahankan kali ini. Jika tidak, Arthur Melo berkesempatan memainkan debutnya saat menghadapi Roma.

Sepertinya Pirlo masih akan menggunakan formasi yang sama, namun dengan perubahan pemain. Lini belakang Juve sepertinya belum akan berubah, dengan Merih Demiral dan Danielle Rugani juga tersedia di bangku cadangan, siap untuk dimainkan. Satu tempat di depan pun sudah mutlak milik Cristiano Ronaldo. Tugas Pirlo selanjutnya adalah menentukan lini tengah, plus rekan duet Ronaldo.

Lini tengah Juve di laga nanti tentu akan menarik ditunggu. Frabotta, pemain muda dari akademi yang sebelumnya menjadi starter, sepertinya pasti dicadangkan untuk laga besar kali ini. Ia bisa digantikan Mattia Di Sciglio, yang menyerang dan bertahan sama baiknya. Atau, bisa juga diisi Ramsey yang pekan lalu tampil sangat baik dengan kontribusi assist bagi gol Ronaldo. Jika Ramsey berpindah ke sisi kiri, maka Rodrigo Bentancur dapat ditambahkan ke lini tengah Juve.

Paulo Dybala yang kabarnya sudah cukup fit, pun bisa jadi alternatif. Jika mentas sedari awal, maka Dybala akan berdiri sebagai trequartista di belakang Ronaldo dan Kulusevski. Artinya salah satu dari Ramsey, Bentancur hingga Arthur akan menjadi cadangan. Namun dengan kondisi Dybala yang baru pulih dari cedera, Kulusevski atau Ramsey adalah opsi paling siap di posisi itu. Ini hanya terjadi jika Morata dipasangkan dengan Ronaldo, sehingga Kulusevski harus rela bergeser ke sayap kanan, atau menempati pos trequartista. Apalagi pengalaman Morata yang pernah membela Juve di Serie A beberapa musim lalu, bisa jadi membuat Morata langsung dipercaya mendampingi Ronaldo sejak awal, terutama di laga krusial menghadapi Roma. Jika Pirlo tetap memasang Ronaldo-Kulusevski, maka Ramsey hampir dipastikan menjadi pelayan duet tersebut.

Pirlo dan Juve juga tentu ingin meraih poin penuh dalam lawatannya ke ibu kota kali ini. Karena itu, bisa saja sang allenatore Juve masih menggunakan formasi yang sama seperti pekan lalu. Namun, bisa juga publik akan dikejutkan dengan racikan baru sang pelatih, entah itu formasi atau pemain yang diturunkan. Ingat, di laga perdana lalu banyak yang terkejut karena Pirlo langsung memainkan McKennie dan Frabotta. Juga Ramsey dan Danilo yang musim kemarin jarang mendapat kesempatan. Dan tanpa disangka pula, semuanya bermain dengan baik.

Satu hal yang pasti, laga AS Roma versus Juventus nanti dipastikan akan sangat menarik. Tuan rumah sudah tentu bertekad menang, namun Juventus juga masih ingin menunjukkan bahwa merekalah yang terbaik di Italia. Akankan Fonseca yang berpengalaman akan tersenyum di akhir laga? Atau justru Pirlo bisa membuktikan kualitasnya, melewati ujian pertama dengan hasil sempurna?

Salam Olah Raga, Salam Sepak Bola!

Bravo Serie A!

Perkiraan Formasi

AS Roma (3-4-2-1): Mirante; Mancini, Kumbulla, Ibanez; Karsdorp, Diawara, Veretout, Spinazzola; Pellegrini, Mkhitaryan; Dzeko

Pelatih: Paulo Fonseca

Juventus (3-5-2): Szczesny; Danilo, Bonucci, Chiellini; Cuadrado, Bentancur, Rabiot, McKennie, Ramsey; Kulusevski, Ronaldo

Pelatih: Andrea Pirlo

Head to Head (Serie A)

Pertemuan: 172

Roma Menang: 41

Gol Roma: 185

Imbang: 49

Juventus menang: 82

Gol Juventus: 265

5 Pertemuan Terakhir

02-08-2020 Juventus 1 – 3 AS Roma (Serie A)

23-01-2020 Juventus 3 – 1 AS Roma (Coppa Italia)

13-10-2020 AS Roma 1 – 2 Juventus (Serie A)

13-05-2019 AS Roma 2 – 0 Juventus (Serie A)

23-12-2018 Juventus 1 – 0 AS Roma (Serie A)

(FA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*