Peluang Indonesia di Thomas Cup 2020

Sumber: bwfthomasubercups.bwfbadminton.com

Beberapa negara mengundurkan diri. Bagaimana peluang Indonesia di Thomas Cup 2020?

Gelaran turnamen bulutangkis beregu tertua di dunia Thomas & Uber Cup 2020 telah ditetapkan oleh federasi bulu tangkis dunia (BWF) akan berlangsung pada tanggal 3-11 Oktober 2020 di kota Aarhus, Denmark.

Pada awalnya ada 16 negara yang ditetapkan menjadi peserta turnamen dua tahunan tersebut. Keenambelas negara tersebut yaitu China, Jepang, Indonesia, India, Malaysia, Korea Selatan, Algeria, Mesir, Spanyol, Jerman, Belanda, Inggris, Prancis, Kanada, Skotlandia serta tuan rumah Denmark.

Namun dalam perjalanan waktu, ada beberapa negara yang menarik diri dari kepesertaanya di Thomas & Uber Cup 2020 dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang belum terkendali. Negara-negara tersebut antara lain Taiwan, Thailand, Australia, Hong Kong, dan Korea Selatan. Hong Kong awalnya mendapat undangan setelah Taiwan, Thailand dan Australia mengundurkan diri, namun mereka memilih untuk tidak ikut serta dalam ajang bergengsi ini.

Meski beberapa negara menyatakan mundur dari turnamen ini, BWF secara resmi dan tegas menyatakan akan tetap menyelenggarakan turnamen Thomas & Uber Cup 2020. “The TOTAL BWF Thomas and Uber Cup Finals 2020 in Aarhus, Denmark will go ahead despite Thailand withdrawing today,” dikutip dari Twiter resmi BWF setelah Thailand menyatakan mundur.  

Indonesia Berpeluang Besar Raih Thomas Cup 2020?

Dengan kondisi ini tentu menarik bagi kita untuk melihat bagaimana peluang tim nasional bulu tangkis Indonesia pada ajang bergengsi tersebut. PBSI sendiri telah mempersiapkan para pemainya sejak jauh-jauh hari termasuk dengan menggelar PBSI home turnamen di Cipayung, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di tim Thomas Indonesia saat ini memiliki dua tunggal putera yang berada di peringkat sepuluh besar BWF yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie di peringkat keenam dan ketujuh.

Sedangkan di ganda putera, tidak tanggung-tanggung Indonesia menempatkan tiga ganda sekaligus di sepuluh besar BWF dengan Kevin/ Markus dan Hendra/ Ahsan di peringkat satu dan dua, serta Fajar/Rian di peringkat keenam. Kondisi ini membuat Indonesia diunggulkan di tempat pertama oleh BWF pada perebutan Thomas cup 2020.

Melihat materi pemain dari kelima negara yang menyatakan mundur, Taiwan merupakan salah satu lawan berat karena memiliki tunggal putera Chou Tien Chen yang ada di peringkat dua BWF serta ganda Lee Yang/Wang Chi-Lin yang berada di peringkat tujuh dunia. Pemain tunggal dan ganda Taiwan ini seringkali menyulitkan para pemain Indonesia dalam turnamen-turnamen sebelumnya.

Meski Taiwan mundur, bukan berarti Indonesia akan dengan mudah menjuarai Thomas Cup 2020. Masih ada negara-negara yang selalu menjadi kekuatan bulu tangkis dunia diantaranya China, Jepang, serta tuan rumah Denmark. Ketiganya bersama dengan Indonesia dikenal sebagai Big Four Bulu tangkis putera dunia saat ini.

Tentu dengan tidak menganggap enteng lawan lainya, tim Thomas Indonesia harus fokus untuk memenangkan satu demi satu pertandingan jika ingin membawa pulang piala Thomas ke pangkuan ibu pertiwi.

Pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh negara peserta Thomas cup 2020. Semua turnamen BWF perseorangan ditiadakan selama masa pandemi sehingga sulit melihat perkembangan pemain selama lebih dari enam bulan ke belakang ini.

BWF sudah berjanji akan menyenggarakan Thomas & Uber Cup 2020 dengan protokol penanganan covid yang ketat. Dengan demikian maka seharusnya tidak perlu ada lagi negara peserta yang mengundurkan diri sebelum turnamen dimulai agar pecinta bulu tangkis dapat menyaksikan pemain-pemain idolanya berlaga.

Negara yang bisa menjadi juara Thomas cup 2020 tentu harus negara yang kuat tradisi bulu tangkisnya serta memiliki sistem latihan internal yang berkualitas. Indonesia punya keduanya. Mari kita doakan agar piala Thomas yang lepas sejak tahun 2004 dapat kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

(RM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*