Kabar duka kembali menyelimuti dunia sepak bola dan kali ini awan duka menaungi dunia sepak bola Ukraina. Kejadian naas dialami pelatih tim muda Shakhtar Donetsk yang menjadi korban konflik Rusia-Ukraina dalam beberapa pekan terakhir ini. Dilansir Sport Mirror, dirinya harus meregang nyawa akibat terkena serpihan peluru militer Rusia.
Rusia menginvasi Ukraina sejak 24 Februari lalu dan akibat invasi tersebut, 9100 orang dinyatakan tewas dan membuat setidaknya 1 juta penduduk Ukraina ungsikan diri mereka ke negara-negara lainnya .
Diantara korban-korban tersebut, salah satunya adalah pelatih tim muda Shakhtar Donetsk. Hal itu diumumkan langsung oleh CEO Shakhtar, Sergei Palkin, Kamis (3/3/2022). Dirinya juga mendesak warga Rusia agar bergerak menghentikan kegilaan pemerintahannya yang melakukan agresi ke Ukraina, demi menghindari jatuhnya korban jiwa lainnya.
“Salah satu karyawan kami terbunuh kemarin dan dia adalah pelatih tim anak-anak. Dia terbunuh akibat terkena pecahan peluru militer Rusia,” kata CEO Shakhtar Sergei Palkin.
“Dalam olahraga, rasa takut adalah perasaan yang mengurangi kemungkinan untuk menang menjadi nol. Rasa takut kalian untuk mengungkapkan penolakan terhadap perang di negara kami (Ukraina) menghancurkan kota-kota, rasa takut kalian itu berarti ribuan kematian dari warga sipil, rasa takut kalian adalah kematian anak-anak serta termutilasinya nasib jutaan orang. Rasa takut kalian untuk melawan rezim berdarah adalah kekalahan terbesar kalian,” ujar Sergei Palkin.
Kabar tewasnya pelatih tim muda Shakhtar Donetsk ini, kembali menambah daftar pelaku olahraga Ukraina yang tewas akibat invasi yang dilakukan Rusia.
2 Pesepakbola Muda Ukraina Tewas
Dua hari sebelumnya, dua pesepakbola Ukraina menjadi korban keganasan Rusia. Mereka adalah Dmytro Martynenko pemain FC Gostomel dan Vitalii Sapylo yang bermain untuk klub Karpaty Lviv.
Martynenko meninggal bersama ibunya akibat ledakan bom Rusia yang menghancurkan apartemen tempat tinggalnya, sementara Vitalii Sapylo tewas dalam pertempuran, dimana dirinya merupakan salah satu perwira Ukraina dengan pangkat komandan tank.
“Pikiran kami sekarang bersama keluarga, teman, dan rekan satu tim dari pesepakbola timnas Ukraina Vitalii Sapylo dan Dmytro Martynenko, kekalahan pertama yang dilaporkan sepakbola dalam perang ini, dan semoga mereka berdua beristirahat dengan tenang,” bunyi pernyataan FIFPRO.
Shakhtar merupakan salah satu klub tersukses di Ukraina dengan telah memenangkan 13 gelar liga domestik, 13 Piala Ukraina, 9 Piala Super Ukraina dan juga Piala UEFA. Meskipun invasi skala penuh Rusia ke Ukraina telah disepakati oleh Putin, Ukraina telah memerangi pasukan Pro-Rusia di wilayah Donbass sejak 2014.
Shakhtar tidak dapat memainkan pertandingan kandang mereka di Donbass Arena sejak konflik dimulai, terlebih lagi Donetsk terletak di Donbass. Shakhtar Donetsk saat ini berbasis di ibukota Kyiv, setelah sebelumnya bermukim di Lviv, sebuah kota yang terletak di perbatasan antara Ukraina dan Polandia.
Akibat kondisi yang tidak kondusif di Ukraina saat ini, federasi sepakbola Ukraina yaitu FFU untuk sementara menangguhkan seluruh pertandingan sepakbola yang sedang berlangsung demi menghindari dampak yang lebih buruk.
Imbas Invasi Rusia ke Ukraina
Semakin tegang dan memanasnya situasi di Ukraina akibat invasi yang dilakukan pemerintah Rusia membuat FIFA dan UEFA tidak tinggal diam dan akhirnya menjatuhkan sanksi kepada tim sepakbola Rusia.
FIFA dan UEFA secara tegas memberikan sanksi kepada tim sepakbola Rusia berupa larangan bertanding dari kompetisi internasional dan juga klub sampai menunggu pemberitahuan lebih lanjut.
Sebelumnya, federasi sepakbola Inggris, FA Inggris, secara tegas mengeluarkan pernyataan menolak rangkaian pertandingan melawan Rusia baik di level internasional maupun klub.
Selain itu, bos Chelsea, Roman Abramovich juga didesak oleh dewan parlemen Inggris agar melepaskan semua aset-asetnya dan menjual seluruh sahamnya di klub London Barat. Desakan itu dilakukan lantaran taipan asal Rusia itu memiliki hubungan yang dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Tak sampai disitu saja, dimana salah klub Bundesliga Jerman, FC Schalke 04, mengambil tindakan dengan memutus jalinan kerjasama dengan perusahaan energi raksasa Rusia, Gazprom, yang juga merupakan sponsor utama bagi klub berjuluk The Royal Blues.
(LN)
Leave a Reply