[MotoGP] Pecco Bagnaia Fokus Kejar Menang di Sisa Seri MotoGP

Pembalap dari tim Ducati yakni Francesco Bagnaia kembali meraih kemenangan dengan menyelasaikan balapan dengan waktu tercepat yakni 0:41:43.199 pada gelaran MotoGP seri ke-14 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu (04/09) akhir pekan lalu.

Kemenangan tersebut membuat rekor tersendiri bagi pembalap asal Italia itu, di mana dirinya sukses mencatatkan empat kemenangan secara beruntun dan itu semua diraihnya dengan mencapai podium pertama.

Hasil itu juga membuat dirinya kini naik ke posisi kedua pada daftar klasemen dengan menggeser Aleix Espargaró dari Aprilia Racing Team Gresini. Perolehan poin Bagnaia saat ini 181 poin, sementara Fabio Quartararo masih memuncaki klasemen dengan 211 poin, dan itu artinya selisih poin Bagnaia dengan Quartararo hanya terpaut 30 poin.

Meski berhasil mencapai kemenangan dan membuat rekor tersendiri baginya, pembalap berusia 25 tahun itu mengaku belum mau fokus mengejar ketertinggalannya dari sang pemuncak klasemen sementara.

Pecco (sapaan akrabnya) mengatakan bahwa 30 poin itu masihlah terlalu banyak. Dirinya tidak mau terlalu over optimis karena bisa menjadi bumerang untuknya. Jadi, dia tidak mau fokus mengejar ketertinggalan poin tersebut, melainkan ingin fokus untuk tetap tampil konsisten di setiap balasan.

“Sepertinya hari ini (saat balapan), jika saya melihat kemungkinan untuk menang, maka saya akan coba melakukannya,” ujara Bagnaia, dikutip Motorsport.com, Jumat (09/09/2022) kemarin.

Bagnaia juga menambahkan, apabila dilihat secara keseluruhan, timnya sudah berkerja dengan sangat baik di sepanjang akhir pekan. Sebab, dirinya bisa selalu kuat serta tampil konsisten, bahkan sangat berbeda dibandingkan paruh pertama musim ini.

“Saya baru akan mulai memikirkan terkait gelar juara dunia apabila saya sudah berselisih sepuluh atau lima poin dari pemuncak klasemen,” kata Bagnaia.

Rider kelahiran Torino, Italia, yang juga merupakan didikan VR46 Riders Academy milik legenda hidup MotoGP Valentino Rossi tersebut mengaku bahwa dirinya sudah terlalu banyak melakukan kesalahan karena terlalu memikirkan soal kejuaraan sehingga membuat dirinya kerapkali kehilangan poin penting.

“Jadi, target saya sekarang adalah untuk tetap selalu kompetitif, tetap melaju dan selalu di depan, serta mencoba untuk menang, bahkan selalu berada di depan rival saya,” ujarnya.

Dirinya secara blak-blakan mengatakan bahwa pola berpikir seperti itulah yang membuat penampilan dirinya di paruh kedua musim ini menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

(LN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*