Menengok Masa Kelam Pemain Sepak Bola Sebelum Jadi Kaya Raya

Banyak pemain sepak bola saat ini yang bergelimang harta. Gaji besar, mobil bagus, dan bergaul dengan orang-orang paling terkenal di muka bumi. Sepak bola memang telah menjadi lahan basah berkat miliaran pencinta setianya, juga sponsor dan media, yang rela jorjoran demi memenuhi sasaran masing-masing.

Namun, tidak banyak pemain yang berhasil mengejar impian mereka untuk menjadi besar di olahraga ini. Meski begitu, para pemain yang sukses dalam permainan ini, sebenarnya berasal dari latar belakang sederhana, dengan kisah-kisah yang bisa menyedihkan sekaligus mengharukan.

Berikut beberapa pemain yang mengalami kemalangan dalam hidupnya, sebelum dewi nasib mempertemukan mereka dengan takdir di dunia sepak bola.

Victor Moses

https://www.instagram.com/p/CRgUgR9gu8V/

Pemain 30 tahun, Victor Moses, kini berseragam Spartak Moskow, salah satu tim raksasa Rusia. Pemain timnas Nigeria ini, termasuk salah satu pemain terkaya di negaranya. Namun, cobaan dalam hidupnya menghampiri saat dirinya baru berusia 11 tahun. Ayahnya adalah seorang pendeta Kristen di kota Kaduna, dan ibunya, Josephine, menyibukkan diri membantu suaminya.

Saat pecah konflik agama berdarah di Nigeria pada tahun 2002, kedua orang tuanya dibunuh. Moses mendengar kabar nahas tersebut selagi bermain sepak bola di jalanan. Karena dirinya juga diincar, Moses pun disembunyikan oleh teman-temannya selama seminggu.

Belakangan, Moses dibawa pindah ke Inggris, tempat dirinya ditemukan oleh pencari bakat dari tim Crystal Palace. Pemuda belia asal Nigeria itu lalu didaftarkan di akademi The Eagles, dan berhasil membuktikan diri sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di London. Kini, Moses selalu bermain dengan keyakinan bahwa kedua orang tuanya selalu memandanginya dengan bangga atas keberhasilan putra mereka, meskipun harus bertumbuh di tengah cobaan hidup seberat itu.

N’Golo Kante

https://www.instagram.com/p/CSfOJdqoCmN/

Sulit untuk menentukan pemain mana di lapangan pertandingan, yang lebih rendah hati dibandingkan N’Golo Kante. Pemain timnas Prancis ini bukanlah tipe pemain yang suka merayakan gol atau kemenangan dengan selebrasi gila-gilaan layaknya pemain lain. Kante selalu terlihat kalem dan merendah.

Kedua orang tuanya adalah imigran asal Mali, dan Kante baru berusia 4 tahun saat ayahnya meninggal dunia. Menyadari tanggung jawab barunya untuk menyokong hidup ibunya, Kante pun mulai bekerja memulung sampah di wilayah tempat tinggalnya. Dirinya harus mondar-mandir di wilayah timur Paris, demi mencari sampah berharga yang bisa dijualnya ke perusahaan daur ulang untuk mendapatkan uang. Si Juara Dunia ini bahkan pernah mengumpulkan sampah yang dibuang para penonton di Stade de France saat gelaran Piala Dunia 1998.

Bakatnya untuk bersinar di lapangan hijau, akhirnya terlihat oleh para pelatih lokal, yang lalu membantunya mengembangkan kemampuannya. Sejak itu, pemain 30 tahun itu pun lepas landas. Sebagai pemegang gelar Juara Dunia bersama Prancis, kisah Kante memang bermula sederhana, namun dirinya kini patut dianggap sebagai salah satu legenda sepak bola modern.

Zlatan Ibrahimovic

https://www.instagram.com/p/CTrZjNLlcwZ/

Meski tidak terkesan sebagai orang yang paling rendah hati, namun hidup Zlatan Ibrahimovic saat bertumbuh di kota kelahirannya, Malmo, tidaklah mudah. Ayah si Raksasa Swedia ini adalah pencandu alkohol, dan jarang menafkahi keluarganya. Hal ini membuat Zlatan harus menopang dirinya dan adik-adiknya. Sebagai imigran, peluang Zlatan untuk bekerja dan mendapatkan uang, tidaklah banyak. Alhasil, dia mulai mencopet dan mencuri sepeda. Mantan penggawa Manchester United ini pun mengakui bahwa seandainya karier sepak bolanya tidak berhasil, dirinya pasti akan keluar masuk penjara.

Berbekal tekad dan ketekunan yang luar biasa, Zlatan pun berhasil mengabadikan namanya di dunia sepak bola dan menghasilkan begitu banyak uang, hingga mampu membayar ganti rugi kepada semua korban pencuriannya dahulu.

Bebe

Bagi yang masih ingat pada masa-masa gemilang selama Sir Alex Ferguson menukangi Manchester United, nama Bebe pastilah termasuk salah satu pembelian yang paling dikenang. Pelatih asal Skotlandia itu belum pernah melihatnya bermain, namun memutuskan untuk membelinya seharga 7 juta pounds.

Meski penyerang asal Portugis tersebut gagal bersinar di Old Trafford, namun itu bukanlah masalah baginya jika dilihat dari sisi keuangan.

Satu setengah tahun sebelum pindah ke Inggris, Bebe tinggal di rumah penampungan dan terkadang bahkan tidur di jalanan. Orang tuanya menelantarkan dirinya sewaktu masih bayi, dan neneknya kemudian menitipkannya di penampungan Katolik. Untungnya, dia memiliki kemampuan sepak bola yang cukup bagus untuk menjadi pemain profesional.

Dia mungkin bukan pemain yang sangat kaya, namun penggawa Rayo Vallecano itu bisa dipastikan menghasilkan cukup uang selama di Inggris dan Spanyol, untuk menikmati hidup yang jauh lebih layak dibanding kehidupannya terdahulu.

Juan Cuadrado

https://www.instagram.com/p/CQ4pG6zDFPs/

Sebagai pemain berusia 33 tahun, karier sepak bola Juan Cuadrado memang tampaknya akan segera meredup. Namun pastinya, saat gantung sepatu nanti, pemain timnas Kolombia ini akan sangat bersyukur atas hidup berkecukupan yang berhasil dibangunnya untuk dirinya dan keluarganya. Apalagi setelah pengalaman traumatis ketika menyaksikan ayahnya ditembak mati saat berusia 4 tahun, dan harus bersembunyi di bawah tempat tidur agar tidak bernasib sama.

Cuadrado tumbuh di Necocli, tempat kekerasan akibat perdagangan narkoba adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Setelah pembunuhan ayahnya, dia pindah ke tempat neneknya. Pada usia 13 tahun, bakatnya mulai dilirik para pelatih. Setelah hanya bermain satu tahun di klub Independiente Medelin, pemain sayap berbakat itu dipinang oleh klub liga Serie A Italia, Udinese.

Sejak itu, Cuadrado tidak lagi menoleh ke belakang, dan terus menikmati kehidupan yang serba berkecukupan di sepak bola. Meski hal itu tak mungkin terjadi tanpa keberuntungan dan bakat, namun harus diakui bahwa pemain berjuluk La Vespa ini, memang pantas mendapatkannya.

Diterjemahkan dari akun Youtube Goalside!

(DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*