Kalahkan China, Pasukan Garuda Membuka Asa Berlaga di Piala Dunia 2026

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi terciptanya sejarah yang diciptakan para punggawa Garuda. Bermain di SUBK, Kamis (5/6/2025), Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan krusial 1-0 atas China dalam laga lanjutan fase grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter sendiri yang memadati stadion, skuad asuhan Patrick Kluivert sukses mengamankan tiga poin penting lewat gol semata wayang dari Ole Romeny melalui sepakan penalti di menit ke-44’.

Berkat tambahan tiga poin penting ini setidaknya mengamankan posisi Jay Idzes dkk untuk tetap berada di empat besar klasemen grup C dengan raihan 12 poin. Meski tak lolos langsung secara otomatis, pasukan Merah Putih berhasil mengamankan satu tempat untuk bertarung di babak empat kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tidak itu saja, Timnas Indonesia juga sukses membalas dendamkan ketika kalah 1-2 dari Negeri Tirai Bambu pada laga keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 di Qingdao Stadium, Selasa (15/10/2024) sekaligus memupus harapan China untuk berlaga di Piala Dunia 2026.

Kemenangan ini tentu menjadi modal penting bagi Indonesia sebelum terbang menuju Jepang dalam melakoni laga pamungkas fase grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (10/6/2025).

Jalannya Pertandingan

Di pertandingan kali ini, bisa dibilang laga hidup mati bagi kedua tim untuk menentukan masa depannya bisa berlaga di Piala Dunia musim depan.

Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert turun dengan susunan terbaiknya sekaligus menjadi ajang debut bagi penjaga gawang Emil Audero yang menggantikan Maartin Paes yang absen karena akumulasi kartu.

Sejak pluit kick-off dibunyikan, tensi pertandingan sudah terasa membara. Timnas Indonesia langsung tampil agresif, berusaha menekan pertahanan Team Dragons (julukan timnas China) yang terkenal solid.

Jual beli seranganpun tak terhindarkan dari masing-masing tim. Tercatat, laga baru berjalan 20 menit skuad Garuda mampu menciptakan enam tendangan dan satu mengarah ke gawang China yang dikawal

Tak tinggal diam begitu saja, tim tamu pun merespon ancaman tersebut dengan mencoba melakukan serangan balik cepat. Terbukti beberapa kali China lebih mendapatkan peluangnya melalui sepakan pojok, namun mampu diantisipasi para pemain bertahan Indonesia.

Para pemain Indonesia di babak pertama terlihat begitu menguasai jalannya pertandingan, namun setiap serangan yang dibangun kurang begitu efektif ditambah lagi kurangnya penyelesaian akhir.

Kesucian gawang China akhirnya ternoda juga di 40 menit babak pertama berjalan. Melalui peninjauan VAR, wasit akhirnya memberikan hadiah penalt kepada tuan rumah Indonesia usai Ricky Kambuaya dilanggar bek China di dalam kotak penalti.

Sempat dikelabui oleh aksi kapten Indonesia Jay Idzes yang alih-alih siap mengeksekusi penalti, bola pun diberikan kepada Ole Romeny untuk menjadi sang algojo. Penyerang 24 tahun itu dengan dingin dan sukses membawa timnya unggul 1-0 atas China.

Seketika seisi SUGBK pun meledak dalam euforia tak terbendung dan sorak sorai serta nyanyian dukungan menggema di seluruh stadion merayakan gol tersebut. Keunggulan 1-0 ini pun bertahan hingga turun minum.

Selepas turun minum, kedua tim belum melakukan pergantian pemain satupun.

China yang lagi dalam kondisi tertinggal mengubah strategi permainan mereka. Dua menit berjalannya babak kedua, para pemain mendapatkan peruntungan untuk ciptakan gol, namun sepakan pemain Negeri Tirai Bambu masih bisa diselamatkan Emil Audero. Kiper berkebangsaan Indonesia-Italia itu tampil cukup baik terhitung dari babak pertama.

Timnas Indonesia langsung merespon ancaman yang diberikan kepada mereka. Dari pinggir lapangan, terlihat asisten pelatih Indonesia, Alex Pastoor menginstruksikan para pemainnya untuk menaikkan itensitas serangan memanfaatkan kombinasi lini depan yang dimotori Egy Maulana Fikri, Ricky Kambuaya, dan Ole Romeny.

Terbukti bahwa ketiga pemain tersebut seringkali membuat lini pertahanan China kocar kacir ditambah dukungan lini tengah mumpuni yang dikomandoi oleh Tom Haye dan Joey Pelupessy sebagai penyambung antar lini.

Hingga laga memasuki menit ke-74’, timnas Indonesia masih belum menambah pundi gol. Terlihat kalau penyelesaian akhir masih menjadi masalah bagi pasukan Garuda Pertiwi. Melihat situasi ini, Patrick Kluivert akhirnya melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Kevin Diks dan Beckham Putra demi menambah daya gedor.

Sementara di sisi lain, China juga masih mengalami kebuntuan dalam menyamakan kedudukan. Terlihat beberapa momen kalau para pemain China terlihat sedikit frustasi sehingga kerapkali membuat pelanggaran tak penting.

Memasuki menit ke-80 pemain Indonesia kembali gagal memanfaatkan peluang karena di sisa 10 menit terakhir Indonesia lebih mendominasi permainan.

Skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia atas China bertahan hingga wasit meniup pluit panjang akhir dari laga kedua tim tersebut.

Setelah laga ini, Rizki Ridho kolega akan melawat ke kandang Jepang dalam melakoni laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di putaran ketiga pada 10 Juni mendatang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*