Tersingkirnya Juventus di delapan besar UEFA Champions League karena kalah produktivitas gol di laga kandang seperti memperpanjang ketidakberuntungan Juventus di Champions League selama beberapa tahun terakhir.
Bahkan Ronaldo sekalipun tidak dapat memperpanjang napas Juventus. Musim lalu Juventus kandas di perempat final dari Ajax kemudian musim ini kandas lagi di babak 16 besar. Ini merupakan hasil yang buruk tentunya untuk tim sekelas Juventus.
Di setiap kekalahan harus ada yang bertanggung jawab. Kali ini Maurizio Sarri yang yang jadi tumbal. Sang pelatih dipecat tidak lebih dari 24 jam sejak Juventus tersingkir. Tidak lama berselang, setelah beredar nama-nama calon pelatih seperti Mauricio Pochettino, Gian Piero Gasperini, hingga Zinedine Zidane, satu nama muncul tanpa diduga: Andrea Pirlo.
Sindrom Guardiola
Setelah keberhasilan Guardiola bersama Barcelona, yang awalnya dianggap sebagai perjudian namun ternyata berbuah hasil gemilang, beberapa klub lainnya coba meniru skema yang sama. Ada yang untung ada yang buntung.
Real Madrid beruntung dengan Zidane. Juventus berada di deretan klub yang pernah buntung. Tahun 2009, Juve menunjuk mantan pemainnya Ciro Ferrara sebagai pelatih. Hasilnya, Sang Nyonya Tua terdampar di peringkat 7 di akhir klasemen.
Bagaimana dengan Antionio Conte, bukankah Conte cukup berhasil dengan Juve? Conte jelas tidak bisa dibandingkan secara head-to-head kan dengan Guardiola atau Ferrara. Dia datang ke Juve setelah punya pengalaman menjadi pelatih di Bari, Atalanta dan Siena. Jadi tidak newbie-newbie amat ya.
Penunjukan Pirlo jelas menunjukan Juve terkena sindrom ini lagi. Nilai plusnya adalah Pirlo merupakan pemain tengah seperti Guardiola atau Zidane yang dianggap punya modal lebih sebagai pelatih sebab berpengalaman dalam mengatur jalannya tim. Berbeda dengan Ferrara yang seorang mantan bek sentral.
Nilai minusnya adalah minimnya pengalaman. Baik Guardiola maupun Zidane setidaknya pernah menangani tim muda Barca maupun Madrid. Pirlo sebelumnya baru ditunjuk menjadi pelatih Jubentus U-23. Belum sempat bekerja dia sudah naik pangkat jadi pelatih tim utama.
Renzo Ulivieri, Presiden Asosiasi Pelatih Italia bahkan memastikan bahwa Andrea Pirlo sebenarnya belum punya lisensi kepelatihan yang menjadi syarat untuk melatih klub Serie A. Namun, mantan pemain AC Milan itu mendapat pengecualian dan tetap bisa melatih.
Juventus bakal untung atau buntung di musim ini? Coba sampaikan komentarmu!
(MAA)
Leave a Reply