Graham Potter Didepak Dari Kursi Kepelatihan Chelsea

Chelsea akhirnya resmi mengumumkan untuk mengakhiri jalinan kasih dengan Graham Potter. The Blues mendepak pelatih asal Inggris itu dari kursi pelatih menyusul serangkaian hasil buruk yang didapat Chelsea dalam musim ini.

Pengumuman akan pemecatan Potter terjadi satu hari kemudian pasca dirinya memimpin The Blues melakoni pekan ke-29 Liga Inggris kontra Aston Villa di Stamford Bridge, markasnya sendiri. Alhasil, Matteo Kovacic dan kolega tak bisa berbuat apa-apa dan harus takluk 0-2 dari tamunya tersebut.

Pemecatan terhadap Potter diumumkan Chelsea secara resmi pada Minggu (02/04) atau Senin dini hari WIB via situs web official klub.

Hasil inilah yang menjadi faktor utama Graham Potter dipecat, ditambah lagi penampilan inkonsisten Chelsea di musim 2022/2023. Chelsea sendiri di Liga Inggris kini berada di posisi paling buruk dalam keikutsertaannya di ajang domestik.

“Chelsea mnegumumkan bahwa Graham Potter telah meninggalkan klub,” demikian bunyi pernyataan di laman resmi klub.

“Chelsea juga berterima kasih kepada Potter atas kinerja serta dan kontribusinya, dan juga berharap yang terbaik untuknya,” lanjut isi pernyataan tersebut.

Baru Seumur Jagung

Potter sendiri belum satu tahun menahkodai klub London Biru tersebut. Dirinya datang ke Stamford Bridge pada September 2022 lalu untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat.

Manajemen Chelsea kepincut merekrut pelatih berusia berusia 48 itu dari Brighton Albion usai dirinya berhasil membawa Brighton bertengger di sepuluh besar klasemen akhir Liga Inggris musim 2021/2022.

Diharapkan dapat membawa perubahan untuk klub, Chelsea justru memburuk dan kerapkali tampil di bawah peforma bersama Potter.

Chelsea sendiri kini menempati peringkat ke-11 klasemen Liga Inggris 2022/2023. Dari 28 laga yang sudah dilakoni, Thiago Silva dkk mencatatkan 10 hasil kemenangan, 8 kali hasil seri, dan telah 10 kali menelan kekalahan.

Di Piala FA, The Blues hanya mampu mencapai putaran ketiga. Hal ini serupa terjadi pada perjalanan mereka di Piala Liga Inggris musim ini.

Secara keseluruhan bersama Chelsea di semua ajang, Graham Potter mencatatkan 31 pertandingan, di antaranya 12 hasil menang, 8 kali hasil seri, dan 11 kali menelan hasil kalah.

Tidak sampai disitu saja, Opta mencatat bahwa Graham Potter menjadi pelatih terburuk dengan rasio kemenangan paling sedikit dalam 20 pertandingan Chelsea di Liga Inggris. Potter tidak lebih baik dari Glenn Hoddle, Ian Porterfield, Ruud Gulit, bahkan Frank Lampard.

Meski begitu, untuk level Liga Champions, Graham Potter setidaknya berhasil membawa Chelsea mempunyai harapan denga lolos ke babak perempat final. Akan tetapi, di perempat final nanti, mereka akan berhadapan dengan sang Raja Eropa, Real Madrid.

Setelah apa yang dilakukan Chelsea di musim ini dengan menggelontorkan uang hingga 550 juta poundsterling dalam berbelanja pemain seolah tak sepadan dan jauh dari hasil baik yang diraih Chelsea bersama mantan pelatih Brighton Albion tersebut.

Bruno Saltor Jadi Pelatih Kepala Sementara

Sembari mencari melatih baru pasca dipecatnya Graham Potter, pihak klub langsung menunjuk asisten pelatih Bruno Saltor sebagai pelatih kepala sementara.

Bruno Saltor ditunjuk pihak klub dan akan memimpin tim untuk pertandingan Liga Inggris hari Rabu (05/04) di kandang melawan Liverpool. Seminggu kemudian, mereka akan terbang ke Madrid untuk bersua Real Madrid di babak perempat final Liga Champions 2023, Kamis (13/04).

(LN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*