Gareth Bale Akan Datang ke Old Trafford?

Sumber: @garethbale11

Tahun 2007, Gareth Bale memulai debut liga Inggris di Old Trafford bersama Tottenham. Penampilannya begitu gemilang, hingga fans Tottenham mengejek Ryan Giggs, “Kau itu Gareth Bale versi hancur!”

Sejak itu, tiada musim panas berlalu tanpa kabar pinangan dari Setan Merah atas The Cannon. United tercatat memberikan empat kali tawaran resmi, yakni di tahun 2007, 2013, 2015, dan 2020 ini. Semuanya gagal. Kegagalan terakhir ini tampaknya mempertegas kenyataan bahwa Bale memang tidak ditakdirkan untuk berkostum United.

Di tahun 2007, pelatih United saat itu Sir Alex Ferguson sebenarnya sudah ingin merekrut Bale. Bakat dan potensi Bale sudah terlihat dari prestasinya menjadi pemain termuda di timnas Wales (17 tahun), sekaligus pemain muda terbaik di Footbal League. Pada Januari 2007, Ferguson mengajukan penawaran atas Bale pada Southampton, klubnya saat itu, dan bahkan menawarkan untuk meminjamkan kembali Bale selama 18 bulan sebagai bagian dari kesepakatan.

Tapi Manajer Southampton saat itu, George Burley, mengatakan bahwa United tidak menyetujui harga yang ditetapkan klub, karena Ferguson dan Chief Executive saat itu, David Gill, meragukan kemampuan bertahan Bale – yang saat itu masih berposisi bek kiri. “Kami sudah menjual Theo Walcott sebesar 12 juta pound dan mereka menawarkan tiga juta dari harga empat juta, jadi kami tolak. Saya rasa mereka agak cemas dengan kemampuan defensifnya.”

Musim panas 2007, di tengah kesulitan finansial dan Bale yang menolak memperpanjang kontraknya, Southampton akhirnya terpaksa melepas Bale ke Tottenham dengan uang muka 5 juta pound yang akan berkembang menjadi 10 juta pound. Pada stasiun ESPN, Ferguson menjelaskan pada saat itu bahwa tawaran United sebenarnya sesuai dengan “potensi” Bale, dan Tottenham “keliru” dengan menjanjikan dia posisi di tim utama.

Kata-kata Ferguson itu mungkin ada benarnya. Sebagai pemain muda “yang cara mainnya lebih seperti gelandang daripada bek,” Bale butuh waktu untuk beradaptasi. Dia bahkan nyaris bergabung dengan Middlesbrough untuk ditukar dengan Stewart Downing. Baru pada musim 2010/2011, Bale tampil lebih dari 30 kali di Liga Inggris untuk Tottenham.

Cinta MU ke Bale Bertepuk Sebelah Tangan

Di musim 2013, kebintangan Gareth Bale mulai tampak. Bale memenangi penghargaan PFA untuk Pemain Terbaik Tahun Ini, sekaligus Pemain Muda Terbaik Tahun Ini. Potensi yang dilihat Ferguson dalam pemuda asal Wales itu, ternyata tepat. Bale telah berubah dari bek kiri menjadi pemain sayap dengan naluri gol yang tinggi. Ferguson yang masih kesal karena gagal mendapatkannya di tahun 2007 memberi komentar, “Kami kecewa pada Southampton saat itu, karena kami yang lebih dahulu (mengajukan tawaran), tapi mereka tak pernah mengabari kami. Bukan anak itu (Bale) yang menolak kami, tapi Southampton.”

Akhir tahun itu, Ferguson pensiun dan digantikan David Moyes. Moyes segera menargetkan Bale dalam daftar belanjanya saat itu, bersama Cesc Fabregas, saat itu pemain tengah Barcelona. Ed Woodward yang baru saja menggantikan David Gill, juga menyukai Bale dan memastikan Moyes untuk merekrutnya. Tidak tanggung-tanggung, United memberikan tawaran 86 juta pound. Lebih tinggi dari tawaran Real Madrid. Namun sayang sekali, Bale lebih dahulu memilih Real Madrid. Setelah Fabregas pun gagal didapatkan, Moyes akhirnya harus puas dengan Marouane Fellaini.

Sepeninggal Moyes, yang hanya bertahan 10 bulan di Old Trafford, Louis Van Gaal juga kembali mengincar Bale. Tahun 2014 dan 2015, Van Gaal berusaha mencari celah untuk mendapatkan Bale. Namun Madrid menutup rapat-rapat kemungkinan tersebut.

Jose Mourinho yang menggantikan Van Gaal, menegaskan kemungkinan bahwa Woodward masih tertarik untuk mendatangkan Bale. Mourinho memaklumi kesulitan untuk mewujudkan hal itu, dan memberikan komentar sinis, “Saya tidak merasa dia (Bale) ingin pindah, jadi kenapa harus buang-buang waktu dan energi untuk itu?” Di malam menjelang final Piala Super Spanyol 2017, Mourinho menegaskan bahwa dia akan bertarung untuk mendapatkan Bale, jika Bale tidak menjadi starter di laga itu. Ternyata Bale menjadi starter, dan Mourinho pun berkomentar, “Permainan sudah berakhir. Kini semua tahu bahwa dia akan bertahan.”

Tahun ini, Bale telah berusia 31 tahun. Namun bintangnya belum meredup. Kedatangan Bale ke Old Trafford sebagai pemain MU, masih akan disambut dengan penuh harapan dan optimisme oleh pendukung setia MU. Aksi-aksi hebatnya seperti saat melawan Barcelona di Piala Raja Spanyol, dan final liga Champions Eropa melawan Liverpool, masih menjadi daya tarik besar bagi MU untuk meminangnya. Namun seperti di tahun 2007, Tottenham kembali menikung United dan mendapatkan Bale.

Meski begitu, dengan mempertimbangkan usia Bale saat ini, gajinya yang selangit – yang juga berpotensi menimbulkan masalah di ruang ganti, tingkahnya yang kurang profesional selama di Madrid, serta lebih mempertimbangkan untuk pindah ke liga China dan menolak tiga kali tawaran Manchester United, maka sebenarnya keputusan untuk tidak meminangnya adalah keputusan terbaik yang bisa diambil Solksjaer. Selain itu, MU juga masih dihantui mimpi buruk soal rekrutan mahal yang tidak memberi kontribusi maksimal, seperti Alexis Sanchez.

Sepinya Bursa Transfer MU

Kurang agresifnya MU dalam jendela transfer musim panas ini, memang cukup membuat para fansnya gerah. Beberapa target yang telah disasar, hingga saat ini belum ada kepastian statusnya. Satu-satunya pemain skuad utama yang direkrut adalah Donny Van de Beek dari Ajax. Nasib pemain incaran lainnya seperti Jadon Sancho, Thiago Alcantara, Sergio Reguillon,  Ivan Perisic, Ismaila Sarr, Amad Traore, sama tak pastinya seperti peluang kemenangan MU musim kemarin. Rio Ferdinand, mantan kapten MU, bahkan memuji sikap Chelsea yang beraksi diam-diam, tapi berhasil mendatangkan 6 pemain bintang sekaligus; berbeda dengan MU yang gembar-gembor, tapi hasilnya nihil.

Banyak yang mengatakan, alasan MU kurang agresif di transfer kali ini, adalah karena pandemi, kurangnya prestasi di beberapa tahun terakhir, jumlah anggota skuad yang membengkak, dan beban pajak. Tim Sherwood, mantan manajer Tottenham dan Aston Villa bahkan berani mengatakan bahwa United sudah kehabisan uang dan tidak akan bisa merekrut siapa-siapa lagi. Pendukung United sendiri menyalahkan kepemimpinan Malcolm Glazer dan Ed Woodward yang dinilai merugikan klub. Tanggal 16 September kemarin, tagar #GlazersOutWoodwardOut kembali trending di Twitter, disertai berbagai macam komentar yang mencela kedua petinggi United tersebut.

Apa pun itu, tidak bisa dipungkiri bahwa menyongsong musim baru ini, kedalaman skuad United masih sangat diragukan. Jika tidak ada perbaikan, tidak heran jika Setan Merah bakalan terlempar dari empat besar, dan kedatangan Gareth Bale ke Old Trafford awal Oktober nantilah yang mungkin akan memastikan hal itu.

(DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*