Ditahan Imbang, Klopp Sindir Solskjaer

Sumber: @liverpoolfc

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyindir taktik yang diterapkan manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di Anfield.

Liverpool bisa dibilang merupakan tim yang lebih diunggulkan di laga ini. Tampil di kandang sendiri, status juara bertahan musim lalu, kedalaman skuad yang matang dengan tim bertabur bintang, dan  motivasi tinggi untuk kembali ke puncak klasemen. Meski tidak diperkuat bek andalan Virgil van Dijk, sejauh ini kombinasi Fabinho dan Henderson di barisan belakang cukup tangguh dengan tidak kebobolan di beberapa laga terakhir.

Perkiraan di atas terbukti dalam bentrok malam tadi. Anak asuhan Jurgen Klopp itu unggul 63 persen dari penguasaan bola, dan berkali-kali mengancam gawang United. Sayang sekali, semua keunggulan itu tidak berhasil dimaksimalkan untuk membobol gawang rival abadi mereka tersebut. Taktik serangan balik United, terbukti efektif dalam menangkal aliran serangan Liverpool, bahkan nyaris menghadirkan kemenangan, seandainya saja Allison Becker tidak tampil gemilang.

Klopp tampak tidak senang dan dengan pahit menyindir taktik yang diterapkan Solskjaer. “Hal terburuk yang bisa kau hadapi di sepak bola adalah bertanding melawan tim kelas dunia, tetapi mereka malah bertahan mati-matian, jauh di dalam kotak, dan bagus dalam serangan balik,” tuturnya dalam wawancara seusai laga. “Jadi, itu sangat sulit. Itu tantangan terbesar. Tetapi cara kami melihat laga ini, cara kami menganggap laga ini, cara kami menanggapi beberapa momen, sudah sangat bagus. Tetapi, hasilnya tidak seperti yang seharusnya, jadi itu artinya kami harus tetap membenahinya. Itu saja.”

Ini bukan kali pertama Klopp menyindir Solskjaer atas hasil kurang memuaskan timnya. Beberapa pekan lalu, setelah kalah 1-0 dari Southampton, Klopp mengklaim bahwa dalam dua tahun ini, United lebih sering diberikan hadiah penalti dibanding Liverpool. “Man United dapat lebih banyak penalti dalam dua tahun ketimbang saya dalam lima setengah tahun (di Liverpool)… tetapi itu bukan alasan untuk kekalahan ini.”

Selain komentar berisi sindiran tersebut, dalam laga semalam Klopp juga terlihat menyindir wasit Paul Tierney dengan bertepuk tangan dan mengacungkan jempol di akhir babak pertama. Gestur itu muncul akibat satu insiden menarik beberapa detik jelang turun minum. Penyerang Sadio Mane berhasil lolos dari jebakan offside dan menyambut umpan terobosan dari Sherdan Xhaqiri. Mane tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang United David de Gea, namun Tierney malah meniup peluit panjang.

Selain reaksi dari Klopp, banyak pendukung Liverpool merasa dicurangi dan mengakui bahwa Tierney memang tercatat suka membela United. Beberapa pengamat dan komentator bola pun mengaku heran dengan keputusan Tierney tersebut. Kapten Liverpool, Jordan Henderson, bahkan mengaku kesal dengan kejadian itu.

“Kami tidak senang dengan itu tentu saja. Aneh, sangat aneh,” tuturnya dalam wawancara seusai laga. “Mane pasti cetak gol kalau dia (Tierney) tidak tiup peluit panjang. Entahlah. Kami frustrasi soal babak pertama, tetapi kami punya banyak kesempatan untuk cetak gol lain, cuma kurangnya kualitas dalam penyelesaian akhir.”

Meskipun masih melanjutkan catatan mengagumkan mereka dengan 67 laga tak terkalahkan di kandang sejak April 2017, namun hasil imbang ini menandai laga ketiga beruntun di mana Liverpool gagal mencetak gol. Mengenai hal ini, Klopp bersikap realistis dengan mengatakan bahwa tidak selalu mudah untuk menjelaskannya, karena begitulah sepak bola. Selalu ada momen yang tidak sesuai dengan keinginan.

“Tidak ada penjelasan mudah untuk itu. Peluang yang gagal itu selalu terjadi. Intinya terus maju dan abaikan omongan di sekitar. Semua orang ingin melihat gol. Kau tidak bisa memaksakannya. Inilah sepak bola. Saat-saat seperti ini bisa terjadi. Ada saat-saat ketika kau tidak bisa jelaskan bagaimana kau bisa mencetak gol dari berbagai macam sudut. Lawan Crystal Palace, semua (peluang) membuahkan gol. Saya suka penampilan tadi. Saya lihat banyak aksi individu yang bagus dan penampilan tim juga bagus. Ini bukan hasil yang kami mau, tetapi hasil yang kami dapatkan.”

Klopp

(DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*