Formula E merupakan salah satu ajang kejuaraan balap internasional dengan teknologi ramah lingkungan yang sedang tumbuh menjadi salah satu kejuaraan global dan telah diselenggarakan oleh kota-kota besar seperti New York, London, Paris serta Berlin.
Jakarta telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah balapan mobil ramah lingkungan atau Formula E pada tahun 2019. Awalnya balapan mobil listrik ini rencananya akan diselenggarakan pada 6 Juni 2020 di Jakarta, bertepatan dengan hari lahir sang proklamator Ir. Soekarno.
Formula E Jakarta rencananya akan digelar selama 5 tahun dari 2020 sampai 2024. Tetapi karena wabah Covid-19 melanda, kegiatan ini tidak berjalan mulus dan terpaksa harus ditunda. Penundaan kegiatan ini demi mempertimbangkan keselamtan di masa pandemi sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Awalnya Formula E ditunda ke tahun 2021, namun situasi pandemi yang belum mereda memaksa kegiatan ini harus ditunda lagi pelaksanaanya sampai tahun 2022. Hal ini dibenarkan oleh Corporate Communication Manager PT. Jakarta Propertindo, Melisa Sjach dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria
“Langkah ini merupakan inisiatif sekaligus merespons terhadap masukan dari para pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan bersama sebagai prioritas,”
Melisa Sjach, dilansir dari Bisnis.com (01/02/2021).
Penundaan Formula E juga dibenarkan oleh wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria sebagai tuan rumah. Wakil Gubernur Riza Patria belum memastikan apakah di tahun 2020 kegiatan ini bisa dilaksanakan atau tidak.
“Rekomendasi BPK terkait Formula E sudah kita sampaikan, bahwa Formula E yang uangnya sudah kita keluarkan itu tetap ada dan nanti akan dilaksanakan. Direncanakan Insyaallah kalau tidak ada halangan di tahun 2022.”
Riza Patria, dilansir dari CNNIndonesia (19/03/2021).
Berapa Sih Jumlah Biaya untuk Formula E?
Bedasarkan laporan keuangan permerintahan daerah DKI Jakarta tahun anggaran 2019, dana yang akan dikucurkan untuk membiayai ajang balap ini tidak sedikit. Diperkirakan biaya untuk ajang balapan Formula E adalah sebesar Rp.1.2 triliun per tahun. Pembiayaan ini dibebankan pada APBD-P tahun anggaran 2019.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan SMG Insight telah membuat studi kelayakan atas dampak ekonomi penyelenggaraan Formula E di Jakarta yang hasilnya menyatakan bahwa dampak ekonomi bagi Jakarta atas penyelenggaraan Formula E diperkirakan sebesar £78,3 juta atau Rp1,2 triliun per tahun dan berdasarkan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2019 kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta tentang Dukungan dalam Persiapan Penyelenggaraan Kegiatan Formula E Tahun 2020, yang menyatakan bahwa pembiayaan atas pemberian dukungan dibebankan pada APBD-P Tahun Anggaran 2019.”
Laporan Keungan Pemprov DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019.
Setelah membuang biaya yang tidak sedikit, apakah pemerintah serius dengan pengadaan kegiatan ini? Belum ada yang bisa memastikan ini, mari kita tunggu di 2022!
(DB)
Leave a Reply