Manchester United mencetak dua gol dalam derbi Manchester jilid 3 musim ini, untuk membekuk rival abadinya, Manchester City, 2-0 di Etihad Stadium, pada Minggu malam (07/03/2021) WIB.
Sebelum laga, kedua tim masing-masing memiliki rekor fantastis musim ini. City telah membukukan rekor tak pernah kalah di 21 laga liga Primer Inggris, dan 28 kali di semua ajang. United sendiri sudah nyaris lupa pada rasa sakit akibat kalah di kandang lawan. Sejak kalah di Anfield pada Januari 2020, United belum pernah kalah lagi saat melakoni laga tandang. Dengan hasil ini, rekor City pun gugur, sementara rekor United diperpanjang.
United unggul cepat di menit ke-2, setelah striker Anthony Martial dilanggar di kotak terlarang oleh Gabriel Jesus. Bruno Fernandes, yang di musim ini telah mencetak 18 gol penalti di semua ajang, dengan tenang mengeksekusi bola ke pojok kanan gawang City yang dikawal Ederson.
Ini menjadi gol kedua yang dicetak El Magnifico, julukan Fernandes, saat menghadapi tim besar. Selama berseragam United, performanya yang inferior saat menghadapi tim besar memang kerap menuai kritik. Seusai pertandingan, Fernandes pun meluangkan waktu untuk menanggapi kritikan tersebut.
“Orang selalu mengeluh soal apa pun. Hari ini juga mereka pasti bilang, ‘Bruno tidak pernah cetak gol melawan tim-tim besar.’ Alasan mereka pasti karena, ‘itu gol penalti, jadi tidak masuk hitungan.’ Tapi bagi kami, menang adalah yang terutama. Saat bola mengoyak jala dan saya senang, maka tidak masalah entah itu saya atau pemain lain yang mencetak gol.”
Bruno Fernandes
Setelah tertinggal, City yang tampil dominan di laga ini, terus membombardir lini belakang United yang tampil tanpa kiper utama, David De Gea. Beruntung, kiper pengganti De Gea, Dean Henderson juga tampil sangat gemilang malam ini. Tampil sangat nyaman dan percaya diri, Henderson bahkan menjadi sumber petaka bagi City.
Gol kedua United berawal dari lemparan jauh kiper didikan akademi United itu kepada bek kiri, Luke Shaw. Setelah menerima lemparan, Shaw dengan lincah mengecoh dua pemain City, dan United pun memasuki mode serangan balik. Setelah menggiring bola hingga nyaris memasuki kotak penalti City, Shaw mengoper bola ke arah Marcus Rashford, yang lalu dengan jeli membuat sodoran balik ke arah Shaw. Lewat kaki kirinya, Shaw membuat tendangan datar terukur ke pojok kiri gawang City. Ederson yang sudah mati langkah, hanya mampu memandangi bola yang bergulir cantik ke dalam gawangnya. Ada yang masih ragu kalau Luke Shaw adalah bek kiri terbaik di liga Inggris?
Seusai pertandingan, Manajer United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan komentar tentang penampilan Luke Shaw, “Benar-benar luar biasa. Dia sempat sangat diragukan untuk tampil. Dia harus menunggu sampail jelang pemanasan sebelum laga, sebelum diizinkan bermain, jadi Alex (Telles) sudah bersiap-siap. Penampilan Luke top sekali, dia agresif saat berhadapan satu lawan satu. Saat berlari ke depan untuk menyerang, dia tidak bisa dihentikan. Banyak sekali kemajuan yang dilakukannya dan dia makin hari makin bagus. Saya senang sekali padanya.”
Sementara itu, dari kubu City, Manajer Pep Guardiola dengan rendah hati mengakui fakta yang selalu diingat semua pencinta sepak bola bahwa dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Tidak pernah kalah di 21 laga, tidaklah serta-merta menjadi jaminan bahwa anak asuhannya akan selalu menang. Selain itu, meski memberi selamat kepada Manchester United, Pep menolak mengakui bahwa timnya tidak tampil bagus.
“Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Kita bisa menang atau kalah di pertandingan berikut. Makaya orang selalu bilang, ‘Pep selalu mengatakan hal yang sama tiap selesai pertandingan.’ Itu karena saya tahu apa pun bisa terjadi. Kami telah melakukan hal yang luar biasa. Hari ini yang terjadi adalah kami kalah, dan untuk itu, selamat kepada Manchester United, tetapi kami perlu menjuarai Liga Primer dan butuh sekitar tujuh atau delapan kemenangan dari sepuluh pertandingan. Saat laga tinggal menyisakan sepuluh pertandingan, semuanya akan singkat. Lawan kami harus memenangi semuanya, dan kami harus kalah empat kali.”
Pep Guardiola
Manchester City memang tampil mengesankan musim ini. Selain catatan 28 kali tak terkalahkan tersebut, City juga jarang kebobolan lebih dari satu gol dalam 41 laga di semua ajang. Tim terakhir yang melakukannya adalah Tottenham Hotspur saat menang 2-0 atas City pada November 2020, alias 29 laga yang lalu. Laga itu juga menjadi satu dari dua laga musim ini, ketika City gagal mencetak gol. Laga kedua adalah saat derbi Manchester di bulan Desember 2020 yang berakhir 0-0.
Kemenangan ini berhasil memangkas jarak kedua tim menjadi 11 poin. Perbedaan poin yang jauh tersebut membuat peluang United untuk menyusul City tampak sangat tipis. Hal ini terlihat dari keengganan Solskjaer untuk berkomentar seusai pertandingan.
“Tidak, kami hanya ingin melewati laga demi laga. Mereka terlalu jauh untuk kami susul. Sejauh ini mereka sangat bagus. Hari ini pun mereka tetap memberikan tekanan yang sangat besar.”
Solskjaer
Terlepas dari mampu atau tidaknya United menyusul City, fakta terpenting adalah hari ini Manchester sedang berwarna merah!
(DS)
Leave a Reply