MotoGP 2020 telah memasuki seri kedelapan. Dari tujuh seri yang telah berlangsung, MotoGP 2020 telah memperoleh 6 pemenang yang berbeda dari beberapa motor. Namun di antara para pemenang itu, baik rider maupun motor, belum ada Honda. Bahkan untuk memperoleh hasil bagus pada kualifikasi dan naik podium pada setiap race yang telah berlangsung, Honda belum sama sekali menunjukkan nama besar.
Kegagalan Honda untuk mencapai hasil baik pada tahun ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah keikutsertaan Honda dalam moto GP. Selepas pembalap andalannya Marc Marquez bergelut dengan cedera, Honda tidak dapat berbuat banyak lewat rider lainnya, baik itu Alex Marquez maupun Stefan Bradl.
Sejauh ini, baru Nakagami yang bisa dikatakan memperoleh hasil yang tidak begitu hancur. Hingga memasuki race kedelapan, Nakagami berada pada posisi ketujuh dalam klesemen sementara dengan 63 poin. Meskipun berada di posisi ketujuh, namun belum sekalipun Nakagami merasakan nikmatnya berada diatas podium MotoGP.
Tentu, hasil ini menjadi catatan hitam bagi Honda. Motor yang digadang-gadang dapat mempertahankan reputasinya lewat rider kesayangannya, harus melewatkan tiap serinya hanya sebagai pelengkap.
Sejauh ini, Honda belum menunjukkan perbaikan yang signifikan terhadap kinerja motor dan para ridernya. Honda nampaknya sudah pasrah untuk meningkatkan performa para ridernya di tahun ini. Hal ini terlihat jelas dari belum adanya langkah penyesuaian motor terhadap rider lainnya baik itu Alex Marquez maupun Stefan Bradl. Tidak mengherankan hasil yang diberikan kedua pembalap tersebut masih dibawah biasa-biasa saja.
Banyak anggapan bahwa kegagalan Honda tahun disebabkan oleh setingan motor yang hanya disesuaikan dengan arahan dan keinginan Marc Marquez. Hingga tidak mengherankan jika tidak ada rider lainnya yang dapat menunggangi Honda selama dirinya cedera. Namun anggapan ini telah dimentahkan baik oleh tim teknisi Honda dan Marc Marquez sendiri. Menurut Marquez, Honda telah memberikan semua hal yang sama yang dibutuhkan oleh semua rider.
“Orang-orang selalu bilang Honda dibuat hanya untuk saya, tetapi semua pembalap menjajal komponen yang sama dan mempunyai komentar yang sama,” tutur Marquez.
“Saya adalah pembalap pertama yang menginginkan motor serba bisa, yang bisa beradaptasi dengan berbagai gaya berkendara dan sedikit lebih mudah dikendarai.”
“Tetapi Honda tetaplah Honda. Mungkin sekarang Nakagami yang berhasil. Saya tahu dia sering melihat data saya, dia selalu melakukannya dan sekarang itu berhasil.”
“Namun pembalap Honda lainnya masih mengalami kesulitan, tidak hanya adik saya,” katanya menambahkan.
Kita tunggu gebrakan Honda untuk seri-seri tersisa ini, agar tidak berakhir memalukan dan memilukan.
(DB)
Leave a Reply