Kandidat presiden FC Barcelona, Jordi Farre, buka suara soal rumor kepindahan Messi dengan menegaskan bahwa Messi akan bertahan – karenanya, Bartomeu harus didepak.
Jordi Farre adalah pebisnis Catalan berusia 44 tahun, yang pada bulan Mei 2020 kemarin mengumumkan akan ikut memperebutkan kursi kepresidenan Barcelona pada 2021 mendatang. Pada 23 Agustus 2020, Farre bahkan dengan mantap memaparkan rencananya untuk Barcelona; antara lain mendatangkan pelatih Liverpool, Jurgen Klop, ke Camp Nou, memakai 80% pemain akademi Barcelona, La Masia, dan 20% pemain dari luar akademi; dan merombak total Barcelona di segala level. Farre juga terkenal suka mengkritik Presiden Barcelona saat ini, Josep Maria Bartomeu. Pada 26 Agustus, Farre menyerukan agar Bartomeu mengundurkan diri sebagai presiden Barcelona.
Dalam wawancara dengan SNTV pada 3 September 2020 kemarin Farre memberikan pandangannya tentang rumor kepindahan La Pulga, Lionel Messi. Berikut petikan wawancaranya. “Saya pikir Leo (Messi) akan bertahan. Kami semua telah meminta Leo untuk bertahan. Barca bukan hanya soal presiden Josep Maria Bartomeu. Barca adalah institusi dengan 140.000 anggota. Leo harus mempertimbangkan ulang keputusan itu, sehingga sadar bahwa dia sebenarnya tidak ingin pergi. Tapi yang terpenting saat ini adalah mendepak Bartomeu. Karena kita tahu bahwa Januari nanti, Leo akan bebas pergi. Lalu kami harus membentuk dewan direksi baru agar bisa bernegosiasi dengan Messi dan menjelaskan padanya rencana kami ke depan. Tahun lalu, saat diwawancara Messi bergurau, ‘Kalau ingin membuat anak-anak saya kesal, saya akan memberi tahu mereka bahwa saya ingin pindah dari Barcelona.’ Ini contoh yang membuat kita tahu bahwa Leo tak ingin pindah. Menurut saya, Leo Messi tidak pernah ingin pindah. Dia berang. Berang pada dewan direksi. Berang pada hasil dan kurangnya jaminan. Tapi akhirnya, menurut saya ini adalah kemarahan sesaat. Demi kebaikan semuanya, saya rasa kita harus membuatnya bertahan. Selalu ada gesekan kecil dalam semua kisah cinta. Leo dan Barca kini tengah mengalaminya setelah menjalin hubungan selama 17 tahun. Tapi menurut saya, cinta harus menang.”
Pendapat Farre ini tampaknya bisa dimaklumi. Dari segi hukum, Messi dan Barcelona memang harus rujuk dalam waktu dekat. Messi mengira dapat hengkang kapan saja, karena adanya klausul istimewa untuk dirinya. Sayangnya, klausul tersebut sudah kedaluarsa pada akhir Juni 2020 kemarin. Karena adanya Covid, Messi mengira klausul tersebut auto diperpanjang. Namun, La Liga ternyata memihak FC Barcelona, dan tidak memperpanjang klausulnya. Tambahan lagi, Manchester City yang digembar-gemborkan sangat berniat merekrut Messi, hanya berencana untuk membayar gaji dan bukan biaya transfernya.
Selain itu, jika Messi tetap memutuskan hengkang, maka citranya di Barcelona bisa tercoreng. Para pendukung Barcelona tentu tidak ingin dikhianati dengan cara ditinggalkan di saat-saat terpuruk seperti ini. Beberapa penggemar yang diwawancarai memberikan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang menyalahkan dewan direksi Barcelona yang dianggap telah salah memperlakukan Messi; ada pula yang menganggap bahwa jika karena marah sehingga ingin hengkang, maka Messi tidak menunjukkan rasa terima kasih pada klub yang telah membesarkannya. Namun demikian, semuanya menyatakan keinginan agar Messi tetap bertahan dan tidak suka pada presiden Bartomeu. Setujukah Anda?
(DS)
Leave a Reply