[UCL] RB Leipzig 1–1 Manchester City: Mendominasi Permainan, The Cityzen Dipaksa Bermain Imbang

Duel babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 hari kedua kembali tersaji antara Manchester City kontra RB Leipzig. Ini merupakan pertemuan ulang kedua tim setelah sebelumnya pernah bertemu di Liga Champions edisi 2021, di mana saat itu kedua tim tergabung satu grup pada babak fase grup bersama PSG dan Club Brugge. Di dua pertemuan pada babak fase grup, keduanya saling mengalahkan satu sama lain.

Bertandang ke Red Bull Arena Leipzig, Kamis (23/03) dini hari WIB, Man City dengan kapasitas timnya berisikian pemain top semua harus dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tuan rumah Leipzig. Riyadh Mahrez mampu membawa City unggul 1-0 di babak pertama lewat golnya di menit ke-27. Seolah akan membawa pulang kemenangan, tim tamu dibuat terhenyak diam setelah bek Leipzig, Joško Gvardiol, berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-70 memanfaatkan umpan Marcel Halstenberg.

Secara statistik, tim asuhan Pep Guardiola tampil dominan menguasai jalannya pertandingan, dengan mencatatkan 62 persen penguasan bola berbanding 38 persen milik tuan rumah. Kevin de Bruyne cs juga unggul dalam melakukan percobaan dengan melepaskan 12 tembakan, akan tetapi hanya tiga yang menemui sasaran. Sedangkan Die Rotten Bullen (julukan Leipzig) mampu melakukan tujuh tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran.

Hasil imbang ini memaksa kedua tim harus bertarung di leg kedua pada Rabu (15/03), di mana gantian Man City akan bertindak sebagai tuan rumah. Kedua tim tentunya akan bertarung habis-habisan demi memperebutkan satu tiket ke babak selanjutnya.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim yang turun dengan skuad terbaiknya sejak menit awal langsung mempertontonkan permainan terbuka. City yang datang sebagai tamu perlahan mencoba memainkan tempo sedikit lamban dengan menguasai bola selama 10 menit pertama. Meski begitu, skuad Manchester biru ini sedikit mengalami kebuntuan dalam menciptakan peluang yang berbahaya.

Peluang berbahaya pertama City terjadi di menit ke-14 melalui situasi sepak pojok. Memanfaatkan umpan Riyadh Mahrez, Ruben Dias yang maju ke depan berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola kea rah gawang Leipzig, namun kiper Leipzig, Janis Blaswich, sukses amankan bola.

City terus berusaha melancarkan serangan dan kali ini lewat situasi sepakan bebas di luar kotak penalti Leipzig. Mahrez pun mencoba peruntungan untuk bisa menciptakan gol, akan tetapi sayang sepakan bebasnya hanya membentur pagar betis.

Usaha City untuk bisa membobol gawang Leipzig akhirnya terjadi di menit ke-27 melalui sepakan keras Riyadh Mahrez. Memanfaatkan umpan terobos dari İlkay Gündoğan, winger timnas Aljazair tersebut dengan tenang melepaskan tembakan terukur ke sisi kiri gawang yang membuat Janis Blaswich mati langkah.

Selepas gol pertama City, tuan rumah pun perlahan mencoba menaikkan intensitas serangan dari belakang menuju langsung ke depan memanfaatkan kecepatan yang dimiliki Timo Werner. Permainan pun berlangsung alot karena City juga berupaya mencari gol tambahan, namun keduanya kesulitan membongkar jantung pertahanan lawan.

Para pemain City terlihat beberapa kali melakukan percobaan dari dalam dan luar kotak penalti, namun tak ada satupun yang mengarah ke gawang bahkan mengancam kiper Leipzig, Janis Blaswich. Bahkan predator lini depan City, Erling Haaland, dibuat kesulitan dalam menciptakan peluang.

Pada menit ke-36, City kembali mendapatkan peluang melalui Jack Grealish. Mendapat sodoran dari Bernardo Silva yang bergerak dari sisi kanan, Grealish mencoba melepaskan tembakan ke arah gawang tuan rumah, namun sepakannya masih terlalu deras sehingga bola melewat mistar gawang Leipzig.

Meski mendapat gempuran dari tim tamu, Leipzig pun berusaha keluar dari tekanan para pemain City. Namun hingga menit ke-45, usaha yang dibangun para pemain Leipzig untuk melakukan serangan sering terhenti si sepertiga terakhir pertahanan Ruben Dias dkk. Skor 1-0 inipun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah mencoba mengambil alih ritme permainan sejak awal. Skuad asuhan Marco Rose mulai mengimbangi permainan City dan bisa keluar menyerang pertahanan City. Sadar akan ketertinggalan satu gol, Rose mencoba melakukan pergantian pemain yang lebih segar stamina demi bisa membantu penyerangan.

City yang lebih diunggulkan dalam pertandingan ini tetap terus bermain menyerang dengan mengandalkan kolektivitas antar lini. Pada menit ke-50, mereka mendapatkan peluang pertamanya melalui İlkay Gündoğan. Namun sayang, sepakan kapten utama City itu masih bisa diblok Xaver Schlager.

Leipzig pun tidak tinggal diam, di mana mereka merespon ancaman tersebut. Menit ke-53, Henrichs yang mendapat umpan Dominik Szobloszlai, mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan. Tapi sayang, tembakannya masih meleset ke tiang jauh gawang Ederson.

Seolah tak ingin kalah di hadapan pendukungnya sendiri, para pemain Leipzig terus berupaya melancarkan serangan ke jantung pertahanan City lewat pergerakan lincah Christopher Nkunku dan juga Werner. Bahkan bek Leipzig, Joško Gvardiol pun ikut membantu penyerangan.

Usahan serbuan para pemain Leipzig akhirnya terbayarkkan pada menit ke-70. Gol balasan pun hadir setelah bek muda incaran klub-klub elite Eropa, Joško Gvardiol, sukses merobek jala gawang Ederson melalui tandukan memanfaatkan umpan tarik Marcel Halstenberg.

Situasi permainan kembali memanas setelah skor berhasil imbang 1-1. Para pemain City langsung melancarkan serangan balik cepat pada menit ke-72. Mendapat umpan Jack Grealish, İlkay Gündoğan nyaris merobek jala Leipzig, namun sepakannya masih bisa digagalkan Janis Blaswich.

Di sisa 10 menit akhir babak kedua, baik Leipzig maupun Man City masih terus berupaya mencari gol demi mengunci kemenangan. Namun, rapatnya barisan pertahanan kedua tim sehingga tak ada lagi gol yang tercipta. Alhasil, skor 1-1 ini pun bertahan hingga wasit meniup pluit panjang akhir dari laga ini.

(LN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*