[Review UCL Fase Grup] Los Blancos Juara Grup, Inter Tersingkir

Kompetisi Liga Champions musim 2020/21 baru saja bergulir dan telah menyelesaikan babak penyisihan di setiap grup. Banyak sekali cerita yang diukir serta kejutan-kejutan yang terjadi.

Salah satunya adalah pertandingan di grup B, yang belum ada perwakilan sama sekali dan memaksa para kontestan harus memperebutkan tiket 16 besar di pertandingan terakhir grup.

Yang menyita perhatian dunia adalah lolosnya sang pemegang gelar terbanyak Si Kuping Besar, Real Madrid dari lubang jarum pada grup B setelah sempat diprediksi akan gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Bermain di rumahnya sendiri, Estadio Alfredo Di Stefano, Kamis (10/12/20) dinihari WIB, Los Blancos sukses menekuk salah satu wakil Jerman yang menjadi kuda hitam musim ini yakni Borussia Monchengaldbach.

Skuad asuhan Zinedine Zidane sukses menekuk lawannya tersebut dengan skor 2-0 lewat sepasang gol yang dibukukan oleh Karim Benzema (9’ dan 31’). Dua gol yang dihasilkan Benzema tersebut melalui sundulan memanfaatkan umpan akurat dari Lucas Vasquez dan juga dari Rodrygo Goes.

Kemenangan ini terasa sangat berharga dimana Ramos dkk juga berhasil mengamankan tiket ke 16 besar sekaligus menyabet status juara grup dengan perolehan poin akhir 10, unggul atas Monchengladbach (8 poin), Shakhtar (8 poin), dan Inter Milan (6 poin).

Sementara bagi Monchengladbach, meskipun kalah dari Madrid, Die Fohlen tetap melangkah ke babak 16 besar menemani Madrid dengan status runner-up, unggul head to head atas Shakhtar Donetsk yang memiliki poin sama, sebab diwaktu bersamaan Shakhtar bermain imbang 0-0 melawan Inter Milan.

Duri Nerazzurri

Keberhasilan Real Madrid dan Monchengladbach lolos ke babak 16 besar tentu membawa kebahagian tersendiri bagi kedua tim, tetapi tidak dengan kontestan grup B lainnya, Shakhtar dan juga Inter Milan.

Akan tetapi, duka Shakhtar sedikit terobati walaupun harus puas berada di posisi ketiga dibawah Madrid dan Gladbach, dimana si Kroty (julukan Shakhtar) memastikan satu tiket untuk berlaga di UEFA Europe League, salah kompetisi kasta kedua terbesar di benua biru.

Lain hal yang dialami oleh wakil Italia, Inter Milan yang harus merana kala terlempar dari kompetisi Liga Champions.

Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah pepatah yang disematkan kepada Nerazzurri.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Alexis Sanchez dkk dipaksa bermain imbang oleh wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk dengan skor kacamata meskipun bermain di rumah sendiri.

Skuad asuhan Conte pun harus merelakan kesempatan untuk berlaga Liga Champions, dimana harus puas menjadi juru kunci grup B dengan perolehan poin enam.

Tak sampai disitu saja, Inter Milan pun sudah dipastikan gagal berkompetisi di kompetisi antar klub terbesar kedua, yakni UEFA Europe League.

Kegagalan itu seolah menjadi duri bagi Nerazzurri dan juga Italia karena ini kali pertama bagi mereka terlempar dari dua kompetisi klub terbesar benua biru.

Padahal musim lalu, Inter Milan sendiri merupakan finalis sekaligus runner-up UEFA Europe League, meskipun di final harus kalah dari Sevilla.

“Anak-anak bermain sangat baik dimana banyak sekali peluang yang tercipta. Kami sangat mendominasi permainan hanya saja dewi fortuna belum berpihak kepada kami. Lawan kami (Shakhtar) juga bermain bagus, dimana mereka tidak membiarkan kami menciptakan gol. Pertahanan mereka pun rapat, sehinggga kami kesulitan dalam menciptakan gol. Tapi, itulah sepak bola, yang mana bermain bagus tidak selamanya menjadi penentu.”

Conte

(LN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*