Duel Big Match yang mempertemukan juara bertahan Liga Champions musim lalu, Chelsea, kontra wakil Spanyol sekaligus pemegang gelar terbanyak Si Kuping Besar, Real Madrid, berakhir untuk kemenangan Los Blancos (julukan Real Madrid).
Laga kedua tim besar ini digelar di Stamford Bridge, markas Chelsea, Kamis (7/2/22) dinihari WIB dan drama empat gol mewarnai laga tersebut. Real Madrid berhasil membungkam Chelsea dengan skor 3-1.
Karim Benzema menjadi bintang dalam kemenangan Madrid lewat hattricknya pada menit ke-21’, 24’ dan 46’, sedangkan The Blues Chelsea hanya mampu menyarangkan satu gol ke gawang Madrid melalui Kai Havertz (40’).
Berkat kemenangan tandang ini, membuat Madrid bermain sedikit lebih ringat kala bergantian menjamu Chelsea di Santiago Bernabeu, Rabu (13/4) pekan depan. Skuad asuhan Carlo Ancelotti hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk menyegel tiket ke babak semifinal.
Adapun bagi Chelsea yang bekerja esktra keras demi menjaga asa dapat bertahan di pentas Eropa apalagi Mason Mount dkk merupakan juara bertahan Liga Champions musim lalu. Ini akan menjadi pekerjaan rumah yang berat kala bertandang ke markas Madrid pekan depan. Setidaknya The Blues wajib menang margin tiga gol untuk lolos ke babak selanjutnya.
Jalannya Pertandingan
Kedua tim yang sama-sama mengusung misi untuk menang ini, menurunkan skuad terbaiknya masing-masing. Permainan terbuka diperagakan kedua tim sejak awal laga dan saling serang menyerang mewarnai laga tersebut.
Lima menit berjalan, tuan rumah langsung mendapat peluang pertamanya melalui Kai Havertz setelah menerima umpan tak terduga N’Golo Kante. Alih-alih ingin mengkonversikan menjadi gol, peluang Havertz berbuah gagal karena mendapat gangguan dari Eder Militao sehingga bola sepakannya jauh dari sasaran.
Empat menit berselang, giliran Madrid yang nyaris membobol gawang tuan rumah lewat skema serangan balik cepat. Vinicius yang mengendalikan bola sempat mengecoh dua bek Chelsea sebelum melepaskan tembakan. Akan tetapi sepakan winger asal Brasil itu masih digagalkan oleh mistar gawang.
Tuan rumah terlihat bermain hati-hati dengan bermain bertahan garis rendah karena mengantisipasi pergerakan Karim Benzema yang sangat berbahaya. Hal itulah memaksa Thiago Silva melakukan pengawalan ekstra ketat.
Pada di menit ke-14, Reece James nyaris merobek gawang Madrid lewat sepakan bebas. Namun, masih ada Thibaut Courtois yang berhasil melakukan penyelamatan penting sehingga selamatlah gawang Madrid dari kebobolan.
Seisi stadion akhirnya bergemuruh ketika gol tercipta di menit ke-21. Lewat skema serangan balik, permainan satu diperagakan Benzema dengan kompatriotnya, Vinicus. Mendapat sodoran dari Benzema, Vinicius melakukan akselerasi lalu melepaskan umpan ciamik ke dalam kotak penalti. Melihat datangnya bola, Benzema langsung berlari menyambutnya dan melepaskan dengan sebuah tandukan yang tak mampu dihalaui Edouard Mendy sekaligus membawa Madrid unggul 1-0.
Tiga menit berselang, gawang Chelsea kembali kebobolan untuk kedua kalinya. Berawal permainan satu dua sisi kiri pertahanan Chelsea, Luka Modric memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti Chelsea. Lepas dari penjagaan Thiago Silva, Benzema dengan leluasa melepaskan sundulan yang lagi-lagi tak mampu dihalau Mendy.
Pergerakan aktif yang diperagakan pemain Madrid, membuat Chelsea sedikit sulit mengembangkan permainan. Serangan tuan rumah selalu mudah dipatahkan ketika berada di sepertiga wilayah akhir Los Blancos.
Chelsea akhirnya baru bisa memperkecil kedudukan lewat gol yang dilesakkan Kai Havertz melalui sundulan di menit ke-40 memanfaatkan umpan cantik Jorginho.
Skor 2-1 untuk keunggulan Real Madrid bertahan hingga babak pertama berakhir.
Selepas jeda, tuan rumah terlihat melakukan pergantian beberapa pemainnya demi membawa perubahan pada skema permainan dalam meladeni agresivitas permainan tim tamu.
Baru semenit babak kedua berjalan, seisi publik tuan rumah seketika terdiam. Real Madrid kembali menggetarkan gawang tuan rumah untuk ketiga kalinya. Memanfaatkan kesalahan Mendy dan Rudiger, Benzema memenangi perebutan bola dengan Rudiger lalu menceploskan bola tanpa bisa dihadang Mendy sekaligus mencatatkan hatricknya di pertandingan kali ini.
Tersentak gol cepat tim tamu, Chelsea mencoba kembali membangun serangan dari lini tengah dan sayap memanfaatkan kecepatan winger yang dimilikinya, namun terlihat beberapa kali para pemain mampu memenangi duel dalam perebutan bola.
Para pemain tuan rumah terlihat berinisiatif melakukan percobaan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun tak ada satupun yang mengarah ke gawang Thibaut Courtois, padahal sang kiper sering mendapat siulan dari suporter Chelsea.
Langkah Chelsea kian sulit lantaran kepercayaan diri para pemain Madrid semakin menanjak, padahal mereka mendominasi jalannya laga di babak kedua.
Pada menit ke-50, Thiabut Courtois melakukan penyelamatan gemilang bak Superman dengan menggagalkan sepakan keras Cesar Azpilicueta dari luar kotak penalti.
Pelatih Chelsea nampak frustasi karena serangan anak asuhnya tidak satupun membuahkan hasil. Untuk mendobrak pertahanan Madrid, pelatih asal Jerman itu mencoba memasukkan Romelu Lukaku pada menit ke-60.
Pada menit ke-67, Lukaku langsung memberikan ancaman lewat sundulannya memanfaatkan umpan James. Namun, sundulan Lukaku belum mengarah ke gawang Real Madrid. Semenit berselang, Lukaku nyaris memperkecil keunggulan timnya lewat tandukan. Sayang seribu sayang, tandukan pemain timnas Belgia itu masih berada tipis di sisi kiri gawang Courtois.
Chelsea seolah ngotot mengejar ketertinggalan dengan terus melancarkan serangan ke area pertahanan Madrid. Tak lama berselang, sepakan keras melengkung Mason Mount hampir saja membobol gawang Madrid. Tapi, sepakan Mount masih berada tipis di atas mistar gawang Madrid.
Sementara Madrid yang telah unggul atas Chelsea, melakukan pergantian pemain demi menjaga keunggulan dua gol atas lawannya itu. Toni Kross, Fede Valverde serta Karim Benzema ditarik keluar digantikan Eduardo Camavinga, Dani Ceballos, dan Gareth Bale.
Hingga memasuki menit akhir babak kedua, Chelsea masih kesulitan membobol gawang tim tamu. Sebaliknya Madrid mampu menjaga keunggulan hingga wasit Clément Turpin asal Prancis meniup pluit panjang berakhirnya pertandingan.
(LN)
Leave a Reply