Remembrance Day, Matic dan Bunga Poppy

Bukan hal baru jika dalam laga pekan lalu melawan Tottenham Hotspur, Nemanja Matic tidak menyematkan ‘Bunga Poppy’ pada seragamnya. Remembrance Day di Inggris (dan beberapa negara Eropa lainnya) adalah kenangan atas jasa pahlawan mereka yang gugur dalam Perang Dunia I.

Sejak akhir Oktober hingga sepanjang bulan November, para pemain sepak bola di Liga Premier mengenakan Bunga Poppy di dada. Tetapi tidak demikian dengan Matic. Ketika dia masuk sebagai pengganti dalam kemenangan MU atas Hotspur kemarin, Jersey-nya polos.

Keputusan gelandang Serbia untuk tidak ikut merayakan apa yang dirayakan oleh orang-orang Inggris sebenarnya sempat menjadi polemik beberapa tahun lalu. Dan tepatnya pada 2018, Matic akhirnya buka suara.

“Saya paham alasan mengapa orang-orang mengenakan bunga poppy, dan saya menghargainya dan turut bersimpati kepada setiap orang yang kehilangan orang tercinta selama perang,” buka Matic melalui akun Instagramnya.

“Tetapi bagi saya, hal itu mengingatkan saya pada serangan yang saya rasakan selama masa kecil. Saya adalah bocah Serbia berusia 12 tahun dari Vrelo yang ketakutan setelah negara kami hancur karena bom Serbia pada 1999. Tidak tepat rasanya jika saya mengenakan bunga poppy.”

Hampir semua pemain bola profesional yang berkarir di Inggris selalu terlihat memiliki bunga poppy pada momen ini di seragam timnya. Matic, secara pribadi memilih untuk tidak ikut. Keputusannya menimbulkan banyak pembicaraan di kancah sepak bola Inggris sebelum akhirnya dia menulis terbuka mengenai alasan mengapa demikian.

Sebelum Matic, Legiun Kerajaan Inggris sebenarnya telah mengumumkan bahwa menggunakan logo bunga poppy merupakan pilihan. Siapa pun boleh memutuskan mengenakannya atau tidak.

“Bukan maksud saya merendahkan simbol kebanggaan publik Inggris raya atau siapa pun. Tetapi kita punya masa lalu masing-masing sehingga pilihan saya adalah tidak mengenakannya,” tegas eks pemain Chelsea tersebut.

Melalui tulisannya, Matic berharap semua pihak bisa menerima alasannya dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai isu yang mengganggu fokusnya dalam sepak bola. Setelah beberapa tahun berlalu, Matic masih tetap pada keputusannya, termasuk minggu kemarin di White Hart Lane.

(WW)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*