Ketergantungan Barcelona Terhadap Messi Sangat Overdosis

Lionel Messi (Sumber: @fcbarcelona)

Berbicara tentang Barcelona saat ini berarti tidak terlepas dengan sosok Lionel Messi. Ya, pemain berpaspor Argentina kelahiran 24 Juni 1987 ini merupakan pemain yang sangat vital bagi Barcelona. Boleh dikatakan Messi sendiri dianggap roh permainan Barcelona dalam beberapa dekade terakhir ini, bahkan sudah masuk dalam jajaran legenda Barcelona.

Tidak bisa dipungkiri, kualitas dari pemain yang berjuluk si kutu ini sangatlah berpengaruh terhadap permainan Barcelona. Selepas pensiunnya dua legiun andalan mereka yaitu Xavi dan Iniesta serta hengkangnya Neymar ke PSG, beban Barcelona seolah berada sepenuhnya di pundak Messi.

Memang Messi bisa dibilang paling moncer dari pemain-pemain Barcelona yang lainnya, sebut saja Suarez, Rakitic, De Jong dan Griezmann. Nama terakhir merupakan rekutran teranyar Barcelona yang dibeli dari Atletico de Madrid dengan nilai transfer sebesar 120 poundsterling atau setara Rp 1,88 triliun sehingga menempatkan dia sebagai pemain termahal yang dibeli Barcelona. Namun sayang dia belum bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi Barca.

Muncul rumor bahwa Griezmann sendiri akan dilepas pada musim jendela transfer nanti. Hal itulah yang membuat Barcelona menaruh penuh asa juara pada pundak Messi dalam perburuan setiap gelar yang diikuti.

Bye-Bye La Liga

Perlu diketahui, Barcelona sendiri harus mengakui dan merelakan gelar juara La Liga 2019/2020  jatuh ke tangan rival abadi mereka Real Madrid pasca digulirkannya kembali La Liga 2019/2020 yang saat itu tinggal menyisakan 11 laga akhir. Dari 11 laga akhir yang telah dimainkan tersebut. Barcelona menuai 7 kali menang, 3 hasil imbang dan 1 kali kalah sehingga membuat mereka harus puas menjadi runner-up di bawah Real Madrid dengan jumlah poin 82 dari 38 laga. Dari kesebelas laga yang dimainkan tersebut, Lionel Messi menjadi pemain yang paling sering mencetak gol dan memberikan assist untuk pemain Barcelona lainnya.

Dari hasil perhelatan La Liga 2019/2020, Lionel Messi menjadi top scorer dengan 25 gol sekaligus menjadi top assist dengan total 21 assist. Prestasi itu merupakan gelar el pichichi ketujuh Messi selama berseragam Barcelona dan top assist yang dibuat Messi juga menjadi rekor baru dalam semusim perhelatan La Liga Spanyol.

Dari statistik diatas, dapat disimpulkan bahwa Barcelona sepenuhnya bergantung terhadap Messi dalam mengarungi sepakbola musim 2019/2020. Messi sendiri merupakan pemain yang paling banyak mencetak gol bagi tim Barcelona bahkan menjadi pecetak gol terbanyak sepanjang masa Barcelona mengalahkan legenda-legenda Barcelona lainnya. Hal inilah yang membuat manajemen Barcelona enggan melepasnya ke klub lainnya walaupun mendapat tawaran yang begitu mahal. Bahkan pemain berlabel bintang yang diboyong Barcelona dengan mahar sangat tinggi pun belum bisa memberikan kontribusi banyak.

Di musim ini, Barcelona terancam tidak mendapatkan gelar apa-apa karena di dua kompetisi domestik sendiri, dimana sudah tersingkir di kompetisi Copa del Rey dan harus puas menjadi runner up La Liga di bawah Real Madrid yang sudah memastikan diri menjadi juara La liga 201/2020.

Liga Championss, Harapan Terakhir Messi cs

Asa untuk mendapatkan 1 gelar di musim ini tinggal menyisakan Liga Champions 2019/2020. Barcelona kini tengah berjuang memperebutkan 1 tiket untuk lolos ke babak perempat final, di mana mereka harus bertemu salah satu tim kuat dari negeri pizza yaitu Napoli.

Pada pertemuan pertama di stadion San Paolo, Barcelona ditahan imbang oleh tim tuan rumah Napoli dengan skor 1-1. Kini keduanya harus berjibaku dalam memperebutkan 1 tiket ke babak perempat final di leg ke-2 Liga Championss 2019/2020 pasca digulirkan kembali akibat adannya Covid-19. Leg ke-2 sendiri akan digelar pada 9 Agustus 2020 di stadion Nou Camp.

Ini akan menjadi pekerjaan berat bagi kedua tim. Barcelona dengan skuad yang ada tetap akan mengandalkan Messi, Suarez dan Griezmann sebagai juru gedor sedangkan Napoli sendiri lebih mementingkan kolektivitas permainan tim karena pelatih mereka, Genaro Gatusso, sering merotasi para pemainnya guna menjaga kebugaran.

Pada laga kali ini, Barcelona lebih diuntungkan karena memiliki masa jeda yang panjang pasca berakhirnya kompetisi La Liga 2019/2020, sedangkan lawannya Napoli harus masih membagi fokusnya pada kompetisi Serie A Liga Italia dan juga Liga Championss. Ini membuat Barcelona diunggulkan dalam sisi kebugaran pemain ketimbang Napoli.

Liga Championss sendiri merupakan kompetisi tersisa yang diikuti Barcelona jika tidak ingin berakhir  tanpa gelar apapun di musim ini. Pertandingan 2×45 menitlah yang akan menentukan semua itu.

Jadi, jangan lupa saksikan dan melewati pertandingan babak 16 besar antara Barcelona melawan Napoli pada hari Minggu, 9 Agustus 2020.

(LQ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*