[Review 8 Besar FA Cup] Leicester 3-1 Man Utd : Manchester United Tersingkir dari Piala FA

Kelechi Iheanacho

Rekor tandang gemilang Manchester United musim ini, akhirnya tercoreng setelah anak asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu takluk 1-3 di kandang Leicester City, dini hari 22/03/2021 WIB.

Hasil ini membuat United, yang tak terkalahkan di 29 laga tandang sebelumnya, kian tipis harapannya untuk meraih gelar di musim ini. Posisi Manchester City yang – jujur saja – tak tersusul dengan keunggulan 14 poin, membuat Setan Merah kini hanya punya satu target realistis, yakni Liga Eropa.

Sementara itu bagi Leicester City, selain menjaga asa untuk dapat gelar di musim ini, kemenangan ini juga bernilai historis karena membawa mereka untuk pertama kalinya dalam 39 tahun, ke babak semifinal Piala FA.

Prestasi tersebut memang pantas didapatkan anak-anak asuhan Brendan Rodgers tersebut karena penampilan mereka yang nyaris tanpa cela. Kelechi Iheanacho membuka keunggulan The Foxes di menit ke-24, dengan memanfaatkan kesalahan gelandang bertahan MU, Fred.

Striker Mason Greenwood sempat menyamakan kedudukan bagi MU di menit ke-38 setelah menyambut umpan Paul Pogba. Namun sayang sekali, 7 menit memasuki babak kedua, Leicester kembali unggul lewat aksi Youri Tielemans.

Seperti kebakaran jenggot, Ole pun memasukkan beberapa pemain utamanya seperti Bruno Fernandes, Edinson Cavani, Luke Shaw, dan Scott McTominay di pertengahan babak kedua. Permainan United pun kelihatan membaik, namun gol kedua tak kunjung tercipta bagi Setan Merah.

Alih-alih menyeimbangkan kedudukan, United justru tertinggal makin jauh di menit ke-78. Bola umpan hasil tendangan bebas Marc Albrighton, gagal dihalau McTominay dan malah disundul Iheanacho yang berdiri di belakangnya. Refleks kiper Dean Henderson untuk menepis bola, tidak berpengaruh banyak untuk mencegah bola masuk ke gawang.

Ironisnya, ini bukan tim inti Leicester. Empat pemain utama Leicester, yakni James Justin, Ricardo Pereira, James Maddison, dan Harvey Barnes, harus absen karena cedera. The Foxes tampil sangat padu di berbagai lini. Barisan belakang mereka sangat rapi dan disiplin, sementara barisan depan mereka dengan tiga penyerang ditopang dengan sangat kreatif oleh Wilfred Ndidi.

Penampilan United yang jauh di bawah standar ini memang sangat disayangkan, mengingat United unggul head to head atas Leicester. Selama 9 pertemuan terakhir, dari rentang 2016 hingga 2021, Setan Merah tidak pernah kalah dari Leicester. Bagi Leicester sendiri, kemenangan ini merupakan balas dendam terbaik atas kekalahan 2-0 dari United di penghujung musim lalu, yang membuat mereka terhempas dari zona liga Champions.

Seusai laga, Solskjaer mengakui bahwa timnya memang tidak tampil seperti biasanya. Terutama setelah tampil bagus usai menjinakkan raksasa Italia, AC Milan, di liga Eropa. Salah satu alasan, menurut Solskjaer, mungkin adalah banyaknya jam terbang yang harus dilakoni.

“Saya tidak mau mencari-cari alasan, tetapi saya perlu memberikan penjelasan; dan salah satu penjelasan adalah ada beberapa pemain yang baru saja bergabung kembali dan belum banyak berlatih. Mereka sudah cukup lama tidak bermain, dan ada beberapa yang sering tampil tetapi tidak menunjukkan semangat dan energi seperti yang kerap kita saksikan. Kami kebobolan gol-gol mudah yang jarang terjadi pada kami dan itu sulit jika melawan tim bagus seperti Leicester.”

Solskjaer

Di sisi berseberangan, Rodgers tampak sumringah saat mengakui, ”Penampilan kami luar biasa,” seusai pertandingan. Rodgers memuji penampilan timnya yang solid dan disiplin, sembari menyiratkan hasrat besarnya untuk menjuarai Piala FA.

“Pengaturan waktu kami untuk menyerang sangat bagus, tiap lini tampil sangat bagus, dan kami selalu mengancam saat menguasai bola. Memenangi Piala FA akan sangat istimewa rasanya bagi kami.”

Rodgers

Meski begitu, jalan makin terjal bagi The Foxes. Di babak semifinal, mereka harus menghadapi tim kuda hitam musim ini, Southampton, yang lolos dengan mulus ke semifinal setelah mencukur Bournemouth 3-0.

Lolos dari hadangan Southampton, masih ada Manchester City atau Chelsea yang akan menanti di Wembley nanti. City musim ini sangat sulit dikalahkan, dan Chelsea belum pernah kalah semenjak ditangani Thomas Tuchel. Mampukah Leicester City mengakhiri petualangan mereka di arena Piala FA musim ini dengan mengangkat trofi FA pertamanya?

(DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*