Kemenangan 1-0 Internazionale Milan atas Atalanta, dini hari (9/3/2021), menjadi kado manis di hari ulang tahun ke-113 La Beneamata, sekaligus menjaga asa Tim Biru-Hitam itu untuk meraih scudetto pertama dalam 10 tahun terakhir.
Ini merupakan laga krusial bagi kedua tim karena Inter tengah berjuang untuk memperlebar jarak dengan rival sekotanya, AC Milan, yang terus menguntit di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia. Kemenangan akan membuat Inter unggul 6 poin atas Rossoneri, dan dengan 12 pertandingan tersisa, itu tentu menjadi modal yang sangat berharga.
Atalanta sendiri tengah berjuang untuk kembali ke zona liga Champions – yang beberapa tahun belakangan telah menjadi arena langganan mereka. Meski kalah pekan lalu di arena liga Champions Eropa dari Real Madrid, penampilan La Dea di liga domestik tetap menunjukkan tren positif, dengan torehan lima kemenangan beruntun, dan total tujuh kali tak terkalahkan.
Milan Skriniar menjadi pahlawan kemenangan Inter lewat sontekan datarnya yang membuat Inter unggul sembilan menit lepas turun minum. Berawal dari skema tendangan pojok, bek muda Inter, Alessandro Bastoni memberi sodoran pelan ke arah Skriniar yang tengah berdiri di dalam kotak penalti Atalanta. Tanpa pikir panjang, Skriniar melepaskan tembakan yang sempat mengenai kaki salah satu penggawa Atalanta, sebelum mengoyak sisi kanan gawang.
Selamat dari Gempuran Hebat
Selepas unggul di menit ke-54, Inter nyaris menggandakan kedudukan lewat aksi striker asal Belgia, Romelu Lukaku, di menit ke-57. Sayang sekali, bek Atalanta, Romero, berhasil melakukan tekel untuk membelokkan bola yang akan ditendang Lukaku. Itu pun menjadi peluang terakhir Inter sebelum mulai dipaksa bertahan demi menahan gempuran demi gempuran dari Atalanta, yang mulai mengambil alih inisiatif serangan.
Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, memasukkan pemain-pemain dengan naluri menyerang seperti Muriel, Miranchuk, dan Pasalic untuk mencari gol penyeimbang. Serangan demi serangan mulai menghujani paruh lapangan Inter, baik lewat tengah maupun sayap. Namun sayang sekali, anak-anak dari kota Bergamo itu hanya mampu menciptakan tiga peluang emas. Tembakan striker Duvan Zapata masih melebar, upaya gemilang Luis Muriel masih mampu dibendung kiper Samir Handanovic yang kembali tampil gemilang, dan tembakan Pasalic masih belum tepat sasaran.
Berkat pengalaman, disiplin, dan tekad untuk menang, Inter-nya Antonio Conte akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang. Inter patut berterima kasih pada pemain pilarnya, Milan Skriniar yang tampil sangat bagus di laga ini dalam bertahan, sekaligus mencetak gol kemenangan. Tidak berlebihan jika selebrasi khasnya berupa gestur mengirim ciuman, menjadi kado terbaik bagi La Beneamata, tim yang paling disayangi di Italia itu.
Conte: Atalanta Adalah Lawan Berat
Seusai pertandingan, Antonio Conte yang kini telah menuai tujuh kemenangan beruntun di liga bersama Inter, mengatakan bahwa Atalanta merupakan lawan tangguh yang sulit dikalahkan. Conte mengakui bahwa laga dini hari tadi itu sangat taktis, dan Atalanta melakukan perubahan yang terbukti cukup menyulitkan.
“…Penting untuk ditekankan bahwa Atalanta adalah tim tangguh yang sudah meraih poin dari tim-tim besar. Mereka lebih berhati-hati dibandingkan saat terakhir kami bertemu, jadi ini adalah tiga poin penting yang berhasil kami raih dari kubu yang sangat bagus. Mengalahkan Atalanta juga penting untuk menjaga peluang kami meraih gelar, karena mereka adalah tim dengan mental yang bagus dan bukan tidak mungkin masih mampu berbicara banyak dalam perburuan gelar.”
Antonio Conte
Gasperini Tanpa Penyesalan
Arsitek Atalanta, Gian Piero Gasperini, mengaku sedih dengan hasil yang diraih timnya di Giuseppe Meazza, namun tidak berniat untuk mengubah taktiknya. Berbicara pada Sky Sport Italia, Gasperini juga mengaku tidak layak kalah karena permainan yang disuguhkan tim asuhannya sudah sangat bagus.
“Kami tidak pantas menelan kekalahan. Apakah saya akan memainkan strategi ini ratusan kali? Saya akan bilang, ‘Iya!’. Kami tampil bagus, baik di babak pertama maupun kedua. Kami kalah karena sepak pojok, dan itu membingungkan. Kami kalah karena satu serangan.”
Gian Piero Gasperini
Kekalahan ini membuat Atalanta masih tertahan di peringkat kelima klasemen, dengan selisih satu poin dari AS Roma di peringkat keempat, dan dua poin dari Napoli di peringkat keenam. Mereka terancam lengser ke peringkat keenam mengingat Napoli baru melakoni 25 laga alias masih punya tabungan satu pertandingan.
Buon Compleano, La Beneamata!
(DS)
Leave a Reply