Manchester United berhasil mengalahkan Wolverhampton Wanderers di kandang sendiri, meski menyuguhkan permainan membosankan. Striker andalan mereka, Marcus Rashford, melakukan aksi putus asa jelang bubaran dan berhasil mencetak gol. Kemenangan ini cukup untuk mengantarkan United ke peringkat kedua klasemen sementara, dan menyambut tahun baru dengan lebih percaya diri.
Rashford Penentu Kemenangan
Marcus Rashford menjadi pahlawan berkat gol tunggalnya di menit ke-93. Setelah lolos dari jebakan offside dan menyambut bola hasil umpan lambung Bruno Fernandes, Rashford berusaha menyerang sendirian dari sisi kanan. Tanpa rekan-rekan di dekatnya, Rashford mencoba melewati hadangan bek Wolves, sebelum melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Bola meluncur melewati kerumunan pemain belakang, mengenai badan bek Romain Saiss, yang ironisnya tampil amat bagus sepanjang 90 menit, dan bergulir ke sisi kiri gawang Wolves. Rui Patricio yang telanjur melompat ke kanan, hanya bisa ternganga melihat gawangnya kebobolan.
Selesai laga, Rashford yang berbicara ke Prime Video, mengakui bahwa golnya tersebut tidak bisa dikatakan indah, tetapi yang terpenting adalah tiga poin yang berhasil diraih. Laga ini diakuinya merupakan laga yang berat, dan United sayangnya tidak menampilkan performa terbaik. Beruntung, dia berhasil memanfaatkan kram yang dialami bek Wolves Rayan Ait-Nouri, dan mendapat hasil memuaskan.
“Bek mereka mengalami kram beberapa menit sebelumnya, jadi saya mengingatkan diri sendiri untuk menyibukkannya; membuatnya berbalik secara tiba-tiba, dan semoga saja saya bisa menciptakan sesuatu. Syukurlah, pada akhirnya kami mendapat pantulan tadi.”
Rashford
Mengenai posisi United di klasemen saat ini, Rashford berkomentar bahwa dirinya belum ingin melihat terlalu jauh ke depan. “Menilai klasemen di saat musim baru dimulai, merupakan hal yang agak bodoh,” tuturnya.
Ole Sumringah
Bos United, Ole Gunnar Solskjaer, memuji daya juang timnya yang tetap bertarung hingga detik akhir. Sembari membandingkan dengan musim lalu, Ole mengingatkan dalam wawancara setelah pertandingan, tradisi klub yang selalu menang jelang akhir laga.
“Musim lalu, kami tidak dapat banyak poin jelang akhir-akhir laga, padahal klub punya tradisi itu. Sekarang kami cukup sering mendapat poin jelang akhir laga, dan keduanya merupakan aspek mental maupun fisik.”
Ole
Mengenai penampilan United yang kurang memanjakan mata, Ole berkomentar bahwa United memang tidak tampil seperti yang diinginkan, tetapi ini merupakan kemenangan atas tim kuat. “Ini merupakan kemenangan pertama saya atas mereka di Liga. Kami pernah mengalahkan mereka di Piala Liga, tetapi kurasa kami sudah bertemu mereka tujuh kali, dan tidak pernah tercipta banyak gol. Sudah merupakan langkah besar ke depannya, saat kita tidak tampil bagus, tetapi tetap menang,” papar Ole.
United Resmi Memburu Gelar?
Kemenangan ini mendongkrak United ke posisi kedua klasemen sementara dengan poin 30, terpaut dua angka dari Liverpool di pucuk klasemen. Banyak yang merasa bahwa hasil ini menjadi pertanda kebangkitan United dalam perburuan gelar juara liga Inggris. Seperti diketahui, United terakhir kali menjuarai Liga Primer Inggris di tahun 2011. Sesudahnya, mereka malang melintang di liga, dengan beberapa pelatih baru.
Meski posisi saat ini tampak menjanjikan, Ole tidak ingin besar kepala dan berharap terlalu jauh. Ole tampak masih enggan mengakui bahwa United merupakan penantang serius dalam perburuan gelar liga Primer musim ini. Menurutnya, perjalanan masih panjang, dan ini cuma satu kemenangan. Meski begitu, Ole menegaskan bahwa hal itu bukan karena keraguannya pada skuad saat ini yang belum tampil sesuai yang diinginkan.
“Kami hanya fokus ke pertandingan berikutnya. Tadi itu memang sangat membosankan, tetapi kami tidak boleh berpikir terlalu jauh. Posisi kami saat ini memang bagus, tetapi ini bahkan belum separuh musim. Jadi, jalan masih sangat panjang.”
Ole
(DS)
Leave a Reply