Die Rekordmeister: Bayern Munchen Sempurna di Eropa

Sumber: @championsleague

Bayern Munchen kembali berpesta setelah berhasil menjadi juara dalam perebutan Piala Super Eropa.

Bertemu wakil asal Spanyol, Sevilla, Munchen sukses menjadi kampiun setelah melewati duel ketat hingga babak perpanjangan waktu. Sempat unggul lewat penalti Lucas Ocampos (13’), Sevilla, juara Liga Eropa 2019/2020, harus mengakui kehebatan armada besutan Hansi Flick yang membalas lewat sepasang gol dari Leon Goretzka (34’) dan Javi Martinez (104’).

Pencapaian Munchen ini pun seakan kembali menegaskan salah satu julukan mereka, Die Rekordmeister, alias Sang Juara Rekor. Ya, Si Merah dari Tanah Bavaria menjadi juara dengan catatan sempurna sekaligus sebuah rekor: tidak tersentuh kekalahan di kompetisi antarklub Eropa selama musim 2019/2020. Di kompetisi UCL 2019/2020, Munchen tak terkalahkan sejak fase grup hingga partai final. Mereka memenangkan 11 laga dengan memasukkan 43 gol dan hanya kebobolan delapan kali. Kesuksesan itu lalu ditutup dengan sempurna dengan menjadi juara Piala Super Eropa. Benar-benar sebuah rekor!!

Babak Pertama

Munchen yang lebih diunggulkan, langsung tampil menekan sejak menit awal. Umpan Gnabry dua menit selepas sepak awal, berhasil melewati pertahanan Sevilla. Beruntung Bounou, kiper Sevilla, dengan sigap mengamankan bola tersebut. Kubu lawan mendapat peluang di menit ke-6 lewat tendangan bebas Suso, yang sayangnya masih bisa dihalau Suele. Pertandingan lalu berjalan dengan dominasi penguasaan bola berada di tangan  sang jawara UCL 2019/2020.

Kalah dalam penguasaan bola, Sevilla perlahan mencoba mengatur serangan. Menit ke-11 Navas mengirimkan umpan silang yang coba diteruskan oleh De Jong kepada rekan-rekannya. Rakitic yang menerima bola De Jong justru dijatuhkan oleh Alaba. Wasit Anthony Taylor pun langsung memberikan kartu kuning bagi Alaba dan hadiah penalti untuk Sevilla. Ocampos yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Sepakan dua belas pas penyerang Argentina memberikan keunggulan sementara bagi tim Andalusia. Menit ke-13 Sevilla unggul 1 – 0 atas Munchen.

Selepas gol Ocampos, Munchen masih tetap tenang dan bermain menguasai bola. Kedua tim silih berganti mencoba mengkreasikan peluang mencetak gol. Namun, barisan pertahanan keduanya masih sigap mengamankan area kotak penalti.

Ancaman Munchen kembali datang di menit ke-22. Umpan Pavard berhasil menemui Lewandowski dan diteruskannya ke dalam kotak penalti Sevilla. Mueller berhasil menyongsong bola tersebut, langsung menembakkannya, yang sayangnya masih tanpa hasil. Menit ke-25, Munchen unggul dalam penguasaan bola, 61 persen berbanding 39 persen milik Sevilla.

Sevilla kembali diuji di menit ke-26. Sebuah umpan dari Mueller berhasil sampai di kaki Pavard. Apa daya, tendangan bek Perancis tersebut justru tidak menemui sasaran. Sekali lagi, peluang Munchen harus terbuang percuma.

Serangan Munchen kembali datang di menit ke-30. Umpan panjang dari Neuer berhasil diterima Lewandowski. Penyerang Polandia tersebut lantas mencoba menyamakan skor. Namun, lagi-lagi serangan Munchen tetap kandas. Berada dalam posisi satu lawan satu, Lewandowski belum bisa mengalahkan ketangguhan Bounou yang melakukan penyelamatan gemilang.

Gelombang serangan Munchen yang bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil. Berawal dari penguasaan bola, Mueller memberikan umpan crossing kepada Lewandowski. Dengan cerdik, bola diteruskan kepada Goretzka yang muncul dari belakang dan langsung menyambarnya melalui sepakan keras ke gawang Sevilla. Munchen bersorak. Menit ke-34 gol penyama itu akhirnya datang juga. Skor menjadi sama kuat, 1 – 1.

Terkejut dengan aksi Goretzka, Sevilla berusaha membalas dan beberapa kali menciptakan peluang. Sayang, umpan-umpan dari Diego Carlos atau pun Navas selalu mentah di kaki bek-bek Munchen. Demikian halnya Munchen yang sempat mengancam lewat aksi Sane, Pavard serta Hernandez, namun tetap tanpa adanya gol tambahan. Sevilla justru memperoleh kartu kuning pertamanya lewat Jordan di menit ke-45. Hingga dua menit tambahan babak pertama usai, kedua tim harus puas berbagi skor, 1 – 1.

Babak Kedua

Awal paruh kedua, inisiatif serangan lebih dahulu ditunjukkan oleh wakil dari Spanyol. Baru semenit laga berjalan, sebuah peluang diperoleh De Jong, hasil kreasi Escudero. Namun Munchen bisa bernapas lega lewat penyelamatan apik sang kiper, Neuer.

Keasyikan menyerang, Sevilla justru kebobolan di menit ke-51 lewat sepakan Lewandowski. Namun, gol tersebut kemudian dibatalkan VAR, sebab sang penyerang sudah terlebih dahulu berada di posisi offside saat menerima umpan dari Muller. Laga pun semakin seru sebab jual-beli serangan makin kerap terjadi.

Sevilla memperoleh kartu kuning keduanya di menit 55 setelah Kounde melanggar Lewandowski. Semenit berselang, En-Nesyri dimasukkan untuk menggantikan De Jong, dan Rakitic digantikan Torres demi menambah daya serang Sevilla. Kubu Munchen pun meresponnya, dengan Sane yang ditarik keluar digantikan oleh Tolisso.

Memasuki menit ke-75 laga semakin menarik karena serangan masing-masing tim datang silih berganti. Hernandez, Gnabry, Pavard dan Kimmich bergantian memberikan umpan-umpan bagi lini depan Munchen. Sevilla pun terlihat memberikan beberapa ancaman lewat aksi-aksi Navas dan Jordan. Sayangnya, serangan kedua kesebelasan tetap belum bisa berujung gol tambahan. Sevilla justru terlihat mulai bisa mengimbangi ball possesion Munchen kala pertandingan waktu normal tersisa 10 menit.

Mendekati akhir waktu normal, Munchen semakin bersemangat mencari gol tambahan. Serangan dari Pavard, Kimmich, Mueller dan Lewandowski berturut-turut mengancam gawang Sevilla. Hanya saja Bounou dan lini belakang Sevilla masih belum juga bisa tertembus. Malah Sevilla sempat memperoleh peluang emas pada menit 88. En-Nesyri yang menerima umpan matang dari Navas, berada dalam posisi satu lawan satu dengan Neuer. Sayang, peluang Sevilla untuk memenangkan laga kandas berkat aksi penyelamatan gemilang Neuer.

Lima menit tambahan waktu babak kedua pun berlalu tanpa ada gol lagi yang tercipta. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Extra Time

Babak perpanjangan waktu berjalan masih dengan dominasi Munchen. Serangan lebih banyak dilakukan oleh Die Roten. Gol kemenangan laga ini pun tercipta di ujung paruh pertama babak perpanjangan waktu. Tepisan Bounou terhadap sepakan voli Alaba justru mengarah ke Javi Martinez yang langsung menyundulnya ke pojok kanan gawang Sevilla. Munchen berbalik unggul 2 – 1 di menit 104.

Lima belas menit perpanjangan waktu babak kedua, serangan kedua tim belum juga berkurang, terutama Sevilla yang mencoba mencari gol penyeimbang dan memaksakan adu penalti. Namun, tidak ada lagi gol yang tercipta. Bayern Munchen pun sukses menjadi jawara Piala Super Eropa tahun ini.

Selamat kepada Bayern Munchen!!!

Susunan Pemain:

Bayern Munchen (4-2-3-1): Manuel Neuer; Benjamin Pavard, Niklas Suele, David Alaba (Jerome Boateng, 112’), Lucas Hernandez (Javi Martinez, 99’); Leon Goretzka (Anthony Davies, 99’), Joshua Kimmich; Serge Gnabry, Thomas Mueller, Leroy Sane (Corentin Tolisso, 70’); Robert Lewandowski

Pelatih: Hans-Dieter Flick

Sevilla (4-3-3): Yassine Bounou; Sergio Escudero, Diego Carlos, Joules Kounde, Jesus Navas; Ivan Rakitic (Oliver Torres, 56’), Fernando, Joan Jordan (Franco Vazquez, 94’); Lucas Ocampos, Luuk De Jong (Youssef En-Nesyri, ‘56), Suso (Nemanja Gudelj, 73’)

Pelatih: Julen Lopetegui

Stadion: Puskas Arena, Budapest, Hungaria

Penonton: 20.000

(FA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*