Real Madrid memulai musim di kompetisi La Liga dengan hasil kurang memuaskan, dimana pada laga perdana melawan Real Sociedad, Los Blancos – julukan Real Madrid berhasil ditahan imbang oleh tuan rumah dengan skor kacamata 0-0.
Bermain di Anoeta Stadium, Real Madrid yang merupakan juara bertahan liga musim lalu tampil dengan skuad terbaiknya tanpa ada perubahan signifikan, hanya ditandai dengan debut sang anak hilang, Martin Ondegaard.
Di pertandingan kali, Zidane mencoba memakai formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan triquista Vincius, Ondegaard dan Rodrygo untuk menyokong Benzema sang striker tunggal, sementara pengatur kedalaman lini tengah dipercayakan kepada Kroos dan juga Modric.
Sejak tiup pluit babak pertama dimulai, anak asuh Zidane langsung ambil alih permainan lewat penguasaan bola yang menjadi ciri khas Madrid. Passing-passing kerap dilakukan Ramos dkk dengan sesekali melakukan umpan terobos lewat pemain sayap lincah mereka, Vinicius dan Rodrygo.
Akan tetapi, tim lawan mampu membaca pola permainan yang diperagakan anak-anak Madrid. Setiap serangan yang dilancarkan oleh Madrid lewat aksi Benzema mampu dipatahkan lini pertahanan Sociedad.
Terlihat sekali, tanpa Ronaldo yang telah hengkang ke Juventus, lini serangan Madrid terlihat tidak segarang beberapa musim sebelumnya ketika masih diperkuat oleh sang peraih 5 ballon d’or tersebut.
Ditambah lagi ketiadaan Gareth Bale yang harus dipinjamkan ke Spurs, produktivitas gol Madrid seakan menurun meski menyisahkan Benzema yang kerap mencetak gol bagi Madrid.
Duet Vinicius dan Rodrygo bahkan Hazard belum mampu menunjukkan peforma yang ciamik untuk lini serang Madrid. Nama terakhir yang didatangkan Madrid sebagai pemain termahal sekaligus diharapkan untuk menggantikan Ronaldo pun belum menunjukkan kemajuan yang menjanjikan karena di awal musim harus berkutat dengan cedera.
Tentu, publik ingin menantikan kontribusi dari pemain-pemain yang diproyeksikan mampu mengangkat peforma Madrid sepeninggalan Ronaldo dan juga Bale.
Zidane dianggap telah kehilangan sentuhan magisnya di musim kedua ini bersama Madrid. Taktik pria berkepala plontos tersebut seolah dianggap itu-itu saja dan bisa dibilang minim taktik. Itu terbukti dengan taktik kala melakukan pergantian pemain dimana dia (Zidane) kerap merotasi skuad dengan pemain yang itu-itu pula.
Kini ia kembali disorot, pasca mencoba formasi yang bukan menjadi formasi andalan kala menjamu Real Sociedad pada laga perdana Madrid. Zidane dianggap melakukan kesalahan karena berani memainkan pemain-pemain muda yang dipanggilnya dari Castilla ketimbang memainkan pemain-pemain lain yang kerap menjadi penghangat bangku cadangan.
Ada apa dengan dia (Zidane), sehingga Madrid yang sekarang tidak sama dengan Madrid yang dulu kala dia pertama dipercaya menukangi tim utama, dimana saat itu terkenal dengan trio BBC yang garang dalam urusan mencetak gol.
Akankah Zidane mampu menemukan kembali magisnya dan mampu membawa Real Madrid menjadi tim superior serta ditakuti lawan-lawannya ?
Kita nantikan saja !
(LN)

Leave a Reply