Journee (pekan) ke-3 Ligue 1 Perancis yang berlangsung pada Senin (14/9/2020) dini hari tadi mempertemukan dua tim besar, Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique Marseille (OM). Laga yang juga dikenal dengan sebutan Le Classique (El Classico-nya Perancis) ini selalu dinanti-nanti publik Perancis. Selain itu, laga ini juga kerap menghadirkan tensi tinggi serta adu gengsi, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di kalangan suporternya, pun hingga masing-masing kotanya. Jika PSG adalah simbolnya Paris, maka Marseille adalah kebanggaan warga Marseille, kota terbesar kedua di Perancis. Persaingan Utara (Paris) dan Selatan (Marseille) ini kerap membuat kedua kubu memanas dan tidak jarang terlibat saling ejek.
Bagi Le Classique kali ini, tensi panas bisa dibilang sudah ada sejak sebulan lalu. Publik kota Paris sepertinya masih belum melupakan ejekan warga Marseille ketika PSG kalah dari Bayern Munchen di final Liga Champions Eropa (UCL) 2019/2020 Agustus lalu. Jelang final, seluruh warga Marseille bahkan dilarang keras mendukung PSG. Segala atribut PSG diharamkan di kota pesisir Mediterania tersebut. Usai kalah, PSG kembali jadi bahan ejekan. Marseille boleh berbangga karena masih menjadi satu-satunya tim Perancis yang pernah menjuarai UCL.
Panas Sejak Awal
Pada Le Classsique kali ini, baik PSG maupun Marseille turun dengan formasi 4-4-3. Minus Kylian Mbappe, tuan rumah PSG menurunkan Angel Di Maria diapit Neymar dan Pablo Sarabia di barisan depan. Lini tengah diisi trio Idrissa Gueye, Marco Verratti dan Ander Herrera. Sementara di belakang, Thilo Kehrer, Presnel Kimpembe, Juan Bernat, plus rekrutan baru Alessandro Florenzi, berdiri di depan penjaga gawang Sergio Rico.
Meski tanpa kehadiran Mbappe di depan dan kapten Marquinhos di lini pertahanan, plus hengkangnya pilar inti tahun lalu (Thiago Silva dan Edinson Cavani), Andre Villas-Boas, pelatih Marseille, paham bahwa PSG tetaplah berbahaya. Namun, alih-alih bermain bertahan, Marseille juga bertekad menyerang sedari awal laga. Trisula lincah Dimitri Payet, Maxime Lopez dan Florian Thauvin yang mentas sejak sejak menit pertama laga adalah tanda bahwa Marseille datang dengan tekad meraih poin di kota Paris. Pape Gueye, Boubacar Kamara dan Valentin Rongier menjadi andalan lini tengah Marseille kali ini. Kuartet pertahanan ditempati oleh Alvaro Gonzalez, Duje Caleta-Car, Jordan Amavi dan Hiroki Sakai. Posisi kiper dipercayakan pada sang kapten, Steve Mandanda.
PSG langsung memperoleh peluang emas saat laga baru berjalan dua menit. Crossing Florenzi dari sisi kanan coba diteruskan lewat sontekan Verratti. Beruntung Mandanda masih sigap menepisnya. Tiga menit berselang, Marseille bereaksi dan membalasnya lewat sepakan keras kaki kiri Rongier dari luar kotak penalti. Sayang, bola mengarah tepat ke pelukan Sergio Rico. Pasukan Thomas Tuchel kembali membuka peluang dari sisi kiri lewat pergerakan Neymar pada menit ke-7 yang terpaksa membuat Sakai menjatuhkannya dan diganjar kartu kuning.
Kartu kuning Sakai menjadi titik awal naiknya tensi laga kali ini. Wasit lebih sering meniup peluit akibat pelanggaran dari masing-masing kubu. Menit ke-13 Florenzi melanggar Amavi yang menghalau laju serangan PSG dan langsung dibalas Marseille menit ke-15 lewat jegalan keras Kamara terhadap Di Maria. Lima menit setelahnya, kembali terjadi pelanggaran saat Idrissa Gueye menjatuhkan Pape Gueye.
Meski PSG mendominasi ball possesion, namun belum banyak peluang ke gawang yang tercipta karena bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah. Jual-beli serangan yang coba dibangun lewat umpan-umpan crossing memanfaatkan lebar lapangan selalu dapat dimentahkan barisan pertahanan masing-masing tim. Di sisi lain, pelanggaran demi pelanggaran makin kerap terjadi. Untung saja hal tersebut belum sampai memaksa wasit mengeluarkan kartu. Menit 24 dan 27 Neymar kembali menjadi korban pelanggaran Alvaro Gonzalez dan Maxime Lopez.
Gol yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba saat laga berjalan hampir setengah jam. Bermula dari pelanggaran Herrera yang menyikut Kamara, wasit kemudian memberikan tendangan bebas bagi Marseille. Payet, sang eksekutor, memilih mengumpannya ke sisi kiri gawang PSG. Thauvin yang melihat arah bola, lantas berlari menyongsong umpan tersebut. Lewat tendangan volinya kaki kirinya, bola lalu diteruskan ke dalam gawang PSG. Marseille pun unggul 1 – 0.
PSG yang dikejutkan oleh gol Thauvin tadi akhirnya bermain lebih menyerang demi mengejar ketinggalan. Sayangnya, serangan PSG selalu diarahkan kepada Neymar, yang justru menjadi target bek-bek PSG. Serangan dari Neymar berulang kali kandas akibat hadangan barisan pertahanan Marseille. Neymar bahkan kembali dijegal di menit ke-35, kali ini oleh Rongier.
Menit 37 laga terhenti sejenak akibat protes pemain PSG yang mengklaim penalti setelah menduga pemain Marseille menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. Setelah pemeriksaan VAR, klaim PSG akhirnya dibatalkan. Menit ke-38 giliran Pape Gueye berusaha menghentikan Neymar lewat sebuah sapuan keras berbuah kartu kuning. Aksi Pape Gueye tersebut lantas memicu penggawa kedua kubu terlibat adu mulut dan saling dorong di lapangan. Di tambahan waktu babak pertama, keributan kembali terjadi dengan melibatkan Kimpembe dan beberapa penggawa Marseille. Beruntung insiden tersebut tidak berbuah tambahan kartu. Hingga akhir babak pertama tuan rumah tetap belum bisa mencetak gol balasan.
Meledak di Ujung Laga
PSG yang tertinggal makin bersemangat pada babak kedua. Namun kreasi serangan mereka selalu bisa diamankan oleh lini belakang Marseille. Tensi panas yang sudah tercipta di babak pertama pun semakin membara. Menit 48 sebuah jegalan keras langsung diberikan Idrissa Gueye terhadap Thauvin. Marseille membalasnya di menit ke-50 setelah Gonzalez melanggar Di Maria secara keras, tepat di tepi kotak penalti. Gonzalez menerima kartu kuning, dan hadiah sepakan bebas yang dieksekusi Neymar terbuang percuma setelah hanya membentur pagar betis pemain Marseille.
PSG akhirnya memperoleh kartu kuning pertamanya di laga ini kala Bernat mendorong Thauvin di menit ke-52. Serangan yang silih berganti dari masing-masing kubu tetap belum berbuah gol. Menit 57 PSG kembali mendapat peluang emas. Neymar yang menguasai bola meneruskannya ke Florenzi di sisi kanan, yang lalu diteruskan mendatar ke tengah kotak penalti Marseille. Sarabia telah siap menyambutnya. Sayang, sepakan datarnya masih bisa digagalkan oleh penyelamatan gemilang lewat kaki Mandanda.
Tepat sejam laga, Mandanda lagi-lagi menampilkan aksi penyelamatan gemilang. Sepakan Neymar yang berbelok arah setelah mengenai Gonzalez, kembali dihalau sang kiper dengan kaki. PSG kembali dipaksa bersabar untuk menciptakan gol pertamanya. Menit 61 kartu kuning diberikan kepada Lopez akibat menarik kaos Sarabia.
Angel Di Maria sempat membuat tuan rumah bersorak di menit 62 lewat golnya memanfaatkan umpan Idrissa Gueye. Namun sayang, gol harus dianulir oleh wasit karena Di Maria terlebih dahulu berada di posisi offside. Menit 64 giliran gol Marseille yang dianulir wasit. Bola rebound di depan gawang hasil sepakan keras Thauvin yang diteruskan Dario Benedetto tidak disahkan menjadi gol. Rupanya Thauvin lebih dahulu terjebak offside.
Menit 67 Lopez kembali menjatuhkan Neymar, beruntung ia lolos dari hukuman kartu. PSG kembali gagal memanfaatkan peluang di menit 70. Umpan mendatar Sarabia ke kotak penalti gagal dimaksimalkan Neymar. Sepakan Neymar masih melebar. Selepas peluang itu pun PSG kembali berusaha menyerang dari sisi kiri dan kanan. Namun apiknya pertahanan Marseille membuat upaya PSG selalu menemui jalan buntu.
Mendekati akhir, tensi panas kian meningkat. Menit ke-71, 72, dan 74 berturut-turut Benedetto, Leandro Paredes dan Angel Di Maria diganjar kartu kuning. Pelanggaran Di Maria terhadap Payet bahkan mengakibatkan pemain Perancis tersebut harus digantikan akibat cedera. Selebihnya, tidak ada lagi peluang dari masing-masing kubu yang berbuah gol.
Justru jelang peluit akhir, tensi panas laga mencapai puncaknya. Kevin Strootman yang dikartu kuning di awal masa tambahan waktu. Menit 90+7 hujan kartu merah pun terjadi. Dorongan Benedetto terhadap Sarabia membuat kemarahan pemain PSG meledak. Benedetto terlihat terjatuh di lapangan akibat dikelilingi pemain PSG. Saling dorong pun tak terelakkan lagi. Bahkan Jordan Amavi dan Layvin Kurzawa tampak mencoba saling menendang. Wasit pun tanpa ampun memberikan kartu merah bagi Kurzawa, Amavi, Benedetto dan Paredes. Neymar pun turut dikartu merah setelah wasit memeriksa ulang lewat VAR. Rupanya Neymar tertangkap kamera memukul bagian belakang kepala Gonzalez. Neymar beralasan bahwa Gonzalez menyerangnya dengan kalimat bernada rasis.
Kekalahan ini membuat PSG belum meraih satu poin pun dari dua pertandingan yang telah dijalani. Pada laga sebelumnya mereka dipermalukan tim promosi RC Lens juga dengan skor 0 – 1. Ini membuat PSG untuk sementara berada di posisi ke-18 tabel klasemen. Bagi Marseille, kemenangan atas PSG merupakan tripoin kedua mereka setelah tengah pekan kemarin sukses mengalahkan Stade Brest dengan skor ketat 3 – 2. Marseille pun bertengger di posisi ke-5 sementara, meski bersama PSG dan beberapa tim lain masih menyimpan satu laga sisa.
(FA)
Leave a Reply