Review Film Super 30 (2019), Kisah Nyata Anand Kumar yang Inspiratif

Super 30 adalah film biografi yang mengisahkan perjalanan nyata Anand Kumar, seorang matematikawan muda yang menghadapi tantangan luar biasa dalam hidupnya. Dilatarbelakangi oleh kehidupan yang penuh perjuangan, Anand, yang berasal dari keluarga miskin, memiliki bakat luar biasa dalam matematika namun kesulitan mengakses pendidikan lebih tinggi. Tidak menyerah, ia menciptakan Super 30, sebuah program pelatihan gratis untuk 30 anak dari keluarga miskin di Patna, India, dengan tujuan membantu mereka mempersiapkan ujian masuk ke IIT (Indian Institutes of Technology), salah satu perguruan tinggi paling bergengsi di India.

Namun, perjuangan Anand tidak semudah yang dibayangkan. Dalam menghadapi penolakan dari berbagai pihak dan tantangan dari kehidupan pribadi, termasuk masalah keuangan dan keluarga, Anand berusaha keras untuk memberikan anak-anak didiknya kesempatan yang tidak mereka dapatkan dalam hidup. Film ini menyoroti pengorbanan, dedikasi, dan kepercayaan pada pendidikan sebagai alat perubahan.

Hrithik Roshan yang memerankan Anand Kumar berhasil memberikan penampilan yang sangat meyakinkan dan emosional. Dalam peran ini, Hrithik tidak hanya menunjukkan kemampuannya dalam berakting, tetapi juga transformasi fisik yang luar biasa, yang membuatnya tampil lebih sederhana dan jauh dari citra glamor yang sering melekat padanya. Sebagai Anand Kumar, Hrithik memerankan seorang pria yang rendah hati, penuh kecerdasan, dan sangat berdedikasi pada misinya untuk membantu orang lain, meskipun ia sendiri menghadapi banyak kesulitan.

Mrunal Thakur sebagai istri Anand, Radhika, memberikan kontribusi yang solid dalam menggambarkan peran pendukung yang setia dan penuh kasih. Walaupun peran Radhika lebih kecil dibandingkan dengan Anand, karakter ini memberikan sentuhan emosional yang sangat penting dalam perjalanan hidup Anand.

Vikas Bahl, yang sebelumnya dikenal melalui karya-karyanya seperti Queen (2013), berhasil mengarahkan film ini dengan baik. Alur cerita dihadirkan dengan keseimbangan antara drama pribadi dan misi mulia yang dijalani Anand. Pendekatan Bahl dalam menggambarkan kehidupan Anand di Patna dan perjuangannya dengan latar belakang yang begitu keras terasa autentik.

Namun, beberapa elemen dalam cerita terasa agak disederhanakan demi dramatisasi, seperti penggambaran karier Anand yang sangat sukses dan penekanan pada konflik-konflik tertentu yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Meskipun begitu, alur cerita ini berhasil menyentuh hati penonton dengan kekuatan pesan yang dibawakan.

Sinematografi oleh Anil Mehta sangat mendalam dalam menggambarkan kehidupan di Patna, dengan pengambilan gambar yang realistis, memberikan gambaran bagaimana kerasnya kehidupan yang harus dihadapi oleh karakter-karakter dalam film ini. Perpaduan sinematografi dengan pengaturan yang sederhana dan penuh detail membawa penonton merasakan suasana kerasnya kota kecil tersebut.

Musik oleh Ajay-Atul mendukung alur cerita dengan sangat baik. Lagu seperti “Jee Le Zaraa” dan “Nayi Soch” menambah semangat dalam film ini, memberi dorongan kepada penonton untuk tetap percaya bahwa perubahan itu mungkin, bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun.

Di bagian akhir film, kita melihat Anand Kumar berhasil membawa 30 anak didiknya lolos ujian IIT, mencapai impian yang tampaknya mustahil dicapai bagi mereka yang berasal dari latar belakang miskin. Program Super 30 yang dimulai dengan penuh perjuangan dan tantangan, akhirnya sukses besar dan mendapatkan pengakuan luas.

Namun, meski cerita berakhir dengan kemenangan besar, film ini juga menggarisbawahi bahwa meskipun perubahan besar dapat terjadi dalam hidup seseorang, pengorbanan pribadi tetap ada. Anand, yang telah mengubah hidup banyak orang, tetap menghadapi kesulitan dalam hidup pribadinya, termasuk menghadapi kenyataan pahit bahwa pendidikan dan kesempatan tidak selalu bisa mengatasi semua masalah. Di akhir film, Anand mengingatkan kita tentang pentingnya memberi kesempatan kepada mereka yang kurang beruntung dan bagaimana pendidikan bisa menjadi jalan menuju perubahan.

Fakta Menarik Film Super 30 (2019)

  1. Berdasarkan Kisah Nyata. Film ini diangkat dari kisah nyata Anand Kumar, yang mendirikan program Super 30 untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin mempersiapkan ujian masuk ke IIT. Anand sebenarnya hanya menerima 30 murid tiap tahun, memberikan mereka pendidikan intensif secara gratis.
  2. Transformasi Fisik Hrithik Roshan. Untuk peran ini, Hrithik Roshan melakukan transformasi fisik yang signifikan. Ia menurunkan berat badan dan tampil dengan penampilan yang lebih sederhana, mendekati sosok nyata Anand Kumar.
  3. Penghargaan untuk Hrithik Roshan. Penampilan Hrithik Roshan mendapat banyak pujian, dan ia berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dan nominasi, termasuk dari Filmfare Award untuk Aktor Terbaik.
  4. Keberlanjutan Program Super 30. Program Super 30 yang didirikan Anand Kumar di Patna telah berdiri dari tahun 2002 dan berlangsung lebih dari 15 tahun, membantu lebih dari 450 siswa lolos ujian IIT hingga tahun 2020.
  5. Dukungan dari Pemerintah India. Anand Kumar menerima dukungan dari berbagai pihak, termasuk beberapa pejabat dan selebritas India, atas usahanya untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak kurang mampu.

Super 30 adalah film yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengedukasi penonton tentang pentingnya kesempatan pendidikan bagi semua orang, terlepas dari latar belakang ekonomi. Dengan akting kuat dari Hrithik Roshan dan sutradara yang memahami tema besar ini, film ini mampu menyampaikan pesan positif tentang ketekunan dan perjuangan untuk mewujudkan impian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*