Turnamen terakhir FIDE Women’s Grand Prix 2024/2025 di Grosslobming, Austria, menjadi panggung drama besar dalam dunia catur putri. Semua mata tertuju pada GM Anna Muzychuk yang berpeluang merebut segalanya: juara turnamen, gelar keseluruhan Grand Prix, dan satu tiket ke Turnamen Kandidat 2026. Untuk itu, ia harus menang di babak terakhir saat menghadapi GM Vaishali Rameshbabu.
Pertandingan berlangsung ketat. Muzychuk sempat unggul posisi, tetapi permainan yang kompleks dan keberanian Vaishali dalam bertahan membuat partai berakhir imbang. Hasil ini sangat menentukan nasib Anna.
Menang Turnamen, Tapi Gagal Lolos
Secara tiebreak, Anna tetap keluar sebagai juara turnamen Grosslobming, karena memainkan lebih banyak pertandingan dengan buah hitam. Namun, itu belum cukup untuk melampaui total poin GM Zhu Jiner dan GM Aleksandra Goryachkina dalam klasemen keseluruhan Grand Prix.
Anna sebenarnya tampil luar biasa sepanjang seri, dengan dua kemenangan dari tiga turnamen (di Siprus dan Austria). Tapi sistem pengumpulan poin tidak memihaknya. “Ini pertama kalinya saya merasa sangat sedih setelah menang turnamen,” ucapnya dengan nada emosional usai pertandingan.
Zhu Jiner Tak Terbendung
Di sisi lain, Zhu Jiner menunjukkan konsistensi luar biasa. Meski sempat kalah dua kali di awal seri Grand Prix, Zhu bangkit dan terus meraih hasil positif. Di Grosslobming, ia menyamai perolehan poin Anna dan kembali finish di posisi puncak klasemen akhir.
Hasil ini memastikan Zhu lolos ke Turnamen Kandidat 2026, sekaligus mengantongi hadiah tambahan €30.000. “Saya senang dengan penampilan saya. Saya banyak belajar dan menikmati setiap momen,” kata Zhu usai penutupan.
Goryachkina Lolos Tipis, Tan Zhongyi Gagal Manfaatkan Peluang
Sementara itu, GM Aleksandra Goryachkina juga mengamankan tempat di Turnamen Kandidat. Meski penampilannya kurang agresif di seri Nicosia (8 remis, 1 menang), akumulasi poinnya tetap cukup untuk finis kedua secara keseluruhan.
Nasib berbeda dialami GM Tan Zhongyi. Ia berada di posisi menang saat menghadapi Mariya Muzychuk, tapi kesalahan di fase akhir membuatnya gagal menang. Jika hasil itu berpihak padanya, Tan bisa saja menyamai perolehan poin Zhu dan Anna. Ia harus puas di posisi ketiga turnamen.
Turnamen Selesai, Masih Ada Harapan
Grand Prix musim ini resmi ditutup dengan dua pemain lolos langsung ke Turnamen Kandidat: Zhu Jiner dan Goryachkina. Bagi pemain lain seperti Anna dan Tan, peluang masih terbuka. FIDE Women’s World Cup 2025 di Batumi, Georgia (5–29 Juli), akan menjadi ajang perebutan enam slot tersisa untuk Turnamen Kandidat.
FIDE pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung catur putri melalui peningkatan jumlah turnamen, hadiah, dan kesempatan bermain di panggung dunia.
Leave a Reply