Persaingan Ketat di Superbet Chess Classic, Empat Pemain Puncaki Klasemen

Setelah enam babak Superbet Chess Classic Romania 2025, belum ada satu pun pecatur yang benar-benar unggul. Turnamen elit ini semakin panas setelah GM Alireza Firouzja menaklukkan Juara Dunia Gukesh Dommaraju dalam satu-satunya laga yang berakhir dengan kemenangan, Selasa (13/5). Kemenangan tersebut membuat Firouzja menyusul tiga pemimpin klasemen lainnya: GM Maxime Vachier-Lagrave, Fabiano Caruana, dan GM muda asal India, Praggnanandhaa Rameshbabu.

Sementara itu, Gukesh yang menelan kekalahan keduanya, kini terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 6 pertandingan. Dengan tiga babak tersisa dan hampir semua peserta masih berjarak satu poin dari puncak, perebutan gelar tetap sangat terbuka.

Remis Cepat Vachier-Lagrave vs Abdusattorov

Partai tercepat hari itu terjadi antara Vachier-Lagrave dan GM Nodirbek Abdusattorov. Hanya sepuluh langkah dimainkan sebelum keduanya sepakat remis dalam waktu kurang dari 20 menit. Vachier-Lagrave, yang mengaku sedang tidak enak badan usai hari istirahat, memilih jalan aman karena tidak ingat jalur pembukaan yang ia hadapi.

“Saya rasa tidak bijak mengambil risiko dalam kondisi seperti ini,” ujarnya usai pertandingan.

Caruana Gagal Maksimalkan Peluang

Fabiano Caruana sempat berada di jalur kemenangan saat menghadapi GM Bogdan-Daniel Deac. Sang juara AS membuka dengan kejutan sebuah ide lama yang belum pernah digunakan pemain top sebelumnya. Strategi itu sukses mengacaukan irama permainan Deac, yang dikenal suka menghabiskan waktu banyak sejak pembukaan.

Caruana bahkan sempat mengorbankan kuda di langkah ke-15 dan mendapat posisi unggul menuju langkah ke-40. Namun, pada momen krusial, ia memilih langkah salah dari dua opsi, dan keunggulannya pun sirna.

“Itu pilihan 50-50, dan saya memilih yang salah,” ujar Caruana. Hasil remis ini tetap menjaga peluangnya, karena ia masih berbagi posisi puncak.

Firouzja Bangkit, Gukesh Kian Terbenam

Pertandingan paling dramatis hari itu mempertemukan Firouzja dan Gukesh. Meski keduanya membuat beberapa kesalahan besar, Firouzja tampil lebih baik di akhir. Gukesh melakukan blunder fatal saat menukar ke akhir permainan gajah vs benteng, yang seharusnya bisa ditahan jika bukan karena warna gajah yang keliru.

“Dia kira ini remis secara teori, tapi ternyata gajahnya salah warna,” jelas Firouzja, yang mencatat kemenangan keduanya di turnamen ini setelah lima babak tanpa kemenangan.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Gukesh, yang kini sendirian di posisi buncit. Meski begitu, GM Peter Svidler meyakini penampilan buruk ini hanya sementara: “Gukesh terlalu stabil dan terlalu hebat untuk terus bermain seburuk ini.”

Peluang Praggnanandhaa Tak Terwujud

GM Jan-Krzysztof Duda dan Praggnanandhaa bermain imbang dalam duel yang sebetulnya bisa dimenangkan oleh pecatur muda India tersebut. Duda melakukan kesalahan di pembukaan, dan meski Praggnanandhaa sempat unggul materi (ratu vs benteng dan kuda), ia gagal mengonversi keunggulan menjadi kemenangan penuh.

So vs Aronian: Serangan Gagal Berbuah Remis

GM Wesley So yang segera bertransposisi ke Varian Ragozin dalam Queen’s Gambit Declined. GM Levon Aronian mencoba mengejutkan lewat strategi agresif yang pernah digunakannya saat melawan So di turnamen cepat sebelumnya.

Meski So membalas dengan langkah langka Gajah ke e5, Aronian sudah siap. Pertandingan berlangsung dinamis, tapi So berhasil memaksakan remis lewat skak abadi.

“Levon salah satu pemain dengan persiapan terbaik di dunia. Sulit sekali mendapatkan keunggulan darinya di awal,” kata So.

Klasemen Sementara & Laga Penentu

Dengan empat pemain memimpin klasemen dan tiga babak tersisa, tensi Superbet Chess Classic dipastikan terus meningkat. Laga kunci selanjutnya mempertemukan dua pemuncak, Praggnanandhaa melawan Firouzja. Sementara itu, Caruana dan Vachier-Lagrave akan menghadapi Aronian dan Deac sebagai pemegang buah hitam. Pertanyaan yang tersisa: apakah Gukesh bisa bangkit saat menghadapi So dengan buah putih?