Grosslobming, Austria — Leg terakhir dari FIDE Woman’s Grand Prix 2024/2025 resmi dimulai di kawasan pegunungan Styria, Austria, dengan suasana unik yang memadukan budaya lokal dan atmosfer kompetisi elit. Di balik pemandangan indah dan semarak pembukaan di kawasan kastel bersejarah Grosslobming, para pecatur terbaik dunia langsung tersulut ambisi menuju panggung tertinggi catur dunia: turnamen kandidat 2026.
Bintang utama hari pertama datang dari Grandmaster Tan Zhongyi asal Tiongkok, yang memulai turnamen dengan kemenangan penting atas kompatriotnya, GM Zhu Jiner. Dalam laga ketat berdurasi 96 langkah, Tan berhasil membalikkan keadaan dari posisi rawan menjadi kemenangan mutlak, memperbesar peluangnya kembali ke jalur perebutan gelar dunia. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Zhu, yang sebelumnya tampil luar biasa di dua leg Grand Prix sebelumnya.
Turnamen bergengsi yang digelar di G’Schlössl Murtal, sebuah hotel spa yang tenang namun sarat sejarah, menjadi ajang pamungkas yang menentukan dua nama terakhir yang akan lolos ke Turnamen FIDE Woman’s Grand Prix 2026. Dengan sistem poin kumulatif dari tiga leg yang diikuti setiap pemain, tekanan untuk tampil konsisten sangat tinggi.
Michael Stöttinger, Presiden Federasi Catur Austria dan penggagas penyelenggaraan leg ini, menyatakan bahwa Austria ingin membawa catur lebih dekat ke masyarakat. “Kami ingin memperlihatkan bahwa catur bukan sekadar permainan, tapi bagian dari budaya,” ujarnya dalam upacara pembukaan yang diiringi musik rakyat dan anggur putih khas Styria.
Dalam pertandingan lainnya, GM Vaishali Rameshbabu membuka peluangnya dengan kemenangan meyakinkan atas IM Nurgyul Salimova. Sedangkan IM Olga Badelka, yang mewakili tuan rumah Austria, menunjukkan semangat juang luar biasa saat mengalahkan mantan juara dunia GM Alexandra Kosteniuk, meski sempat berada di bawah tekanan sejak babak pembukaan.
Sebagai bagian dari komitmen FIDE untuk meningkatkan visibilitas catur wanita, turnamen ini juga mencerminkan kemajuan representasi perempuan dalam kepengurusan dan struktur organisasi. Namun, seperti yang disampaikan perwakilan FIDE, Sava Stoisavljevic, jalan menuju kesetaraan penuh masih panjang.
Dengan total hadiah keseluruhan mencapai €120.000, termasuk €30.000 untuk juara umum, persaingan dipastikan semakin memanas. Zhu Jiner masih memiliki peluang jika mampu bangkit cepat, namun harus melewati rintangan berat, termasuk menghadapi GM Anna Muzychuk di babak kedua.
Satu hal yang pasti, Grosslobming tidak hanya menjadi panggung bagi kompetisi, tapi juga simbol perpaduan antara tradisi, sportivitas, dan harapan masa depan catur wanita.