Real Madrid akhirnya memastikan diri menjadi juara Liga Spanyol musim ini dengan peforma yang terbilang sempurna. Menjamu Espanyol dalam lanjutan pekan ke-34 Liga Spanyol 2021/2022, Los Blancos berpesta gol ke gawang musuhnya tersebut.
Bermain di Estadio Santiago Bernabeu, Sabtu (31/04/2022), malam WIB, pelatih Madrid banyak melakukan rotasi pada skuadnya demi menjaga kebugaran pemain untuk berlaga dalam lanjutan leg kedua Liga Champions tengah pekan ini.
Madrid yang membutuhkan satu poin untuk menyegel gelar juara tanpa ampun melumat tamunya tersebut dengan gelontoran empat gol tanpa balas masing-masing melalui brace Rodrygo Goes (33’, 43’), Marco Asensio (55’), dan Karim Benzema (81’).
Dengan kemenangan 4-0 tersebut, skuad asuhan Carlo Ancelotti kian tak tergoyahkan di puncak klasaemen dengan perolehan poin 81 dari 34 laga. Perolehan poin Madrid sudah dipastikan tak bisa dikejar oleh para rival terdekatnya yakni Barcelona dan Sevilla.
Adapun Espanyol sendiri yang masih tertahan di peringkat ke-13 dengan poin 39 dari 34 kali bermain. Skuad asuhan Vicente Moreno gagal mendekat ke posisi sepuluh besar karena terpaut empat angka dari Valencia di posisi sepuluh.
Jalannya Pertandingan
Real Madrid yang turun dengan skuad lapis kedua, tetap tampil spartan demi ambisi meraih poin untuk mengunci gelar Liga Spanyol musim ini dengan lebih cepat, di mana para pemain kuncinya banyak diistirahatkan.
Sementara Espanyol sendiri tetap menurunkan skuad terbaiknya guna ambisi memetik tiga angka di markas lawan.
Laga baru berjalan 10 menit, kedua tim sudah saling jual beli serangan dalam menciptakan peluang. Pada menit ke-13, Madrid nyaris membuka keunggulan lewat tandukan Mariano Diaz yang di laga ini menjadi starter menggantikan peran Karim Benzema. Namun, tandukan pemain asal Republik Dominika itu masih digagalkan tiang gawang yang dikawal Diego López.
Espanyol yang mendapat tekanan dari suporter tuan rumah tetap tampil spartan dalam meladeni agresivitas serangan Madrid. Pada menit ke-21, Raul de Tomas memaksa Thibaut Courtois berjibaku menyelamatkan gawangnya. Eks tempaan Real Madrid itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa ditepis Courtois.
Upaya Real Madrid untuk membuka keunggulan akhirnya tercipta di menit ke-33 lewat kerjasama duo Brasil, Marcelo Vieira dan Rodrygo Goes. Lewat permainan satu dua, Rodrygo yang mendapat umpan dari seniornya tersebut dengan tenang melepaskan tembakan yang menyusur tanah tanpa bisa dihalau Diego López sekaligus membawa Madrid unggul 1-0 atas Espanyol.
Unggul 1-0, permainan Madrid terlihat lebih cair dan para pemain Madrid bermain begitu leluasa dalam memainkan bola. Marcelo dkk terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan Espanyol.
Sepuluh menit berselang, gawang Espanyol kembali kebobolan untuk kedua kalinya. Sukses merebut bola dari salah seorang pemain Espanyol, Rodrygo menunjukkan tarian samba sebelum melepaskan tendangan mendatar ke pojok giri gawang yang memaksa Diego López seketika mati langkah.
Keunggulan 2-0 Real Madrid atas Espanyol pun bertahan hingga babak pertama berakhir.
Selepas turun minum, kedua tim tetap memperagakan permainan terbuka. Madrid yang telah unggu dua gol sedikit menurunkan tempo permainan, sementara itu Espanyol terlihat meningkatkan agresivitas serangan dalam upaya memburu gol untuk memperkecil ketertinggalan.
Pada menit ke-47, Espanyol mendapatkan peluang melalui skema tendangan bebas yang dilakukan Raul de Tomas. Tapi sayang, sepakan RDT yang mematul di depan Courtois meninggalkan lapangan.
Real Madrid terlihat mendominasi pertandingan meski kalah dalam jumlah melepaskan percobaan tembakan ke arah gawang.
Tepat menit ke-55, Marco Asensio ikut mencatatkan namanya di papan skor. memanfaatkan umpan dari Eduardo Camavinga dari skema serangan balik, winger berkaki kidal itu dengan tenang menaklukkan Diego López menggunakan kaki kanannya dan membawa Madrid menjauh 3-0 atas tim tamu.
Meski telah unggul 3-0 atas lawannya tersebut, anak-anak Madrid terlihat begitu nafsu dalam mencari gol lagi. Kali ini, giliran Lucas Vasquez yang nyaris menambah keunggulan untuk Madrid atas Espanyol di menit ke-71. Namun sayang, sepakan Vaquez masih melebar tipis di sisi gawang Espanyol.
Ancelotti yang telah nyaman dengan keunggulan, melakukan perombakan skuad di babak kedua dengan memasukkan Benzema, Isco Alarcon, Vinicius Jr, serta bek muda dari Castilla, Mario Gila.
Di menit ke-72, Real Madrid kembali menjauh setelah membobol gawang Diego López untuk keempat kalinya melalui Isco Alarcon memanfaatkan umpan Karim Benzema.
Namun, setelah melakukan tinjauan Video Assistant Referee (VAR), pengadil lapangan Jose Luis Munuera Montero secara tegas menganulir gol tersebut karena menganggap Rodrygo telah berada dalam posisi offside serta mengganggu pandangan Diego López disaat Isco melepaskan tembakan.
Espanyol yang telah tertinggal tiga gol langsung merespon dengan mengancam lini pertahanan Madrid. Kali ini Sergi Darder yang ikut mencoba peruntungannya lewat sepakan keras dari luar kotak penalti, namun sepakannya masih berada di sisi kanan gawang Courtois.
Pada menit ke-81, Real Madrid akhirnya benar-benar mencetak gol keempatnya ke gawang Espanyol. Kali ini gol keempat Carlo Ancelotti dicetak oleh penyerang andalan mereka, Karim Benzema.
Melalui skema serangan balik cepat, Vinicius Jr yang mendapat sodoran bola dari Isco dengan cerdik memberikan umpan kepada Karim Benzema yang berada dalam posisi ideal untuk melepaskan tembakan. Lepas dari kawalan bek Espanyol, striker timnas Prancis itu berlari menyambut bola dengan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau Diego López.
Gol dari Karim Benzema itu menjadi gol penutup hingga wasit Jose Luis Munuera Montero meniup pluit panjang akhir pertandingan antara Real Madrid kontra Espanyol.
(LN)
Leave a Reply