Spanduk Protes Warnai Debut Kedua Ronaldo di Old Trafford

Sebuah spanduk bertuliskan “Believe Kathryn Mayorga” (Percayalah pada Kathryn Mayorga) seakan menjadi cuka pada momen kembalinya legenda hidup Manchester United, Cristiano Ronaldo.

Kelompok feminis bernama Level Up, tidak lama berselang mengaku bertanggung jawab atas ulah tersebut. Melalui sebuah cuitan Twitter, mereka menulis, “Kami menerbangkan pesawat di atas lapangan Man United dengan pesan sederhana: ‘Percayalah pada Kathryn Mayorga. Mari katakan TIDAK pada budaya bungkam terhadap pelecehan di komunitas sepak bola.”

Kathryn Mayorga (36) adalah model berkebangsaan AS, yang menuding Ronaldo telah memerkosanya pada 13 Juni 2009, di sebuah hotel di Las Vegas.

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, pada tahun 2010 kasus tersebut ditutup dan Ronaldo bersedia membayar 287.000 Pound atau sekitar 5.6 miliar rupiah sebagai tanda kesepakatan agar Mayorga tidak melanjutkan gugatannya.

Namun, pada 2018, karena merasa tergerak dengan gerakan #MeToo, di mana para wanita korban pelecehan seksual didorong untuk berani tampil ke hadapan publik dan menceritakan pengalaman mereka, Mayorga kembali melayangkan gugatan pemerkosaan terhadap Ronaldo, yang dicapnya sebagai “pengecut dan orang aneh”.

Kehadiran spanduk yang diterbangkan beberapa saat setelah sepak mula laga Man United vs Newcastle dimulai tersebut, bisa dibilang tidak memengaruhi penampilan Ronaldo maupun kemeriahan di Old Trafford. Ronaldo sukses melesakkan dua gol dan Old Trafford tenggelam dalam euforia kemenangan 4-1.

Ronaldo sendiri telah berulang kali menyangkal keras tuduhan pemerkosaan yang telah berusia satu dekade tersebut. Melalui laman Twitternya pada tahun 2018, Ronaldo menulis, “Aku menyangkal keras tuduhan yang dilayangkan padaku. Pemerkosaan adalah kejahatan mengerikan yang bertentangan dengan diriku dan semua yang kuyakini.”

Di tahun 2019, jaksa penuntut di AS menyatakan bahwa Ronaldo tidak akan diperkarakan karena penyelidikan tidak berhasil membuktikan kebenaran dari tuduhan tersebut. Menurut penuturan detektif yang menyelidiki kasus ini, wanita itu mengatakan bahwa dia tahu siapa dan di mana kasus pelecehan itu terjadi, namun tidak bersedia menjelaskan secara mendetail.

Alhasil, polisi menyatakan tidak mampu melakukan penyelidikan lebih jauh terkait kasus penyerangan seksual, karena tidak mampu mengunjungi lokasi kejadian, maupun mendapatkan bukti forensik penting.

Apakah Mayorga atau Ronaldo yang berbohong, tentu saja masih bisa dipertanyakan. Yang pasti, prestasi gemilang Ronaldo di dunia sepak bola, menjadi bukti akan usaha dan kerja kerasnya untuk terus berbenah dan menjadi yang terbaik, entah di dalam maupun di luar lapangan.

(DS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*