Akhirnya terang benderang sudah nasib Maverick Vinales di Yamaha. Setelah melewati berbagai konflik internal dengan pihak Yamaha, dan mencapai puncaknya dengan larangan balapan untuk Yamaha di GP Austria, Vinales pun diputus kontrak lebih cepat dari yang sudah disepakati.
Persoalan antara Vinales dan Yamaha terbilang cukup rumit dan kompleks. Beberapa kali kedua belah pihak saling menyerang di media, baik persoalan teknis maupun mekanisme motor.
Teranyar, tentu kejadian di GP Styria pada Minggu (8/8/2021) ketika Vinales dengan kesal menggeber motornya hingga overlimitsaat memasuki pit stop. Aksi Vinales dinilai Yamaha kekanak-kanakan dan dapat membahayakan dirinya, rider yang lain, dan tentu membuat motornya menjadi rusak.
Hal inilah yang menyebabkan Yamaha kehilangan kesabaran dan toleransi terhadap Vinales. Apalagi saat ini pembalapnya yang lain Fabio Quartararo sedang dalam best performance dan memimpin klasemen sementara. Tidak mengeherankan jika Yamaha enggan memberi ampun sama sekali kepada Vinales.
Dalam keterangan resminya, Lin Jarvis mengungkapkan perpisahan kepada Vinales, sebagai berikut;
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus dari Yamaha kepada Maverick. Yamaha akan terus mengenang kenangan indah dan menghargai kerja keras kedua belah pihak dalam 4,5 tahun yang dihabiskan bersama yang membawa kami pada 8 kemenangan, 24 podium, dan dua kali peringkat ketiga di klasemen pada 2017 dan 2019,”
Lin Jarvis
Vinales sendiri melalui akun resminya telah menyampaikan terima kasih atas waktu 4,5 tahun bersama Yamaha.
“Saya akan selalu sangat menghormati Yamaha dan mendoakan yang terbaik untuk mereka.”
Vinales
Saat ini Yamaha belum menetapkan secara pasti pembalap pengganti Vinales untuk sisa musim. Sedangkan Vinales sendiri sudah memastikan “nganggur” di sisa musim ini dan akan mulai menjajaki Aprillia untuk musim dapan.
Bye-Bye Vinales!
(ML)
Leave a Reply