Bono, penjaga gawang Sevilla FC, mendampingi pelatih Julen Lopetegui dalam konferensi pers pralaga di Stadion Koln. Dalam konferensi daring yang memakai penerjemah ini, Bono memberikan beberapa komentar tentang Manchester United. United adalah tim Inggris kedua yang harus disingkirkan Bono dkk. demi mencapai partai final. Tim Inggris pertama adalah Wolverhampton Wanderers, yang berhasil disingkirkan dengan andil besar Bono dalam menggagalkan sepakan penalti Raul Jimenez.
Bono pertama-tama mengutarakan keinginannya untuk menyambut laga nanti dengan penuh gairah, tanggung jawab, dan hasrat yang besar. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya menyinggung soal masa depannya di klub, di mana Bono menolak secara halus untuk menjawabnya, dengan mengatakan yang terpenting di pikirannya saat ini adalah laga semifinal nanti.
Secara pribadi, dia mengakui senantiasa merasa cocok dengan timnya, entah dimainkan atau tidak, bermain bagus atau tidak, apa pun itu. Dia juga menambahkan bahwa dia selalu merasa para pemain Sevilla siap membantunya. Hal itu menular pada tim dan makin banyak yang berpikiran seperti ini, makin dekatlah mereka untuk mencapai sasaran dan membuat sejarah.
Bicara soal kembalinya Gudelj, Bono menyampaikan rasa senangnya dengan menunjukkan kegairahan dan semangat tim yang meningkat. “Saat ada rekan setim yang mengalami situasi sulit dan pulih, lalu masuk keeseokan harinya, dan secara fisik terlihat bugar, itu membuatmu terpacu, memberimu dorongan yang kami semua rasakan.”
Pertanyaan terakhir berbicara tentang Manchester United yang telah mendapat rekor hadiah penalti terbanyak di Eropa musim ini, seberapa waspada timnya akan kenyataan itu, dan seberapa teliti dia mempelajari Bruno Fernandes. Atas pertanyaan ini, Bono menjawab, “Kita tahu Manchester United adalah tim yang sarat pemain depan berbakat, dan karenanya kami sadar bahwa mereka bisa memprovokasi banyak penalti. Kami sudah mempelajari semua penendang penalti untuk tiap pertandingan. Tapi kebanyakan, di saat-saat gentinglah semuanya diputuskan.”
Leave a Reply